
Amazon kembali memperluas portofolio robotiknya dengan mengakuisisi Fauna Robotics, startup berbasis di New York City yang baru memperkenalkan Sprout, robot humanoid mungil yang dirancang tampil ramah dan aman di ruang bersama manusia. Langkah ini menegaskan ambisi Amazon untuk membawa teknologi robotik dari gudang dan logistik ke area yang lebih dekat dengan konsumen, termasuk ritel, perhotelan, dan bahkan rumah.
Akuisisi ini terjadi hanya beberapa bulan setelah Fauna meluncurkan Sprout, robot setinggi 3,5 kaki yang diposisikan sebagai asisten serbaguna. Meski rincian pembelian belum diungkap, CEO Fauna Rob Cochran menyebut dirinya “incredibly excited” dan memastikan pelanggan tidak akan melihat perubahan besar dalam layanan yang sudah berjalan.
Apa yang diketahui dari akuisisi ini
Amazon belum mengumumkan detail finansial dari transaksi tersebut. Namun, perusahaan menyampaikan bahwa keahlian robotik Amazon dan pengalaman panjangnya membangun kepercayaan pelanggan di rumah melalui bisnis ritel dan perangkat akan digunakan untuk mengembangkan teknologi baru.
Dalam pernyataan yang dikutip luas, Amazon mengatakan pihaknya ingin “inventing new ways to make our customers’ lives better and easier.” Kalimat itu menunjukkan bahwa akuisisi Fauna bukan sekadar menambah aset, tetapi juga membuka jalan untuk penggunaan robot yang lebih luas di lingkungan konsumen.
Sprout bukan robot industri biasa
Sprout dirancang untuk bekerja di ruang yang dipakai manusia secara langsung. Robot ini ditujukan untuk sektor seperti ritel dan hospitality, dengan kemampuan menyapa tamu, menampilkan produk, dan memandu orang di dalam ruangan.
Harga Sprout tercatat sebesar $50.000. Robot ini juga memiliki suara, gestur, dan gerakan yang bisa disesuaikan, sehingga dapat berperan sebagai “friendly concierge for the home” atau concierge ramah di rumah.
Fitur utama Sprout yang menonjol
- Tinggi sekitar 3,5 kaki, sehingga tampil lebih kecil dan tidak mengintimidasi.
- Didesain untuk bergerak aman di ruang bersama manusia.
- Bisa menyapa, memandu, dan membantu presentasi produk.
- Mendukung suara, gestur, dan gerakan kustom.
- Dibekali platform developer untuk membuat aplikasi khusus.
Pendekatan ini membuat Sprout berbeda dari robot gudang yang selama ini lebih dikenal Amazon. Fokusnya bukan mengangkat barang atau mengelola logistik, melainkan berinteraksi secara langsung dengan manusia dalam situasi layanan.
Mengapa Amazon tertarik pada robot humanoid
Amazon telah menginvestasikan miliaran dolar ke teknologi robotik selama bertahun-tahun. Sebagian besar investasi itu dipakai untuk otomasi gudang dan efisiensi distribusi, tetapi akuisisi Fauna menunjukkan arah yang lebih luas.
Fauna membawa tim kecil yang punya pengalaman membangun robot yang aman, fungsional, dan menarik secara visual. Bagi Amazon, kombinasi itu berpotensi mempercepat pengembangan sistem robotik yang bisa digunakan di ruang publik maupun personal.
Posisi Fauna setelah diakuisisi
Rob Cochran menegaskan bahwa Sprout Creator Edition masih dijual untuk pelanggan baru dan dukungan bagi pengguna lama tetap berjalan. Ia juga mengatakan bahwa perusahaan akan terus beroperasi sebagai “Fauna Robotics, an Amazon company.”
Pernyataan itu penting karena memberi sinyal bahwa produk dan tim Fauna belum langsung dilebur total ke dalam struktur Amazon. Di sisi lain, integrasi bertahap seperti ini sering dipakai perusahaan besar agar pengembangan produk tidak terganggu.
Preseden di pasar robot humanoid
Sprout mengingatkan pada Pepper milik SoftBank, robot humanoid yang sempat populer namun akhirnya dihentikan pada 2021 setelah sambutan pasar yang tidak terlalu kuat. Perbandingan ini menunjukkan bahwa robot ramah dan interaktif memang menarik perhatian, tetapi tantangan komersialisasinya tetap besar.
Bagi Amazon, akuisisi Fauna bisa menjadi langkah awal untuk menguji apakah robot humanoid benar-benar punya tempat di ritel, layanan pelanggan, dan rumah pintar. Jika integrasinya berhasil, Sprout dan teknologi di baliknya bisa menjadi fondasi bagi generasi robot Amazon berikutnya.









