King Of Crypto Liquidations Machi Big Brother Rugi $75 Juta Dalam Enam Bulan, Akankah Dia Kehilangan Segalanya?

Machi Big Brother, sosok kontroversial dalam dunia cryptocurrency, telah mengalami kerugian sekitar $75 juta dalam enam bulan terakhir. Kerugian besar ini terjadi akibat serangkaian taruhan leverage tinggi pada Ethereum (ETH) di platform Hyperliquid yang berujung pada likuidasi berulang kali.

Pada tanggal 22 Maret, saat pasar mengalami tekanan hebat, Machi kembali terkena likuidasi senilai $11 juta yang hampir menghabiskan seluruh saldo akunnya. Kejadian ini menegaskan bahwa meskipun ia telah berulang kali menambahkan modal untuk mempertahankan posisi, akunnya terus berada di ambang kebangkrutan.

Profil dan Pola Trading Machi Big Brother
Machi Big Brother, nama asli Jeffrey Huang, merupakan pengusaha berdarah Taiwan-Amerika sekaligus mantan musisi yang dikenal sebagai "King of Crypto Liquidations". Ia terkenal karena gaya tradingnya yang agresif dengan leverage 25x ke atas, terutama pada kontrak long Ethereum.

Dalam enam bulan terakhir, data on-chain menunjukkan bahwa Machi telah mengalami lebih dari 250 kali likuidasi. Pola ini mencerminkan strategi trading yang berisiko tinggi dan minim manajemen risiko. Ia kerap "averaging down" saat harga turun, berharap Ethereum akan segera bangkit, namun pasar yang cenderung sideways atau bearish justru memperparah kerugiannya.

Dampak Likuidasi Berulang terhadap Keuangan Machi
Sepanjang periode ini, jumlah total kerugian riil Machi mencapai sekitar $74 hingga $75 juta. Pada puncaknya, saldo akunnya bahkan sempat turun di bawah $25.000 setelah mengalami penghapusan total di bulan Februari. Meskipun demikian, Machi terus mengisi ulang akun dengan dana yang sebagian diambil dari dompet terkait treasury PleasrDAO yang telah disimpan beberapa tahun sebelumnya.

Berikut rincian likuidasi dan kerugian Machi dalam enam bulan:

  1. Lebih dari 250 kali likuidasi pada posisi ETH long dengan leverage tinggi.
  2. Likuidasi terbesar sebesar $11 juta pada momen pasar terpukul bulan Maret.
  3. Saldo akun yang beberapa kali nyaris mencapai nol, bahkan sempat di bawah $25 ribu.
  4. Total kerugian tercatat melewati $74 juta dalam periode setengah tahun.

Perbandingan dengan Trader Lainnya dalam Dunia Crypto
Machi Big Brother kerap dibandingkan dengan James Wynn, seorang trader Hyperliquid lain yang juga terkenal lewat likuidasi besar dan taruhan leverage ekstrem. Wynn pernah membangun posisi long BTC dengan leverage 40x yang mencapai $1,27 miliar, tetapi kemudian kehilangan hampir $100 juta dalam waktu singkat saat harga Bitcoin turun drastis.

Kedua trader ini menunjukkan pola yang sama: keyakinan besar pada arah pasar, penambahan margin secara terus-menerus, dan minimnya pengelolaan risiko. Akibatnya, mereka menjadi contoh paling nyata dari bahaya leverage tinggi di dunia crypto.

Transparansi dan Reaksi Komunitas Crypto
Platform Hyperliquid memungkinkan pengguna untuk melacak aktivitas perdagangan secara on-chain sehingga setiap likuidasi besar Machi menjadi konsumsi publik dan meme viral di komunitas kripto, terutama di Twitter. Hal ini menjadikan kasus Machi sebagai peringatan terbuka bagi para trader retail agar tidak terjebak dalam perjudian leverage yang berlebihan.

Apakah Machi Big Brother Akan Kehilangan Segalanya?
Meski mengalami likuidasi berulang dan kerugian besar, Machi menunjukkan ketahanan dengan terus menambah modal dan berusaha mengembalikan posisi. Namun, pola ini berbahaya dan mengindikasikan risiko kehancuran total kapan saja terjadi.

Tren likuidasi Machi yang mencapai lebih dari 145 kali dan kerugian $75 juta dalam waktu enam bulan menyuarakan bahaya nyata dari perdagangan leverage tanpa manajemen risiko yang memadai. Investor dan trader disarankan untuk melihat kisah Machi sebagai studi kasus penting sebelum mengambil risiko serupa.

Dalam dunia perdagangan crypto yang penuh volatilitas, kemenangan besar sering diiringi dengan kemungkinan kerugian yang menghancurkan. Dalam kerajaan likuidasi crypto, bahkan seorang raja seperti Machi Big Brother pun bisa jatuh kapan saja.

Berita Terkait

Back to top button