Aplikasi Kilter Hilang Tanpa Peringatan, Ribuan Catatan Panjat Lenap Seketika

Aplikasi Kilter Board mendadak hilang dari peredaran tanpa pemberitahuan yang jelas, dan ribuan pemanjat tebing kehilangan akses ke riwayat latihan mereka. Kejadian ini memicu kebingungan besar karena data yang tersimpan selama bertahun-tahun, termasuk catatan proyek, percobaan, dan ascent, tiba-tiba tidak lagi muncul di layar.

Kilter kemudian mengumumkan bahwa pengguna perlu mengunduh aplikasi baru. Dalam pernyataannya di Instagram, perusahaan menyebut aplikasi lama “diturunkan oleh perusahaan pihak ketiga yang mengoperasikannya” dan menegaskan bahwa mereka “tidak mengetahui” hal itu akan terjadi pada hari yang sama.

Apa yang sebenarnya terjadi

Masalah ini berakar pada hubungan bisnis yang rumit antara Kilter dan pengembang independen Peter Michaux, orang di balik Aurora Climbing. Sejak awal, kerja sama mereka tidak ditopang kontrak tertulis yang kuat, melainkan kesepakatan verbal.

Kondisi itu berubah menjadi sengketa hukum ketika kedua pihak mulai berbeda pandangan soal kepemilikan perangkat lunak dan merek. Michaux mengatakan Kilter mengirim surat cease and desist pada 19 Maret, sedangkan Kilter berpendapat surat itu hanya menyoal penggunaan nama, logo, dan tata letak board, bukan perintah untuk menghapus data pengguna.

Mengapa data pengguna ikut hilang

Menurut Michaux, identitas aplikasi lama sangat terikat dengan merek Kilter. Ia menjelaskan bahwa pengenal aplikasi, nama di App Store, dan koneksi server semuanya memakai unsur “Kilter”, sehingga sulit mempertahankan layanan lama tanpa melanggar permintaan hukum yang diterima.

Di sisi lain, Jackie Hueftle dari Kilter menilai surat tersebut tidak pernah secara eksplisit memerintahkan penghapusan data klimber. Namun, saat aplikasi lama ditarik dan server dimatikan pada 26 Maret, data tidak lagi bisa ditampilkan di aplikasi lama.

Dampak langsung bagi para pemanjat

Tabel berikut merangkum respons awal setelah aplikasi baru diluncurkan:

Fakta penting Data
Unduhan dalam 24 jam pertama 20.000
Total unduhan dalam tiga hari Lebih dari 35.000
Lama sejarah aplikasi lama 12 tahun
Jumlah board yang sudah dijual Kilter 2.100

Reaksi pengguna pun keras. Banyak pemanjat mengeluhkan hilangnya daftar proyek, statistik, dan log latihan yang mereka pakai untuk memantau progres. Salah satu komentar yang beredar menyebut, “RIP my 3,150 ascents,” sementara yang lain menyebut kejadian ini sebagai “worst day of my life.”

Bagaimana pengguna bisa mengambil kembali riwayatnya

Ada jalan pemulihan, meski tidak mulus. Michaux mengatakan pengguna dapat mengirim email ke support@auroraclimbing.com dengan alamat email yang sama seperti akun lama untuk menerima file JSON berisi data mereka.

Berikut langkah yang disebut dalam laporan:

  1. Gunakan email yang sama dengan akun lama.
  2. Kirim permintaan ke support@auroraclimbing.com.
  3. Minta file JSON berisi log panjat.
  4. Jika perlu visualisasi, gunakan situs pihak ketiga seperti Sandbox Bouldering atau Boardsesh.

File JSON itu memuat data percobaan dan ascent dalam format mentah. Artinya, pengguna yang ingin mengurutkan atau membaca riwayat dengan nyaman mungkin masih perlu bantuan alat tambahan.

Posisi Kilter setelah aplikasi lama ditutup

Kilter menyatakan sedang menangani banyak bug di aplikasi baru dan meminta laporan masalah dikirim melalui app.kiltergrips.com/feedback. Perusahaan juga membuka opsi klaim boulder lama di kilterboard.io/claim agar pengguna bisa memindahkan data proyek mereka.

Di tengah gangguan teknis dan gugatan yang masih berjalan, Kilter kini memegang kendali penuh atas produknya tanpa bergantung lagi pada Aurora Climbing. Perusahaan menyebut aplikasi baru sudah membawa fitur tambahan seperti verified climbs, sistem rating lima bintang, rentang grade sementara untuk problem baru, serta opsi menampilkan V-grades dan Font grades.

Meski transisi berlangsung buruk, situasi ini memperlihatkan betapa rapuhnya data latihan digital ketika sebuah produk dibangun di atas kerja sama bisnis yang tidak sepenuhnya jelas. Bagi komunitas pemanjat, kasus Kilter menjadi pengingat bahwa catatan progres bisa hilang sewaktu-waktu jika penyimpanan data, merek, dan kontrol server tidak berada di tangan yang sama.

Berita Terkait

Back to top button