Samsung akhirnya membawa fitur pemantauan tekanan darah ke Galaxy Watch di Amerika Serikat setelah sebelumnya lama tertahan oleh persetujuan regulasi. Fitur ini mulai digulirkan untuk “sejumlah Galaxy Watch” dan menandai perluasan penting bagi lini jam tangan pintar Samsung di pasar kesehatan digital.
Langkah ini menjadi sorotan karena Galaxy Watch sebenarnya sudah memiliki sensor yang dibutuhkan sejak Galaxy Watch Active2 pada 2020, tetapi pengguna di AS belum bisa memakainya karena belum disetujui Food and Drug Administration atau FDA. Kini, hambatan itu tampaknya sudah teratasi dan pengguna di wilayah tersebut mulai mendapat akses ke salah satu fitur kesehatan paling dicari di perangkat wearables.
Fitur yang sudah lama dinanti pengguna AS
Pemantauan tekanan darah di Galaxy Watch tidak bekerja seperti pengukuran instan biasa. Pengguna harus lebih dulu melakukan kalibrasi menggunakan manset tekanan darah agar jam memiliki acuan awal yang akurat.
Setelah kalibrasi awal, proses pengukuran jadi lebih sederhana. Pengguna cukup membuka aplikasi Samsung Health Monitor di ponsel dan memulai pengukuran dari jam tangan, namun Samsung juga menekankan bahwa kalibrasi harus diulang setiap 28 hari agar hasil tetap konsisten.
Syarat penggunaan agar hasil lebih akurat
Samsung memberi sejumlah anjuran sebelum pengukuran dilakukan. Pengguna diminta tidak mengonsumsi kafein, tidak berolahraga, tidak merokok, dan tidak mandi selama 30 menit sebelum pengukuran.
- Kalibrasi lebih dulu dengan blood pressure cuff.
- Ulangi kalibrasi setiap 28 hari.
- Hindari kafein, olahraga, merokok, dan mandi selama 30 menit sebelum pengukuran.
- Gunakan aplikasi Samsung Health Monitor untuk memulai pemantauan.
Keharusan kalibrasi ini menunjukkan bahwa Samsung tidak menempatkan fitur tersebut sebagai alat diagnosa mandiri. Sebaliknya, jam tangan berfungsi sebagai perangkat pendukung untuk pemantauan kesehatan secara berkala, bukan pengganti alat medis resmi.
Model yang diduga lebih dulu mendapat pembaruan
Samsung belum menjelaskan secara tegas model mana yang akan menerima fitur ini terlebih dahulu di Amerika Serikat. Namun, informasi dari Samsung Canada memberi petunjuk bahwa fitur pemantauan tekanan darah didukung oleh Galaxy Watch Active2, Galaxy Watch3, dan model yang lebih baru.
Petunjuk itu penting karena menunjukkan bahwa Samsung kemungkinan akan memprioritaskan perangkat dengan perangkat keras yang kompatibel dan ekosistem Health Monitor yang sudah matang. Dengan begitu, pengguna model lama yang masih memenuhi syarat tetap berpeluang menikmati fitur tersebut.
Dorongan besar Samsung di pasar kesehatan digital
Samsung sudah lama mendorong Galaxy Watch sebagai perangkat pemantau kesehatan, bukan sekadar jam tangan pintar untuk notifikasi dan olahraga. Di lini ini, Samsung sudah menambahkan fitur pelacakan aktivitas, pemantauan tidur, hingga deteksi sleep apnea pada model tertentu.
Masuknya pemantauan tekanan darah memberi nilai tambah baru dalam persaingan dengan Apple Watch. Apple memang memiliki fitur pemantauan hipertensi, tetapi pendekatannya lebih terbatas dibanding pemantauan tekanan darah di Galaxy Watch yang kini tersedia lebih luas.
Sebelum peluncuran di AS ini, fitur pemantauan tekanan darah Samsung sudah tersedia di lebih dari 90 negara dan wilayah. Artinya, pengguna di Amerika Serikat menjadi salah satu kelompok terakhir yang baru bisa mengakses fitur tersebut setelah proses persetujuan regulasi selesai.
Mengapa peluncuran ini penting bagi pengguna
Bagi pengguna yang memantau kondisi jantung atau ingin memeriksa tekanan darah secara rutin, kehadiran fitur ini bisa meningkatkan kemudahan pemantauan harian. Namun, hasil tetap perlu dipahami sebagai data pendukung yang sebaiknya dibahas bersama tenaga kesehatan jika ditemukan pola yang tidak normal.
Peluncuran di AS juga menegaskan arah baru Galaxy Watch sebagai perangkat kesehatan yang makin serius. Dengan izin FDA yang kini tampaknya sudah diperoleh, Samsung membuka jalan bagi lebih banyak pengguna untuk memanfaatkan jam tangan pintar sebagai alat pemantauan kesehatan yang praktis dan terhubung langsung dengan ekosistem ponsel mereka.









