Xiaomi kembali memperbarui lini streaming stick-nya dengan menghadirkan Xiaomi TV Stick HD generasi kedua yang kini memakai Google TV. Perangkat ini muncul di situs global Xiaomi, sehingga peluncuran internasional tampak sudah dekat setelah hampir lima tahun tanpa penerus yang benar-benar baru.
Namun, ada satu catatan penting yang langsung terlihat: model ini masih belum mendukung 4K. Xiaomi tetap menargetkan pengguna TV HD atau 1080p, sehingga perangkat ini lebih cocok untuk pemilik televisi lama yang ingin memperbarui fitur pintar tanpa harus mengganti TV.
Apa yang berubah di generasi baru
Xiaomi mengklaim ada peningkatan performa CPU sebesar 38% dibanding Mi TV Stick generasi pertama. Peningkatan itu datang dari penggunaan inti Cortex-A55 yang lebih baru dan GPU Mali-G31 MP2, yang seharusnya membuat navigasi antarmuka dan pemutaran aplikasi streaming terasa lebih lancar.
Selain itu, stick ini sudah mendukung decoding AV1, codec modern yang makin penting untuk efisiensi streaming. Dukungan ini juga membuat perangkat lebih siap untuk sertifikasi Google TV dan layanan populer seperti Netflix, YouTube, serta Prime Video.
Spesifikasi utama yang diumumkan Xiaomi
Berikut ringkasan fitur yang sudah diketahui dari perangkat ini:
- Resolusi keluar: hingga 1080p pada 60Hz
- Sistem antarmuka: Google TV
- Memori: 1GB RAM
- Penyimpanan: 8GB
- Konektivitas: Wi-Fi dual-band dan Bluetooth 5.0
- Port daya: micro-USB
- Fitur audio dan video: HDR10+, Dolby Audio, dan DTS:X
Kombinasi fitur itu menunjukkan Xiaomi masih menjaga posisi perangkat ini sebagai streaming stick kelas entry-level. Fokusnya ada pada kemudahan pakai dan harga yang diperkirakan tetap terjangkau, bukan pada spesifikasi premium.
Masih mengusung desain ringkas, tapi ada kompromi
Secara fisik, Xiaomi TV Stick HD generasi kedua tetap mempertahankan bentuk mungil dengan dimensi 107,4 x 30 x 14 mm. Desain ini membuatnya mudah dipasang langsung ke port HDMI televisi, dan Xiaomi juga menyediakan extender bila posisi port terlalu sempit.
Meski tampil praktis, keputusan mempertahankan micro-USB terasa kurang modern untuk perangkat baru. Banyak pesaing di pasar sudah beralih ke USB-C, sehingga pilihan Xiaomi ini bisa menjadi bahan kritik, terutama karena peluncuran produk dilakukan saat ekosistem perangkat rumahan semakin seragam ke USB-C.
Kenapa 4K terasa penting di produk baru
Pasar streaming stick saat ini sudah sangat kompetitif, dan 4K kini bukan lagi fitur premium yang sulit ditemukan. Banyak perangkat dengan harga terjangkau yang sudah menawarkan resolusi lebih tinggi, sehingga absennya dukungan 4K membuat posisi produk ini terasa lebih terbatas.
Menurut informasi yang beredar, model ini kemungkinan diposisikan untuk pasar Eropa Barat, Inggris, dan wilayah global lain dengan banderol sekitar €45 hingga €55. Sebagai pembanding, model HD generasi pertama dijual sekitar €44 atau sekitar $51, sedangkan versi 4K generasi kedua hadir di €59,99 atau sekitar $69.
Siapa yang paling cocok membeli perangkat ini
Perangkat ini paling relevan untuk pengguna yang masih memakai TV 1080p dan ingin akses ke Google TV dengan dukungan aplikasi lengkap. Untuk kebutuhan tersebut, Xiaomi TV Stick HD generasi kedua bisa menjadi solusi sederhana yang tidak memerlukan biaya besar.
Kebutuhan utama seperti akses cepat ke layanan streaming, dukungan HDR10+, dan peningkatan performa dasar sudah dipenuhi, tetapi batas 1080p, RAM 1GB, dan port micro-USB membuatnya kurang menarik bagi pengguna yang mencari perangkat jangka panjang. Di tengah tren TV 4K yang makin umum, Xiaomi kembali memilih jalur hemat fitur untuk memperbarui salah satu produk streaming paling simpel di portofolionya.
