Pasar kripto mengalami guncangan besar yang menghapus leverage kontrak perpetual futures senilai $19 miliar dan menyebabkan hampir 50% penurunan nilai total aset kripto. Meski demikian, sektor opsi kripto berbasis blockchain justru mendapatkan momentum positif setelah penurunan pasar yang tajam tersebut. Platform trading opsi onchain mengalami lonjakan signifikan dalam volume perdagangan premi, menandai perkembangan yang dianggap sebagai salah satu hal terbaik yang terjadi bagi startup opsi onchain.
Menurut Nick Forster, CEO dan salah satu pendiri aplikasi opsi onchain Derive, koreksi pasar tersebut membuka kesadaran bahwa kontrak perpetual futures bukan satu-satunya instrumen finansial yang patut diperhitungkan. Selama bertahun-tahun, opsi kripto yang dibuat dan diperdagangkan secara langsung di blockchain sempat mengalami berbagai kegagalan. Namun kini, opsi onchain Bitcoin dan Ethereum mulai menarik minat luas, sebagaimana terlihat dari peningkatan volume premi perdagangan yang mencapai lebih dari $51 juta dalam satu bulan, data terbaru dari DefiLlama menunjukkan.
Pertumbuhan Opsi Onchain di Tengah Penurunan Minat Perpetual Futures
Meskipun perdagangan futures Bitcoin mengalami penurunan hingga 56% dari puncaknya pada Oktober, minat terhadap opsi onchain terus naik. Sebelumnya, pasar onchain terutama didominasi oleh pertukaran perp (perpetual futures) yang menawarkan yield dengan risiko rendah, seperti token airdrop dengan imbal hasil hingga 20% per tahun. Namun setelah peristiwa crash di pasar, strategi ini menjadi kurang menguntungkan, sehingga opsi onchain mulai terlihat sebagai alternatif baru untuk menghasilkan yield.
Opsi kontrak merupakan instrumen derivatif yang memungkinkan trader mengambil posisi bullish atau bearish atas aset tertentu. Dalam pasar kripto, nilai open interest opsi mencapai lebih dari $41 miliar, menurut data Coinglass. Pendukung opsi onchain berargumen bahwa menggunakan blockchain sebagai infrastruktur memberikan manfaat berupa transparansi yang lebih tinggi, pengurangan hambatan akses, serta risiko kustodian yang berkurang.
Tantangan dan Peluang di Pasar Opsi Onchain
Meskipun manfaatnya menjanjikan, opsi onchain menghadapi sejumlah kendala teknis dan persaingan ketat, yang menyebabkan beberapa proyek sebelumnya gagal berkembang. Namun, adopsi kripto oleh lembaga keuangan tradisional menjadi faktor pendukung signifikan. Pengesahan ETF Bitcoin di Amerika Serikat membuka akses lebih luas bagi manajer kekayaan besar dan institusi untuk mengalokasikan dana secara kecil-kecilan ke dalam kripto. Pendukung seperti CEO Blackrock Larry Fink pun telah mendorong pengakuan industri ini di panggung global.
Pemahaman mendalam Wall Street terhadap perdagangan opsi menarik minat baru untuk memasuki pasar kripto yang mulai berinstitutional. Startup seperti Derive dan Kyan menerapkan model hybrid, menggabungkan unsur onchain dan performa yang dapat bersaing dengan platform terpusat. Para pendiri Kyan menyatakan bahwa peserta pasar kini lebih mengutamakan transparansi dari blockchain tanpa harus mengorbankan performa, menandai pergeseran dari kecenderungan desentralisasi penuh.
Inovasi Teknologi Opsi Onchain
Derive dan Kyan menawarkan fitur baru yang tidak tersedia di platform terpusat, seperti portfolio margin. Fitur ini memungkinkan perhitungan kolateral berdasarkan keseluruhan posisi trader, bukan satu per satu, sehingga meningkatkan efisiensi perdagangan opsi. Integrasi antara produk perps dan opsi dalam satu platform juga mempermudah pengguna untuk mengambil posisi lindung nilai tanpa harus berganti aplikasi.
Meskipun opsi onchain menunjukkan kemajuan signifikan, kontrak perpetual futures masih tetap dominan karena lebih sederhana dan populer di kalangan trader ritel. Risiko likuidasi yang tinggi pada perps menjadi pemicu perlunya edukasi bagi trader agar dapat beralih menggunakan opsi dengan cara yang lebih aman. Kyan fokus pada pembuatan alat yang mudah digunakan sebagai langkah awal agar trader bisa beradaptasi dengan opsi secara nyaman.
Persaingan dan Prospek Pasar Opsi Onchain
Deribit tetap menjadi raja pasar opsi kripto dengan pangsa pasar lebih dari 80% dan nilai open interest sekitar $35 miliar. Namun, Derive mulai mengikis pangsa pasar tersebut, didukung oleh kerjasama strategis dengan FalconX yang menyediakan layanan kustodi dan market making. Forster mengungkapkan ada banyak dealer dan klien yang mencari alternatif tempat perdagangan yang tidak terpusat di AS seperti Coinbase, sehingga membuka peluang besar bagi startup opsi onchain.
Dengan pendekatan yang membuka ruang bagi dealer dan trader yang sebelumnya kurang nyaman di platform pusat, opsi onchain diyakini akan terus berkembang. Pertumbuhan ini diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi modal, dan membawa inovasi baru pada ekosistem perdagangan derivatif kripto. Industri opsi onchain kini menunjukkan bahwa kontraksi besar pasar dapat memicu pembaruan yang signifikan dan berkelanjutan bagi perusahaan rintisan di sektor keuangan terdesentralisasi.
