Delta Gandeng Amazon, Wi-Fi Pesawat Siap Jadi Secepat Internet Rumah Pada 2028

Delta dan Amazon resmi menjalin kerja sama untuk menghadirkan Wi-Fi dalam penerbangan berbasis satelit Amazon Leo yang akan mulai digunakan pada 2028. Tahap awalnya mencakup pemasangan sistem pada 500 pesawat Delta dengan antena phased array yang dibangun di atas perangkat komersial Leo Ultra.

Langkah ini menandai upaya terbaru maskapai besar untuk meningkatkan kualitas koneksi internet di udara, di tengah persaingan ketat dengan penyedia lain seperti Starlink. Jika target teknisnya tercapai, penumpang Delta dapat menikmati pengalaman internet yang jauh lebih cepat dan stabil dibanding layanan yang umum tersedia di pesawat saat ini.

Apa yang diumumkan Delta dan Amazon
Amazon dan Delta menyampaikan bahwa kemitraan ini difokuskan pada pemanfaatan jaringan konstelasi satelit Amazon Leo untuk layanan Wi-Fi selama penerbangan. Sistem tersebut direncanakan masuk ke armada Delta secara bertahap, sehingga implementasinya tidak dilakukan sekaligus pada semua pesawat.

Tahap awal disebut menyasar 500 pesawat, sebuah skala yang cukup besar untuk menguji kesiapan teknologi sekaligus operasional di lingkungan penerbangan komersial. Pilihan antena phased array juga menunjukkan fokus pada koneksi yang lebih dinamis karena karakter penerbangan memerlukan stabilitas sinyal saat pesawat bergerak cepat dan berubah posisi.

Kecepatan yang dijanjikan Amazon
Amazon menyebut jaringan ini berpotensi menghadirkan kecepatan unduh hingga 1 Gbps dan unggah sampai 400 Mbps. Angka tersebut, bila terealisasi dalam kondisi nyata, dapat membuat koneksi di udara mendekati kualitas jaringan darat dan membuka lebih banyak penggunaan internet selama penerbangan.

Berikut beberapa aktivitas yang disebut bisa lebih lancar jika performa jaringan sesuai klaim:

  1. Menonton video streaming tanpa jeda yang berarti.
  2. Bermain gim daring dengan latensi lebih rendah.
  3. Mengirim file besar selama perjalanan.
  4. Mengakses pekerjaan berbasis cloud secara lebih stabil.

Meski begitu, performa di lapangan biasanya bergantung pada banyak faktor, termasuk jumlah penumpang yang tersambung sekaligus, kondisi rute, dan integrasi perangkat di pesawat. Karena itu, klaim teknis baru akan benar-benar teruji saat sistem berjalan di armada dengan trafik tinggi.

Mengapa Delta memilih Amazon Leo
Kemitraan ini muncul saat Amazon mempercepat pengembangan jaringan satelit orbit rendah Bumi atau low-Earth orbit. Perusahaan itu mengatakan saat ini sudah memiliki lebih dari 200 satelit di orbit dan berencana menggandakan laju peluncurannya dalam waktu dekat.

Andy Jassy menegaskan bahwa kebutuhan konektivitas semakin penting di mana pun orang berada, termasuk saat terbang. Ia menyebut kecepatan dan keandalan Leo akan berdampak besar bagi bisnis, pemerintah, dan konsumen, sekaligus mengubah pengalaman perjalanan udara.

Persaingan dalam Wi-Fi penerbangan makin panas
Kesepakatan Delta dan Amazon hadir di tengah persaingan layanan internet pesawat yang semakin ketat. Starlink milik Elon Musk lebih dulu meneken sejumlah kerja sama dengan maskapai besar, termasuk United Airlines, Southwest Airlines, dan Alaska Airlines.

Persaingan ini mendorong maskapai untuk mencari teknologi koneksi yang lebih cepat, lebih konsisten, dan lebih mudah diperluas ke armada besar. Bagi penumpang, kompetisi tersebut berpotensi menghasilkan layanan Wi-Fi yang lebih baik, meski penyebarannya tetap memerlukan waktu dan investasi yang tidak kecil.

Hubungan yang sudah terjalin antara Delta dan Amazon
Delta bukan mitra baru bagi Amazon dalam urusan teknologi. Sebelumnya, maskapai ini juga telah bekerja dengan Amazon Web Services atau AWS untuk mendukung berbagai sisi bisnisnya.

Kerja sama yang lebih luas itu menunjukkan bahwa hubungan kedua perusahaan tidak hanya berada di ranah layanan penumpang, tetapi juga menyentuh infrastruktur digital di belakang layar. Dalam konteks itu, proyek Wi-Fi penerbangan ini menjadi kelanjutan logis dari kolaborasi yang sudah terbentuk.

Dampak yang mungkin dirasakan penumpang
Jika implementasi berjalan sesuai rencana, pelanggan Delta kemungkinan akan merasakan perbedaan paling nyata pada aktivitas digital yang selama ini sering terganggu di pesawat. Koneksi yang lebih cepat bisa mengubah cara penumpang bekerja, berkomunikasi, dan mencari hiburan selama penerbangan jarak jauh.

Namun, seperti proyek konektivitas udara lainnya, hasil akhirnya akan sangat ditentukan oleh uji coba, regulasi, kesiapan perangkat keras, dan realitas penggunaan di kabin yang penuh. Sampai jaringan itu resmi aktif pada 2028, pasar masih akan memantau apakah Amazon Leo mampu memenuhi janji kecepatan tinggi yang telah diumumkan untuk layanan Wi-Fi Delta.

Berita Terkait

Back to top button