Stock futures dan bitcoin melemah pada perdagangan libur ketika imbal hasil Treasury bergerak naik, setelah data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan memicu pertanyaan baru soal ruang pemangkasan suku bunga The Federal Reserve. Laporan pekerjaan yang menunjukkan ekonomi AS menambah 178.000 pekerjaan baru pada Maret membuat pasar kembali menilai ulang arah kebijakan bank sentral.
Reaksi pasar berlangsung cepat setelah rilis data itu. Kontrak berjangka S&P 500 sempat naik tipis, tetapi kemudian berbalik melemah dan diperdagangkan turun 0,3% ke 6.599, sementara futures Dow Jones turun 107 poin atau 0,2% ke 46.625 dan Nasdaq-100 futures merosot 98 poin atau 0,4% ke 24.119, menurut data FactSet.
Imbal hasil Treasury menekan sentimen pasar
Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut menambah tekanan pada aset berisiko. Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun naik 4 basis poin ke 4,339%, dan pergerakan itu mencerminkan pandangan bahwa pasar obligasi mulai menyesuaikan peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Di pasar kripto, bitcoin juga bergerak lebih lemah. Harga bitcoin turun 0,4% ke $66.607 per koin berdasarkan CoinDesk Bitcoin Price Index, sejalan dengan pelemahan pada saham berjangka dan kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama.
Data tenaga kerja yang kuat membuat The Fed lebih hati-hati
Laporan ketenagakerjaan tersebut menjadi fokus utama karena memperlihatkan perekonomian AS masih mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar. Sonu Varghese, chief macro strategist di Carson Group, mengatakan tingkat pengangguran tetap berada di level historis rendah, yakni 4,3%, karena ekonomi masih menambah pekerjaan yang cukup untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk.
Varghese menilai kondisi itu akan menyulitkan The Fed. Ia mengatakan laporan tersebut “complicate matters for the Fed” karena tidak masuk akal untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga, apalagi di tengah potensi tekanan inflasi yang lebih besar.
Pasar derivatif suku bunga berubah cepat
Perubahan ekspektasi terlihat jelas di pasar berjangka dana federal. Data CME FedWatch Tool menunjukkan trader melihat peluang kuat bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran target saat ini 3,5% hingga 3,75% melalui 2026, setelah laporan pekerjaan dirilis.
Pada perdagangan Jumat, pasar memperkirakan peluang 77,6% bahwa The Fed tetap menahan suku bunga pada pertemuan Desember, naik dari 76,3% sehari sebelumnya. Pasar juga mulai memasukkan kemungkinan kecil, tetapi meningkat, untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun.
Berikut gambaran singkat perubahan ekspektasi pasar:
- Peluang The Fed menahan suku bunga pada Desember: 77,6%.
- Peluang kenaikan suku bunga ke 3,75%–4%: 10,1%.
- Peluang skenario kenaikan yang sama sehari sebelumnya: 0,2%.
Pasar menilai ekonomi masih tangguh
Chris Zaccarelli, chief investment officer di Northlight Asset Management, mengatakan data pekerjaan terbaru memberi dasar bahwa ekonomi masih tangguh dengan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih baik dari perkiraan dan tingkat pengangguran yang lebih rendah. Ia menambahkan bahwa kondisi itu membuat The Fed cenderung tidak terburu-buru memangkas suku bunga.
Zaccarelli juga menyoroti bahwa kekuatan pasar tenaga kerja bisa menjaga belanja konsumen tetap berjalan. Dalam ekonomi AS, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama aktivitas ekonomi, sehingga data tenaga kerja yang solid sering dianggap sebagai sinyal bahwa perlambatan belum cukup dalam untuk memaksa kebijakan longgar lebih cepat.
Apa yang dipantau investor selanjutnya
Investor kini memusatkan perhatian pada apakah data ketenagakerjaan yang kuat akan mengubah pandangan The Fed terhadap inflasi dan pertumbuhan. Selama pasar masih melihat ekonomi cukup tangguh untuk menjaga konsumsi, saham berjangka, Treasury yields, dan bitcoin berpotensi tetap bergerak sensitif terhadap tiap petunjuk baru soal arah suku bunga.
