
Bitcoin berhasil bertahan di level sekitar $68,000 meskipun ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas. Analis pasar menilai bahwa dalam situasi krisis seperti ini, Bitcoin berpotensi mengungguli aset-aset lain sebagai sarana lindung nilai.
Ketegangan meningkat setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menghancurkan fasilitas energi Iran jika pemerintah Tehran tidak membuka Selat Hormuz tepat waktu. Balasan dari militer Iran juga keras, dengan ancaman menyerang infrastruktur AS dan sekutunya di kawasan.
Bitcoin sebagai Pilihan Aset di Tengah Krisis
Menurut David Brickell, kepala distribusi internasional di FRNT, ketidakpastian politik dan ekonomi global membuat Bitcoin semakin menarik. Karakteristiknya yang tidak terikat oleh negara dan sifatnya yang tidak dapat diubah menjadikan Bitcoin sebagai aset yang unggul di tengah ketegangan geopolitik.
Harga Bitcoin naik sekitar 2% sepanjang bulan ini, jauh lebih stabil dibandingkan minyak Brent yang melonjak 48% dan emas yang justru turun 18%. Hal ini menunjukkan Bitcoin mampu bertahan relatif baik meski pasar lain mengalami volatilitas tinggi.
Risiko dan Potensi Penurunan Harga Bitcoin
Meski demikian, para ahli juga mengingatkan bahwa perang berkepanjangan di Timur Tengah bisa berdampak negatif pada Bitcoin. Ancaman resesi global yang muncul akan memperburuk sentimen pasar.
The Federal Reserve diperkirakan tidak akan menurunkan suku bunga meski ada konflik, bahkan ada kemungkinan kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi. Kondisi ini biasanya menekan aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto.
Georgii Verbitskii, pendiri platform perdagangan kripto TYMIO, menjelaskan bahwa gangguan pada jalur perdagangan global meningkatkan ketidakpastian di pasar finansial secara keseluruhan. Bitcoin masih sangat terkait dengan aset berisiko, terutama indeks saham AS.
Data Pergerakan Harga Terbaru
- Bitcoin turun sekitar 1% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di sekitar $68,100.
- Ethereum juga mengalami penurunan 2,3%, berada di kisaran $2,036.
Ketegangan di Timur Tengah dan dinamika pasar keuangan global terus menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga Bitcoin dan aset digital lainnya. Dengan sifatnya yang unik, Bitcoin dapat berperan sebagai pelindung nilai di masa penuh ketidakpastian, meski tetap membawa risiko terkait kondisi makroekonomi global yang kompleks.









