Apple kembali mendapat sorotan karena M5 MacBook Pro menunjukkan kemajuan yang cukup besar pada sisi yang selama ini paling lemah: gaming. Dalam pengujian terbaru oleh Andrew Tsai, model M5 Max disebut mampu menjalankan banyak game AAA Windows dengan lancar, bahkan lewat lapisan emulasi seperti CrossOver.
Hasil ini penting karena Mac selama bertahun-tahun dikenal kuat untuk produktivitas, tetapi tertinggal jauh saat dipakai bermain game. Kini, performa M5 Max mulai memberi sinyal bahwa Apple tidak lagi sekadar mengejar ketertinggalan, melainkan sudah cukup dekat untuk menutup celah yang paling lama menjadi masalah.
Performa gaming yang mulai terasa berbeda
Andrew Tsai menguji sekitar 20 game Windows pada M5 Max MacBook Pro melalui CrossOver. Beberapa judul berat seperti Horizon Forbidden West, Black Myth: Wukong, dan Death Stranding 2 dilaporkan berjalan di kisaran 50+ FPS pada resolusi 1440p dengan pengaturan medium.
Hasil lain juga menarik, karena Wolfenstein Youngblood mampu mencapai 60 FPS di 4K, sementara Kingdom Come Deliverance 2 bahkan menembus 80+ FPS pada 1440p dengan pengaturan tinggi. Meski tidak semua game tampil sempurna, sebagian besar game tetap berjalan dengan sangat baik untuk ukuran laptop Mac yang menjalankan game Windows melalui translasi.
Kenapa M5 Max bisa mendekat ke level ini?
Kekuatan utama M5 Max datang dari lonjakan CPU dan GPU yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Apple juga masih mengandalkan arsitektur unified memory yang membuat aliran data antara prosesor dan grafis lebih efisien, terutama saat menangani beban kerja berat.
Dalam beberapa skenario, GPU M5 Max disebut mampu menyaingi laptop kelas menengah ke atas seperti RTX 5070. Kombinasi itu membuat MacBook Pro terbaru ini tidak lagi hanya kuat di pekerjaan kreatif, tetapi juga cukup bertenaga untuk menahan beban game modern yang selama ini lebih nyaman dijalankan di Windows.
Mengapa hasil ini tetap belum bisa disebut mutlak sebagai “Mac gaming”
Meski hasilnya positif, Mac belum benar-benar setara dengan laptop gaming Windows. Ketergantungan pada compatibility layer seperti CrossOver berarti performa tetap bergantung pada seberapa baik game diterjemahkan ke sistem macOS.
Ada beberapa batasan yang masih muncul, termasuk judul yang belum kompatibel dan game yang tidak berjalan seoptimal versi native. Laptop Windows dengan GPU diskret masih unggul dalam hal ekosistem, kompatibilitas, dan dukungan resmi dari banyak pengembang game.
Apa arti pengujian ini bagi Apple dan pengguna Mac?
- Apple menunjukkan bahwa hardware Mac modern sudah cukup kuat untuk memaksa banyak game Windows berjalan layak.
- Keberhasilan ini bisa mendorong pengembang untuk melirik pasar Mac dengan lebih serius.
- Pengguna Mac mendapat harapan baru bahwa bermain game tidak lagi menjadi pengalaman yang serba terbatas.
- Jika dukungan native makin tumbuh, ekosistem gaming macOS bisa berkembang lebih cepat dari perkiraan.
Langkah Apple juga memiliki dampak strategis yang lebih luas karena gaming sering menjadi alasan utama orang memilih laptop Windows. Jika performa M5 Max terus terbukti konsisten, MacBook Pro tidak hanya akan dipandang sebagai mesin kerja premium, tetapi juga sebagai perangkat yang mulai relevan untuk pemain game yang menginginkan satu laptop untuk banyak kebutuhan.
Meski belum sempurna, pengujian ini memperlihatkan perubahan arah yang jelas. Dengan performa yang semakin kuat dan dukungan emulasi yang kian efektif, Apple kini terlihat jauh lebih dekat untuk memperbaiki kelemahan terbesarnya dalam gaming.









