Alexander Brandon, komposer orisinal Deus Ex, mengungkap bahwa ia sebenarnya sempat diberi kesempatan untuk membuat lagu bagi Deus Ex: Human Revolution. Namun, karya yang ia kirimkan akhirnya ditolak karena dinilai tidak sesuai dengan arah musikal yang diinginkan tim pengembang.
Dalam wawancara dengan PC Gamer, Brandon menjelaskan bahwa keputusan itu datang dari audi director Human Revolution, Steve Szczepkowski. Menurut Brandon, penolakan itu masuk akal karena Eidos Montreal sejak awal ingin menjadikan seri Deus Ex sebagai karya mereka sendiri, bukan sekadar menyalin identitas suara dari game pertama.
Eidos Montreal ingin membawa identitas baru
Brandon menuturkan bahwa tim Montreal ingin menegaskan kepemilikan kreatif atas waralaba Deus Ex. Mereka memang tetap berdialog dengan sejumlah sosok penting dari game awal, termasuk Chris Norden dan Warren Spector, tetapi arah akhirnya jelas: proyek tersebut harus terasa sebagai game Eidos Montreal.
Pernyataan itu penting karena menunjukkan bagaimana sebuah waralaba besar kerap menyeimbangkan warisan lama dan visi baru. Dalam kasus Deus Ex: Human Revolution, tim pengembang tidak ingin hanya mengandalkan nostalgia, melainkan membangun karakter musikal yang berbeda namun tetap relevan dengan dunia Deus Ex.
Lagu lama dicoba diaransemen ulang
Brandon mendapat tawaran untuk membuat ulang tema utama Deus Ex versi pertama. Rencananya, lagu itu akan dipakai di bagian penutup Human Revolution agar menghubungkan prekuel tersebut dengan game aslinya.
Ia pun mengerjakan komposisi tersebut dan mengirimkannya kepada tim audio. Tetapi hasilnya tidak diapresiasi sebagai pilihan yang tepat untuk proyek itu, sehingga lagu tersebut tidak dipakai dalam versi akhir game.
Alasan penolakan dianggap tepat
Brandon tidak menyimpan keberatan besar atas keputusan itu. Ia bahkan mengakui, jika melihat situasinya sekarang, penilaian Szczepkowski memang masuk akal karena waktu produksi tidak memberi ruang cukup untuk banyak diskusi detail.
Berikut inti pandangan Brandon tentang proses tersebut:
- Tim audio memberi ruang kepada komposer untuk bereksperimen.
- Arahan kreatif belum memungkinkan pembahasan mendalam soal instrumen dan nuansa lagu.
- Hasil lagu tidak sejalan dengan visi keseluruhan Human Revolution.
- Penolakan itu akhirnya menjaga konsistensi nada musik game.
Brandon menggambarkan pendekatan ini sebagai situasi “ambil bola dan jalankan,” yang kadang berhasil tetapi tidak selalu cocok untuk setiap proyek. Dalam kasus tersebut, ia menilai keputusan itu tetap tepat.
Michael McCann membawa warna baru
Pada akhirnya, musik Deus Ex: Human Revolution dikerjakan oleh Michael McCann. Hasilnya dikenal berbeda dari soundtrack game pertama, tetapi tetap mempertahankan atmosfer khas Deus Ex yang gelap, futuristis, dan penuh intrik.
Banyak penggemar menganggap musik Human Revolution berhasil menciptakan identitas sendiri tanpa memutus hubungan dengan seri awal. Itulah yang membuat keputusan untuk tidak memakai ulang tema lama terasa lebih mudah dipahami, karena game ini memang membutuhkan suara yang segar.
Brandon juga sempat tersingkir dari proyek lain
Brandon juga bercerita bahwa ia lebih kecewa ketika Deus Ex: The Fall tidak jadi memakai jasanya. Ia sempat diajak menggarap musik untuk spin-off mobile itu, tetapi keputusan akhir kembali menyerahkan pekerjaan kepada Michael McCann.
Ia menyebut dirinya sempat sedih, bahkan mengatakan akan sanggup menyesuaikan musiknya agar menyatu dengan gaya McCann. Meski begitu, ia menegaskan bahwa keadaan itu hanya bagian dari dinamika industri game, terutama ketika waralaba besar ingin menjaga arah audio yang sudah ditetapkan.
Warisan musik Deus Ex tetap kuat
Cerita ini memperlihatkan bahwa musik memainkan peran besar dalam identitas Deus Ex, bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai bagian dari pengalaman bermain. Tema orisinal karya Alexander Brandon tetap dikenang, sementara Human Revolution berhasil membangun standar baru lewat pendekatan yang berbeda.
Di sisi lain, pengakuan Brandon bahwa penolakan itu memang tepat menunjukkan kedewasaan kreatif yang jarang terdengar dalam diskusi soal waralaba besar. Dalam industri yang terus berubah, keputusan musikal sering ditentukan bukan hanya oleh kualitas lagu, tetapi juga oleh kecocokan dengan visi game secara keseluruhan.









