Samsung kembali menarik perhatian lewat Galaxy Buds 4, dan laporan terbaru menyebut lini earbud ini mendapat sambutan kuat di pasar Korea Selatan. Menurut laporan EtNews yang dikutip 9to5Google, Galaxy Buds 4 Series disebut telah menembus lebih dari 100.000 unit terjual setelah peluncuran, dengan Galaxy Buds 4 Pro menjadi model yang paling laris.
Laporan itu juga menyebut penjualan harian sempat mencapai sekitar 7.000 unit pada beberapa hari sejak perangkat debut. Jika data tersebut akurat, maka Galaxy Buds 4 Pro bukan hanya terjual cepat, tetapi juga menjadi pendorong utama performa seri ini di pasar domestik Samsung.
Kinerja penjualan yang didorong model Pro
EtNews mengutip sumber yang menyebut angka 100.000 unit itu dicapai hanya dalam 15 hari setelah peluncuran. Dari total penjualan tersebut, Galaxy Buds 4 Pro dikabarkan menyumbang sekitar 90 persen unit terjual, angka yang menunjukkan dominasi jelas pada varian premium.
Kuatnya minat pada model Pro disebut berkaitan dengan ulasan positif yang menyoroti peningkatan kualitas suara. Laporan itu menekankan bass dan treble yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya, sehingga produk ini dinilai lebih menarik bagi pengguna yang mengutamakan kualitas audio.
Apa yang berubah di Galaxy Buds 4
Galaxy Buds 4 dan Buds 4 Pro meluncur bersama seri Galaxy S26 di ajang Unpacked. Samsung membawa sejumlah pembaruan penting, mulai dari desain yang diubah, kualitas suara yang ditingkatkan, hingga active noise cancellation atau ANC yang lebih baik.
Di sisi teknis, speaker yang lebih besar dan dukungan audio 24-bit disebut membantu menghasilkan bass yang lebih berat dan kaya. Selain itu, Samsung menambahkan fitur Head Gestures yang memungkinkan pengguna menggelengkan kepala untuk menolak panggilan tanpa perlu menyentuh perangkat.
Perbandingan singkat antarvarian
- Galaxy Buds 4 Pro: menjadi model terlaris, disebut menyumbang sekitar 90 persen penjualan seri.
- Galaxy Buds 4 reguler: ikut terjual, tetapi laporan menyebut penerimaannya tidak sekuat varian Pro.
- Fitur utama seri: desain baru, ANC yang ditingkatkan, dan dukungan audio 24-bit.
- Daya tarik tambahan: fitur Head Gestures dan peningkatan karakter suara.
Mengapa varian reguler belum sekuat Pro
Laporan dan ulasan awal menunjukkan model dasar Galaxy Buds 4 belum mencuri perhatian setara varian Pro. Salah satu sorotan utamanya adalah desain tanpa eartips, yang dinilai memengaruhi kenyamanan pakai sekaligus kualitas isolasi suara.
Tanpa eartips, kualitas audio dan performa ANC pada versi reguler disebut turun dibanding Buds 4 Pro. Bagi sebagian pengguna, desain itu juga bisa memengaruhi kestabilan fit di telinga, terutama saat dipakai untuk waktu lama atau digunakan sambil bergerak.
Strategi Samsung untuk mendongkrak minat
EtNews juga menyebut Samsung menggelar event pop-up bertema “custom lab” untuk merayakan kehadiran Galaxy Buds 4 Series. Dalam acara itu, konsumen bisa datang, menempelkan stiker yang disediakan, lalu membawa pulang produk dengan tampilan yang lebih personal.
Pendekatan seperti ini menunjukkan Samsung tidak hanya menjual perangkat audio, tetapi juga mencoba membangun pengalaman merek yang lebih dekat dengan konsumen. Strategi tersebut relevan di pasar yang kompetitif, karena earbud nirkabel kini bersaing bukan hanya di kualitas suara, tetapi juga desain, fitur, dan nilai tambah gaya hidup.
Sinyal penting dari pasar Korea Selatan
Jika pola penjualan ini bertahan, Galaxy Buds 4 Pro bisa menjadi salah satu produk audio Samsung yang paling kuat di awal masa edar. Minat yang tinggi di Korea Selatan juga bisa menjadi indikator awal bagaimana penerimaan pasar global terhadap lini earbuds terbaru ini.
Samsung tampaknya berhasil memadukan peningkatan suara, ANC, dan fitur unik dalam satu paket yang lebih menarik bagi pembeli premium. Di saat yang sama, respons yang lebih lemah pada model reguler memperlihatkan bahwa konsumen masih sangat selektif dalam memilih earbuds, terutama saat perbedaan kenyamanan dan kualitas audio terasa cukup jelas.









