Kebijakan larangan drone asing di Amerika Serikat mulai mengubah arah industri drone konsumen. Di tengah situasi itu, SkyRover, merek drone asal China yang masih tergolong baru, menyatakan sedang menjajaki manufaktur berbasis di AS dan menyusun rantai pasok yang lebih lokal.
Langkah ini penting karena larangan yang diumumkan otoritas AS tidak hanya menekan satu merek besar seperti DJI, tetapi mencakup “all foreign-made drones.” Artinya, akses konsumen AS terhadap drone baru bisa makin terbatas jika produsen tidak bisa memenuhi izin FCC dan persyaratan produksi di dalam negeri.
Apa yang diumumkan SkyRover
SkyRover menyampaikan kepada pelanggan di AS bahwa pihaknya “we’re here to stay.” Pernyataan itu menandai sinyal paling jelas sejauh ini bahwa perusahaan ingin mempertahankan pasar Amerika, meski statusnya sebagai merek berbasis China tetap menjadi tantangan utama.
Dalam rencana jangka pendek, SkyRover menyebut target untuk menjaga kepatuhan penuh terhadap FCC pada semua produknya dalam waktu sekitar satu tahun. Perusahaan belum menjelaskan secara rinci bagaimana target itu akan dicapai, termasuk apakah akan mengajukan pengecualian tertentu kepada FCC.
Langkah bertahap dalam beberapa tahun
SkyRover juga menyiapkan strategi yang lebih panjang untuk pasar AS. Dalam target dua hingga tiga tahun ke depan, perusahaan ingin membangun tim lokal yang lebih kuat dan memperdalam kemitraan dengan peritel.
Pada horizon lima tahun, SkyRover menyebut akan “explore US-based manufacturing and a localized supply chain.” Istilah “explore” menunjukkan rencana itu belum final, tetapi setidaknya ada pengakuan terbuka bahwa produksi di AS kini menjadi opsi yang sedang dipertimbangkan serius.
- Menjaga kepatuhan FCC untuk seluruh produk.
- Membangun tim lokal dan kemitraan ritel di AS.
- Menjajaki manufaktur di AS.
- Mengarah ke rantai pasok yang lebih lokal.
- Terus melanjutkan riset dan pengembangan produk baru.
Dampak larangan terhadap pasar konsumen
Masalah terbesar dari kebijakan ini bukan hanya soal satu merek, tetapi soal ketersediaan drone konsumen secara umum. Saat ini, masih ada beberapa produsen drone di AS, tetapi sebagian besar fokus pada drone untuk kebutuhan bisnis dan militer, bukan drone konsumen untuk fotografi dan videografi.
Kondisi itu membuat konsumen seperti pilot drone hobi dan kreator konten berpotensi sulit mengakses model terbaru. Produksi dalam negeri juga tidak mudah karena produsen harus membangun kapasitas manufaktur, mengamankan komponen, dan memastikan sebagian besar material bisa dipasok dari AS.
Posisi SkyRover di tengah spekulasi pasar
SkyRover sempat menarik perhatian karena muncul diam-diam dan memicu spekulasi bahwa merek ini terkait dengan DJI. Dugaan itu muncul karena waktu kemunculannya berdekatan dengan ancaman larangan terhadap DJI yang sebelumnya diperkirakan berlaku pada Desember 2025.
Namun, larangan yang kemudian berubah mencakup semua merek drone asing membuat situasinya berbeda. Ekosistem drone konsumen di AS kini tidak hanya menunggu satu perusahaan, tetapi menunggu apakah ada produsen yang benar-benar bisa membangun basis produksi dan suplai lokal.
Tekanan regulasi dan respons industri
Di sisi lain, DJI mengambil jalur hukum dengan mengajukan gugatan terhadap larangan tersebut. Perusahaan itu menilai kebijakan itu tidak konstitusional dan melanggar hak atas due process karena diberlakukan tanpa bukti ancaman keamanan nasional.
Konflik ini menunjukkan bahwa masa depan drone konsumen di AS tidak hanya ditentukan pasar, tetapi juga keputusan regulator dan pengadilan. Selama belum ada kepastian hukum dan industri belum mampu memindahkan produksi ke AS, merek seperti SkyRover akan tetap berada di posisi yang serba sulit.
Di tengah ketidakpastian itu, SkyRover masih menawarkan sejumlah produk di pasar, termasuk paket SkyRover S1 seharga $359 dan SkyRover X1 seharga $599. Pada saat yang sama, potongan harga juga masih terlihat pada beberapa model DJI, tetapi arah jangka panjang tetap bergantung pada apakah produsen asing benar-benar mampu membangun basis manufaktur yang sesuai dengan aturan baru di Amerika Serikat.
