Presiden Midnight Foundation Ingatkan, Transparansi Bisa Membatasi Masa Depan Crypto

Kripto tumbuh dari janji sederhana: pengguna tidak perlu bergantung pada bank, platform, atau perantara untuk menyembunyikan kebenaran di balik pintu tertutup. Keterbukaan itu membentuk gelombang awal industri, tetapi kini sebagian pelaku menilai transparansi yang terlalu jauh justru bisa menjadi batas baru bagi pertumbuhan crypto.

Pandangan itu disampaikan Fahmi Syed, president di Midnight Foundation, dalam wawancara dengan TheStreet Roundtable. Ia menilai industri sering menyamakan keterlihatan data dengan kebenaran, padahal dua hal itu tidak selalu sama.

Transparansi tidak selalu berarti benar

Syed menegaskan bahwa publik kerap menganggap semakin terbuka sebuah sistem, semakin tepercaya pula hasilnya. Menurutnya, asumsi itu keliru karena keterbukaan penuh tidak otomatis membuktikan validitas suatu informasi.

Saya pikir orang mencampuradukkan transparansi dengan kebenaran. Hanya karena Anda transparan, bukan berarti Anda memberikan kebenaran,” kata Syed.

Pernyataan itu menyoroti pergeseran besar di industri crypto, terutama ketika blockchain mulai digunakan di sektor keuangan, layanan kesehatan, dan perangkat lunak berbasis AI. Di area tersebut, permintaan terhadap verifikasi tetap tinggi, tetapi kebutuhan menjaga data sensitif juga semakin besar.

Midnight dorong privasi yang bisa diprogram

Midnight Foundation menawarkan pendekatan yang berbeda lewat jaringan berfokus privasi yang mereka sebut sebagai “programmable privacy” dan selective disclosure. Konsep ini memungkinkan informasi dibuka hanya kepada pihak tertentu, bukan ke semua orang di jaringan.

Proyek ini juga menekankan bahwa data, zero-knowledge proofs, dan metadata transaksi yang terlindungi tetap bisa dirahasiakan, sementara penyelesaian transaksi dan konsensus tetap berjalan di ledger publik. Genesis block Midnight dibuat pada 17 Maret 2026, yang menunjukkan proyek ini diposisikan sebagai infrastruktur aktif, bukan sekadar ide.

Syed menggambarkan blockchain sebagai “truth layer” atau lapisan kebenaran. Artinya, jaringan bisa membuktikan sesuatu itu valid tanpa memaksa pengguna membuka seluruh detail pribadi mereka.

Mengapa privasi makin penting di crypto dan AI

Dorongan untuk menjaga privasi menjadi semakin relevan saat agen AI mulai melakukan tugas dunia nyata, seperti masuk ke akun, bertransaksi, dan mengelola data atas nama pengguna. Semakin besar peran software dalam aktivitas itu, semakin banyak data sensitif yang ikut tersentuh.

Syed mempertanyakan bagaimana sistem bisa memberi bukti bahwa sebuah agen memang berwenang bertindak, tanpa harus mengetahui seluruh detail identitas dan kebiasaan penggunanya. Tantangan ini membuat isu privasi tidak lagi sekadar fitur tambahan, tetapi bagian inti dari desain infrastruktur digital.

Midnight juga memandang AI sebagai persoalan kepercayaan dengan pola yang sama. Model canggih membutuhkan data, sementara pengguna dan institusi tetap waspada terhadap cara informasi itu dikumpulkan, dibagikan, dan disimpan.

Poin utama dari pendekatan Midnight

  1. Membuktikan validitas tanpa membuka semua data.
  2. Membatasi akses informasi hanya kepada pihak yang berwenang.
  3. Menjaga transaksi tetap berjalan di blockchain publik.
  4. Mengurangi risiko paparan data sensitif di sektor kesehatan dan AI.

Pendekatan ini juga menambah warna dalam debat lama di industri crypto, yaitu apakah keterbukaan penuh benar-benar selalu menjadi nilai terbaik. Bagi Midnight, fase berikutnya crypto mungkin tidak ditentukan oleh transparansi radikal, melainkan oleh kemampuan membuktikan kebenaran sambil mengungkap lebih sedikit informasi.

Berita Terkait

Back to top button