Google kembali jadi sorotan setelah fitur AI di Discover dinilai gagal menjalankan tugas paling dasar yang selama ini sangat mudah dilakukan komputer: memblokir satu sumber secara total. Fitur bernama “Tailor your feed” justru memberi hasil yang tidak tegas ketika diminta menyembunyikan konten dari X.com, meski pengguna hanya menginginkan satu jawaban sederhana, yaitu tidak melihat sumber itu lagi.
Masalah ini muncul di tengah upaya Google membuat feed rekomendasi terasa lebih personal lewat perintah bahasa alami. Namun, pengalaman yang dilaporkan pengguna dan penguji fitur menunjukkan bahwa AI cenderung memberi respons abu-abu, bukan keputusan pasti, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas teknologi yang digadang-gadang lebih cerdas dari sistem lama.
Apa yang dilakukan fitur Tailor your feed
Fitur “Tailor your feed” hadir sebagai eksperimen di Google Labs dan harus diaktifkan secara manual. Lewat fitur ini, pengguna dapat mengetik perintah seperti keinginan untuk mengikuti topik tertentu, lalu Discover akan menyesuaikan konten yang tampil di Chrome, Google app, dan Android.
Dalam praktiknya, fitur ini tidak hanya dipakai untuk menambah minat tertentu, tetapi juga untuk mengurangi atau menghilangkan sumber yang dianggap tidak relevan. Masalahnya, ketika diminta memblokir X.com sepenuhnya, sistem tidak memberi jaminan mutlak.
Permintaan sederhana, hasilnya setengah hati
Saat perintah untuk tidak menampilkan tautan dari X.com dimasukkan, respons yang muncul justru berbunyi, “You won’t see as many posts from X going forward.” Kalimat itu kemudian disusul penjelasan lebih lanjut, “I can’t guarantee you’ll see none of something.”
Bagi banyak pengguna, dua jawaban itu terasa mengecewakan karena tugas yang diminta sebenarnya sangat mendasar. Komputer selama puluhan tahun dikenal andal untuk operasi biner, seperti ya atau tidak, tampilkan atau sembunyikan, atau izinkan dan tolak.
Keluhan pengguna bukan kasus tunggal
Pengamatan serupa juga muncul di Reddit, tempat sejumlah pengguna melaporkan bahwa permintaan untuk mengurangi kemunculan X di Discover hanya bekerja sebagian. Salah satu pengguna menyebut masih melihat satu artikel dari X, meski biasanya ada sekitar selusin.
Pengalaman itu memperkuat kesan bahwa sistem perlu diingatkan berulang kali agar benar-benar menekan konten tertentu. Bahkan setelah itu, hasilnya tetap tidak konsisten dan belum mencerminkan kontrol penuh seperti yang diharapkan.
Mengapa ini dianggap memalukan bagi AI
Kritik terhadap fitur ini bukan semata soal kenyamanan pengguna. Inti masalahnya adalah kontradiksi antara janji kecerdasan buatan dan kegagalan dalam menjalankan fungsi paling dasar yang dulu mudah dilakukan sistem komputer biasa.
Berikut perbandingan sederhananya:
| Permintaan pengguna | Hasil yang diharapkan | Hasil yang dilaporkan |
|---|---|---|
| Blokir satu sumber | Sumber hilang sepenuhnya | Sumber hanya berkurang |
| Tampilkan topik tertentu | Feed lebih relevan | Feed masih campur aduk |
| Kontrol berbasis perintah | Keputusan tegas | Respons bersyarat |
Dalam sistem rekomendasi, daftar blokir atau blocklist bukan hal baru. Browser, antivirus, hingga Internet Explorer pada masa awal sudah memiliki mekanisme serupa, sehingga kegagalan AI modern dalam urusan ini terasa ironis.
Dampaknya bagi kepercayaan pengguna
Google memiliki posisi besar dalam pencarian, browser, dan distribusi konten web. Karena itu, ekspektasi terhadap fitur kurasi berbasis AI juga tinggi, terutama ketika fitur tersebut dipromosikan sebagai cara yang lebih praktis untuk mengatur preferensi pengguna.
Namun, ketika sistem tidak bisa memastikan “tidak menampilkan sama sekali”, kepercayaan pengguna bisa menurun. Di saat yang sama, kritik juga mengarah pada budaya rekomendasi algoritmis yang makin dominan dan dianggap terlalu percaya bahwa mesin tahu lebih baik daripada pengguna.
Masalah kecil yang membuka pertanyaan besar
Kasus ini menunjukkan bahwa adopsi AI tidak selalu membuat produk terasa lebih baik jika kontrol dasarnya justru melemah. Dalam konteks Discover, pengguna masih butuh alat yang tegas, bukan jawaban samar saat meminta satu sumber dihapus dari feed.
Selama fitur seperti ini masih memberi hasil parsial untuk permintaan paling sederhana, perdebatan soal apakah AI benar-benar meningkatkan pengalaman pengguna akan terus berlanjut, terutama di layanan yang mengatur apa yang dilihat orang setiap kali membuka tab baru atau aplikasi Google.









