Sony kembali memperluas lini audio rumah Bravia Theatre dengan memperkenalkan beberapa soundbar baru yang mendukung Dolby Atmos dan DTS:X. Namun, langkah ini berbeda dari dugaan banyak penggemar karena Sony tidak langsung mengganti model andalannya, melainkan menambah opsi di bawah Bravia Theatre Bar 9 dan Bar 8 yang sudah lebih dulu hadir hampir dua tahun.
Strategi itu terlihat jelas pada dua model anyar yang diposisikan lebih terjangkau, yaitu Bravia Theatre Bar 7 dan Bravia Theatre Bar 5. Keduanya dirancang untuk memperkuat pasar soundbar kelas menengah dan entry-level, sekaligus memberi opsi yang lebih luas bagi pengguna TV Bravia maupun pengguna ekosistem audio Sony lain.
Bravia Theatre Bar 7: lebih ringkas, tetap serius untuk audio ruang tamu
Bravia Theatre Bar 7 hadir sebagai penerus HT-A3000 yang sudah cukup lama beredar dan mendapat rating empat bintang. Secara desain, soundbar ini mengikuti bahasa visual Bar 8 dan Bar 9, dengan bagian depan berlapis mesh melengkung dan panel belakang beraksen metal yang tegas.
Ukuran Bar 7 lebih ramping dibanding dua model di atasnya. Panjangnya 95 cm, sementara Bar 8 mencapai 110 cm dan Bar 9 130 cm, sehingga model baru ini lebih cocok untuk ruang keluarga yang tidak terlalu besar.
Sony membekali Bar 7 dengan sepasang speaker up-firing di bagian atas, dua driver X-Balanced yang mengarah ke depan untuk kanal kiri dan kanan, speaker tengah khusus dialog, dua tweeter, serta empat passive radiator untuk membantu bass. Kombinasi itu ditopang teknologi 360 Spatial Audio Sony yang menciptakan lima speaker virtual tambahan untuk membentuk efek ruang yang lebih luas.
Perangkat ini mendukung Dolby Atmos dan DTS:X untuk pemutaran audio tiga dimensi. Sony juga menambahkan sertifikasi IMAX Enhanced, meski fitur itu baru aktif ketika pengguna memasangkan speaker belakang dan subwoofer opsional.
Pilihan konfigurasi dan konektivitas yang lebih fleksibel
Bravia Theatre Bar 7 tersedia dalam dua paket, yaitu unit tunggal dan paket Bravia Theatre Bar 7 + S yang menyertakan Sub 7 100W. Paket kedua itu juga dikenal dengan kode HT-A7100B, sementara versi standalone memakai nama HT-A7100.
Untuk konektivitas, Sony menempatkan HDMI eARC sebagai jalur utama ke TV. Menariknya, Bar 7 juga membawa satu input HDMI tambahan dengan dukungan passthrough 4K/120Hz, VRR, dan ALLM, fitur yang sangat relevan untuk gaming modern.
- HDMI eARC untuk koneksi utama ke TV
- HDMI input tambahan dengan passthrough 4K/120Hz, VRR, dan ALLM
- Apple AirPlay
- Spotify Connect
- Bravia Connect app untuk kontrol lanjutan
- Kalibrasi Sound Field Optimisation untuk menyesuaikan suara dengan ruangan
Sony juga menyertakan remote yang sama seperti pada Bar 8 dan Bar 9. Pengguna TV Sony terbaru dapat mengakses hampir semua pengaturan lewat menu onscreen TV, sehingga pengoperasian terasa lebih praktis.
Bravia Theatre Bar 5: model paling terjangkau dengan pendekatan berbeda
Di bawah Bar 7, Sony memperkenalkan Bravia Theatre Bar 5 sebagai model paling sederhana di jajaran baru ini. Sistem ini terdiri dari soundbar tiga kanal yang dipasangkan dengan subwoofer nirkabel kecil untuk membentuk konfigurasi 3.1 yang ringkas.
Meski tidak memiliki speaker up-firing, Bar 5 tetap bisa memproses Dolby Atmos dan DTS:X lewat Vertical Surround Engine milik Sony. Teknologi ini sebelumnya juga digunakan pada beberapa sistem lain dan dikenal mampu menciptakan kesan tinggi suara tanpa banyak perangkat tambahan.
Berbeda dari Bar 7, Bar 5 tidak membawa HDMI passthrough. Namun, model ini justru menyediakan input optik di samping soket HDMI eARC, sehingga masih ramah untuk perangkat TV lama atau pengguna yang butuh opsi koneksi sederhana.
Subwoofer dan speaker belakang baru untuk sistem yang lebih besar
Sony tidak hanya merilis soundbar baru, tetapi juga menambah subwoofer dan speaker surround anyar. Bravia Theatre Sub 9 menjadi model flagship baru dengan desain kubus yang memuat dua driver aluminium 20 cm yang saling berhadapan.
Sony menyebut konfigurasi itu memakai fase pembatalan untuk menghasilkan bass yang dalam dan minim distorsi, dengan daya maksimum 600W. Di bawahnya, ada Bravia Theatre Sub 8 yang memakai satu driver 20 cm dan klaim daya 300W.
Berikut daftar perangkat tambahan yang diumumkan Sony:
| Produk | Posisi | Catatan utama |
|---|---|---|
| Bravia Theatre Sub 9 | Flagship subwoofer | Dual opposing driver 20 cm, 600W |
| Bravia Theatre Sub 8 | Subwoofer menengah | Satu driver 20 cm, 300W |
| Bravia Theatre Rear 9 | Speaker surround premium | Dua driver aluminium 80 mm dan tweeter depan |
| Bravia Theatre Rear 8 | Surround yang sudah ada | Duduk di bawah Rear 9 |
| Bravia Theatre Bar 7 | Soundbar menengah | Dolby Atmos, DTS:X, HDMI passthrough |
| Bravia Theatre Bar 5 | Soundbar entry-level | 3.1, vertical surround, optical input |
Speaker surround baru, Bravia Theatre Rear 9, juga diperkenalkan sebagai penerus RS5. Desainnya minimalis berbentuk silinder, dengan dua driver aluminium 80 mm, tweeter 16 mm di bagian depan, dan passive radiator di sisi samping.
Sony menyebut subwoofer baru itu kompatibel dengan Bravia Theatre Bar 9, Bar 8, Bar 7, serta Bravia Theatre Quad. Lewat pembaruan perangkat lunak setelah peluncuran, pengguna bahkan bisa memasangkan dua subwoofer sekaligus pada satu bar, termasuk dua Sub 7, meski sistem Quad tetap dibatasi satu subwoofer.
Dengan pendekatan ini, Sony tampak ingin memperkuat ekosistem audio rumahan secara lebih bertahap. Alih-alih langsung memindahkan fokus ke model flagship baru, perusahaan memberi pilihan yang lebih lebar bagi pengguna yang ingin masuk ke Dolby Atmos tanpa harus membeli perangkat termahal di lini Bravia Theatre.
