Studio pengembang Ivy Road resmi mengumumkan bahwa mereka akan menutup operasionalnya setelah merilis Wanderstop, gim petualangan bertema kedai teh yang sempat mendapat sambutan hangat. Penutupan ini menjadi kabar mengejutkan bagi banyak pemain, karena Wanderstop adalah satu-satunya gim yang pernah dirilis studio tersebut dan melibatkan nama-nama kreatif yang sudah dikenal luas di industri gim.
Dalam pernyataan resminya, Ivy Road menyebut keputusan itu sebagai sesuatu yang “bittersweet” dan mengonfirmasi bahwa pintu studio akan ditutup pada 31 Maret. Studio juga mengatakan betapa besar rasa terima kasih mereka karena sempat bekerja bersama dalam proyek Wanderstop, yang mereka sebut sebagai pengalaman luar biasa bersama tim yang solid.
Tekanan pendanaan makin terasa di industri gim
Kasus Ivy Road memperlihatkan tantangan besar yang sedang dihadapi banyak pengembang independen saat mencari dana untuk proyek baru. Studio tersebut mengungkap bahwa beberapa anggota tim sudah lebih dulu terkena layoff pada akhir Januari setelah gagal mengamankan pendanaan untuk proyek berikutnya yang diberi nama Engine Angel.
Ivy Road menjelaskan bahwa mereka sudah mencoba menawarkan konsep itu ke sejumlah calon mitra penerbit, tetapi tidak mendapatkan kesepakatan. Mereka juga menegaskan bahwa situasi saat ini memang sangat sulit untuk mengumpulkan dana pengembangan gim, sehingga kegagalan tersebut sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, meski tetap mengecewakan.
Kerja sama kreator ternama di balik Wanderstop
Wanderstop punya posisi penting bagi Ivy Road karena menjadi gim pertama sekaligus satu-satunya dari studio itu. Project ini lahir dari kolaborasi sejumlah nama yang sudah dikenal di dunia gim, termasuk Davey Wreden dari The Stanley Parable sebagai penulis, Karla Zimonja dari Tacoma, serta C418, komponis yang dikenal lewat Minecraft, untuk musik.
Kombinasi nama-nama tersebut membuat Wanderstop menonjol di tengah banyaknya gim cozy yang bersaing di pasar. Berdasarkan ulasan yang dirujuk sumber, gim ini meraih skor 84%, menandakan penerimaan yang cukup kuat dari kalangan kritikus dan pemain.
Apa yang terjadi pada tim setelah penutupan studio
Penutupan Ivy Road berarti peluang pengembangan Engine Angel ikut berhenti, setidaknya untuk saat ini. Proyek itu disebut dikembangkan oleh animator Liz Caingcoy dan sempat diperlihatkan secara singkat melalui unggahan di Bluesky, namun kini nasib lanjutannya menjadi tidak pasti.
Berikut poin penting dari kabar ini:
- Ivy Road menutup studio pada 31 Maret.
- Layoff lebih dulu terjadi pada akhir Januari.
- Proyek Engine Angel gagal mendapat pendanaan.
- Wanderstop tetap dijual di platform yang masih mendistribusikannya.
- Annapurna Interactive akan membagikan kabar lanjutan soal salah satu kejutan terakhir terkait gim tersebut.
Wanderstop masih akan tersedia untuk pemain
Meski studio pengembangnya ditutup, Wanderstop tidak langsung menghilang dari pasar. Ivy Road memastikan gim tersebut tetap dijual di platform yang tersedia, sehingga pemain baru masih punya kesempatan untuk mencobanya.
Studio juga menyebut masih ada “satu kejutan terakhir” yang telah mereka kerjakan selama sekitar setahun untuk membantu Wanderstop menjangkau pemain baru. Annapurna Interactive akan menyampaikan informasi lebih lanjut tentang rencana itu di masa mendatang, sehingga gim ini masih berpotensi mendapat dorongan tambahan meski studio utamanya berhenti beroperasi.
Dampak lebih luas untuk pengembang independen
Kisah Ivy Road menambah daftar contoh sulitnya situasi pendanaan bagi studio kecil hingga menengah. Dalam industri gim yang semakin kompetitif, nama besar di belakang tim belum tentu cukup untuk menjamin dukungan finansial dari penerbit maupun investor.
Pernyataan Ivy Road juga menyoroti kenyataan bahwa banyak kreator kini harus bersaing di tengah pasar yang ketat, biaya produksi yang tinggi, dan kehati-hatian mitra pendanaan. Di sisi lain, studio tersebut menutup pengumumannya dengan nada apresiatif, dengan menyebut bahwa mereka bangga karena bisa menciptakan sesuatu yang akhirnya dinikmati “ratusan ribu pemain” serta berharap karya itu bisa menginspirasi orang lain untuk membuat seni, musik, tulisan, atau bahkan gim mereka sendiri.









