
BlackRock dan Fidelity tercatat sebagai pembeli bersih Bitcoin sebesar sekitar $150 juta pekan lalu. Data dari Arkham Intelligence menunjukkan kedua perusahaan menjual Bitcoin senilai $250 juta namun membeli hampir $400 juta dalam waktu yang sama.
Fenomena ini muncul saat harga emas mengalami tekanan tajam dan memasuki pasar bearish secara teknis. Harga emas turun lebih dari 20% dari puncak tertinggi sepanjang masa, meskipun saat ini ketegangan geopolitik di Timur Tengah sedang meningkat.
Aktivitas Bitcoin ETF Menguat
Pengelola dana institusional juga mendorong arus masuk sekitar $93,1 juta ke dalam dana Bitcoin spot ETF di Amerika Serikat pada pekan itu. iShares Bitcoin Trust dari BlackRock menjadi kontributor utama arus dana masuk, sementara dana dari Fidelity dan Grayscale cenderung mengalami arus keluar yang sporadis.
Volume perdagangan ETF Bitcoin selama beberapa pekan terakhir mencatat rekor tertinggi, dengan hari perdagangan tertinggi mencapai $31,6 miliar. Analis mencatat konsentrasi volume perdagangan yang sangat tinggi dalam waktu singkat ini tidak terjadi secara kebetulan dan bisa mencerminkan minat institusi yang semakin besar.
Pergerakan Harga Bitcoin dan Emas
Bitcoin mengalami penurunan hampir 45% dari harga tertinggi di sekitar $126.000 dan kini diperdagangkan pada kisaran $68.000 hingga $70.000. Harga Bitcoin juga melemah menembus zona support di level $69.000–$69.500, namun ada indikasi stabilisasi harga dalam jangka pendek.
Sementara itu, emas menghadapi tekanan yang berkelanjutan. Kondisi ini agak mengejutkan mengingat emas sering dianggap sebagai aset safe haven yang menguat saat ketegangan geopolitik meningkat. JPMorgan menyebut penurunan harga emas sebagai “penurunan brutal” namun tetap mempertahankan pandangan jangka panjang yang positif terhadap logam mulia tersebut.
Apakah Terjadi Rotasi Modal Institusional?
Perbedaan arah antara pembelian Bitcoin dan penurunan harga emas menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan modal institusional mulai beralih dari emas ke aset kripto. Beberapa data mendukung narasi tersebut, dengan institusi yang terus menambah eksposur Bitcoin meskipun harga aset tersebut melemah.
Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya disepakati. Ekonom utama CME Group, Erik Norland, mengungkapkan korelasi antara aset kripto dan safe haven tradisional seperti emas sangat rendah. Hal tersebut menunjukkan aliran dana ke Bitcoin tidak harus berasal langsung dari emas, melainkan merupakan keputusan alokasi yang berbeda menurut mandat investasi.
Selain itu, pergerakan dana ETF biasanya dipengaruhi oleh permintaan spesifik investor terhadap masing-masing aset, bukan karena pergeseran dana antar kelas aset secara langsung. Penurunan emas lebih terkait dengan kondisi keuangan yang lebih ketat dan ketidakpastian geopolitik, sementara Bitcoin menarik minat karena alasan diversifikasi portofolio.
Profil Alokasi dan Diversifikasi Institusional
Para analis percaya institusi kini mungkin memperluas strategi defensif dengan memasukkan Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai tambahan, bukan menggantikan emas sepenuhnya. Dengan demikian, muncul dua alokasi paralel dalam portofolio institusional yang mencerminkan pendekatan risiko berbeda terhadap ketidakpastian pasar.
Data dan pergerakan terbaru menunjukkan bahwa BlackRock dan Fidelity berperan penting dalam dinamika investasi Bitcoin saat ini, sekaligus memberikan gambaran bahwa modal institusional mulai melirik aset kripto sebagai alternatif atau pelengkap terhadap aset safe haven tradisional.
Fenomena ini memicu diskusi penting tentang masa depan investasi institusional dan peran aset digital dalam portofolio global, khususnya di tengah ketidakpastian dan volatilitas pasar dunia.









