Artemis Berikutnya Menguji Segalanya, Dari Docking Hingga Kembali Ke Permukaan Bulan

NASA memasuki fase berikutnya dari program Artemis setelah Artemis II resmi meluncur menuju Bulan pada 1 April. Misi itu menandai penerbangan berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun dan menjadi langkah uji penting sebelum manusia kembali mendarat di permukaan Bulan.

Dalam 10 hari penerbangan, empat astronaut di kapsul Orion akan mengorbit Bulan lalu pulang ke Bumi. Sepanjang perjalanan, NASA menguji sistem penting seperti dukungan kehidupan, navigasi, dan kinerja wahana, karena data dari misi ini akan menentukan kesiapan misi berikutnya.

Apa yang sedang disiapkan NASA setelah Artemis II

NASA tidak berhenti pada sekadar mengorbit Bulan. Tujuan besarnya adalah mendaratkan astronaut di permukaan Bulan lagi, membangun pengalaman operasional di lingkungan bulan, lalu memakai pengetahuan itu untuk mendukung misi manusia ke Mars.

Urutan misi berikutnya menunjukkan pendekatan bertahap yang sangat hati-hati. NASA memilih menguji komponen kunci lebih dulu, termasuk pertemuan dan penyandaran wahana, sebelum benar-benar turun ke permukaan Bulan.

Berikut peta singkat tahap lanjut program Artemis:

  1. Artemis III: uji docking Orion dengan pendarat Bulan komersial di orbit rendah Bumi.
  2. Artemis IV: misi berawak pertama kembali ke permukaan Bulan dalam program Artemis.
  3. Artemis V dan seterusnya: awal dari misi rutin ke Bulan, dengan target sekitar setahun sekali.

Artemis III fokus pada pengujian, bukan pendaratan

Menurut rencana NASA, Artemis III ditargetkan pada 2027 dan tidak langsung membawa astronaut ke permukaan Bulan. Sebaliknya, misi ini akan memakai roket Space Launch System dan wahana Orion untuk menguji penyandaran dengan pendarat Bulan komersial di orbit rendah Bumi.

NASA menyebut akan melakukan rendezvous dan docking dengan satu atau dua pendarat yang sedang dikembangkan SpaceX dan Blue Origin. Dua nama yang disebut adalah Starship HLS dari SpaceX dan Blue Moon dari Blue Origin.

Perubahan ini penting karena misi tersebut awalnya dijadwalkan sebagai penerbangan ke Bulan. Namun NASA kemudian memindahkan fokusnya ke pengujian docking agar risiko misi berikutnya bisa ditekan.

Artemis IV akan membawa astronaut ke permukaan Bulan

Artemis IV saat ini dijadwalkan meluncur pada awal 2028 dan diproyeksikan menjadi pendaratan berawak pertama di permukaan Bulan dalam program Artemis. Ini juga akan menjadi pendaratan manusia pertama di Bulan sejak Apollo 17 pada 1972.

Misi ini akan kembali memakai kapsul Orion dan roket SLS, sementara pendarat Bulan dari SpaceX atau Blue Origin lebih dulu ditempatkan di orbit Bulan. Setelah Orion tiba, wahana akan merapat ke pendarat, lalu dua astronaut turun ke permukaan Bulan.

Di sana, mereka direncanakan tinggal selama sekitar satu minggu untuk melakukan eksperimen dan pengamatan. NASA juga menyebut lokasi pendaratan berada di Kutub Selatan Bulan, wilayah yang dianggap sangat penting karena berpotensi menyimpan es air dan sumber daya lain.

Mengapa Kutub Selatan Bulan jadi target utama

Wilayah Kutub Selatan menarik perhatian karena kondisi medannya berbeda dari lokasi pendaratan Apollo. Area itu dipercaya menyimpan jejak air beku di kawah yang selalu gelap, sehingga bisa mendukung eksplorasi jangka panjang.

Selain nilai ilmiah, lokasi itu juga strategis untuk pengembangan basis manusia di masa depan. Data geologi, komposisi tanah, dan potensi sumber daya di kawasan tersebut akan sangat berguna bagi misi yang lebih lama dan lebih kompleks.

Setelah itu, NASA ingin ritme misi yang lebih teratur

NASA menyebut Artemis V ditargetkan meluncur pada akhir 2028. Setelah itu, badan antariksa Amerika Serikat itu ingin menjalankan misi berawak ke Bulan secara kira-kira setahun sekali.

Ritme ini menunjukkan perubahan besar dibanding era Apollo yang singkat. Program Artemis tidak hanya mengejar pencapaian simbolis, tetapi juga membangun infrastruktur, kemampuan logistik, dan pengalaman operasional untuk eksplorasi antariksa jangka panjang.

Artemis I sebelumnya telah membuktikan SLS dan Orion mampu bekerja bersama dalam penerbangan tanpa awak. Artemis II kemudian membawa manusia untuk pertama kalinya ke dalam fase baru program ini, sementara Artemis III dan Artemis IV akan menentukan apakah NASA benar-benar siap kembali menginjakkan kaki di Bulan dengan rutin.

Exit mobile version