Extreme Fear Mengguncang Pasar Crypto, Bitcoin Jatuh Dari Puncak $75.000 Menimbulkan Ketidakpastian Besar

Sentimen pasar kripto kembali mengalami perubahan drastis menjadi “Extreme Fear” setelah harga Bitcoin turun di bawah angka $70,000. Penurunan ini terjadi menyusul pelepasan lonjakan singkat di atas $75,000 yang sempat diraih awal pekan ini, namun momentum tersebut tidak bertahan lama.

Menurut data CoinGecko, harga Bitcoin saat ini berada sekitar $69,340 dan mengalami penurunan sekitar 3% dalam 24 jam terakhir setelah sempat menyentuh level terendah intraday di bawah $69,000. Kondisi ini memicu pergeseran sentimen dari “Fear” ke “Extreme Fear” berdasarkan Crypto Fear and Greed Index dari Alternative.me.

Indeks ini menggabungkan berbagai indikator seperti aktivitas di media sosial, volume perdagangan pasar, dan volatilitas untuk mengukur sentimen pasar secara keseluruhan. Meskipun demikian, para partisipan di pasar prediksi masih optimis bahwa pasar akan mengalami perbaikan sentimen dalam waktu dekat.

Di platform prediksi Myriad, yang dimiliki oleh perusahaan induk Decrypt, mayoritas prediktor memproyeksikan sentimen pasar akan naik dari level 28 menjadi sekitar 55. Nilai tersebut menunjukkan peralihan menuju sentimen “Neutral” dengan probabilitas mencapai 59% menurut CoinMarketCap’s Fear and Greed Index. Sebaliknya, peluang sentimen jatuh ke level 5 atau “Extreme Fear” hanya berada di angka 41%.

Perubahan menuju sentimen netral ini akan menjadi lonjakan signifikan dibandingkan kondisi Februari yang lalu, di mana indeks Fear and Greed sempat berada di titik terendah sepanjang masa dan sangat didominasi oleh “Extreme Fear” pada saat harga Bitcoin diperdagangkan di bawah $63,000.

Pada periode tersebut, pencarian di Google terkait pertanyaan seperti “Bitcoin going to zero” dan “Is Bitcoin dead?” meningkat secara signifikan, mencapai puncak tertinggi sejak tahun 2022, menurut data Google Trends. Ini menunjukkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat dan pelaku pasar terhadap masa depan aset kripto terpopuler tersebut.

Meski demikian, beberapa analis memperingatkan bahwa penurunan harga Bitcoin yang lebih dalam masih mungkin terjadi sebelum tren positif stabil kembali. Misalnya, Standard Chartered memperkirakan bahwa Bitcoin mungkin akan turun ke level $50,000 sebelum kembali mengikuti tren kenaikan menuju harga $100,000.

Sementara itu, CryptoQuant menginterpretasikan data tren dari siklus pasar bearish sebelumnya dan menunjuk pada kemungkinan bahwa titik terendah pasar bearish “ultimate bear market bottom” untuk Bitcoin akan berada di sekitar harga $55,000. Ini memberikan konteks bahwa level saat ini belum tentu menjadi dasar harga terendah yang bertahan lama.

Situasi pasar saat ini masih cukup tidak menentu. Prediktor di Myriad terbagi rata dalam memproyeksikan pergerakan harga berikutnya untuk Bitcoin. Mereka memperkirakan kemungkinan lonjakan ke $84,000 atau penurunan ke $55,000 hampir sama, dengan probabilitas kenaikan yang justru menurun lebih dari 10% dalam sehari terakhir.

Berbagai faktor yang berperan dalam menentukan arah pasar ke depan termasuk dinamika volume perdagangan, sentimen media sosial, serta volatilitas harga yang masih tinggi. Para pelaku pasar dan analis menunjukkan bahwa pergerakan harga Bitcoin saat ini sangat bergantung pada reaksi pasar kolektif terhadap berbagai berita dan kondisi makroekonomi global.

Kondisi “Extreme Fear” yang tengah melanda pasar kripto ini memberikan gambaran kuat tentang ketidakpastian yang sedang berlangsung. Meskipun ada potensi perbaikan sentimen dalam waktu dekat, volatilitas masih menjadi ayunan utama yang harus dipertimbangkan oleh investor sebelum mengambil keputusan.

Berita Terkait

Back to top button