Circle Rilis cirBTC, Upaya Baru Membuka Fungsi Bitcoin Di DeFi

Circle, penerbit stablecoin USDC yang melantai di bursa, memperkenalkan token baru bernama cirBTC untuk memberi kegunaan lebih luas pada Bitcoin. Token ini dirancang sebagai wrapped Bitcoin dengan cadangan Bitcoin asli di jaringan on-chain yang dipatok 1:1.

Langkah ini menegaskan dorongan Circle untuk membawa Bitcoin ke aktivitas keuangan terdesentralisasi atau DeFi. Perusahaan menilai banyak pemilik BTC ingin memanfaatkan asetnya untuk lending, borrowing, dan fungsi smart contract, tetapi tetap ragu memakai wrapper yang tidak transparan.

Apa yang ditawarkan cirBTC

Rachel Mayer, VP of product di Circle dan Arc blockchain, mengatakan di X bahwa Bitcoin selama ini “sitting on the sidelines of DeFi” bukan karena minat tidak ada, tetapi karena pengguna tidak percaya pada struktur wrapper. Ia menyebut cirBTC sebagai jawaban Circle yang “1:1 backed, on-chain-verifiable, and built on infrastructure the market already trusts.”

Circle juga mengandalkan reputasinya di pasar stablecoin untuk menarik minat institusi. Perusahaan menyebut “proven credibility” dan “full-stack flexibility” sebagai nilai utama cirBTC bagi pihak yang ingin menambah utilitas BTC tanpa meninggalkan prinsip verifikasi on-chain.

Cara kerja dan rencana peluncuran

Token ini akan pertama kali hadir di Ethereum mainnet dan Arc, blockchain yang dikembangkan Circle dengan fokus pada stablecoin. Integrasinya juga disiapkan langsung dengan USDC dan Circle Mint, platform penerbitan stablecoin milik perusahaan.

Jeremy Allaire, co-founder sekaligus CEO Circle, menulis di X bahwa perusahaan membawa infrastruktur yang sudah dipakai untuk USDC, EURC, dan USYC ke aset digital terbesar. Menurut dia, tujuan langkah ini adalah menciptakan infrastruktur netral untuk aplikasi baru berbasis BTC di blockchain.

Peta persaingan wrapped Bitcoin

CirBTC masuk ke pasar yang sudah diisi sejumlah token serupa, termasuk Wrapped Bitcoin (WBTC) milik BitGo dan cbBTC dari Coinbase. Keduanya sudah lebih dulu dipakai di berbagai blockchain untuk memindahkan nilai Bitcoin ke ekosistem DeFi.

Persaingan wrapped Bitcoin tidak selalu mulus. Pada Agustus 2024, kustodian WBTC mengumumkan kerja sama dengan BiT Global, perusahaan yang punya kaitan dengan pendiri Tron, Justin Sun, dan keputusan itu memicu kritik dari sebagian komunitas kripto.

Setelah itu, Coinbase meluncurkan cbBTC dan memancing komentar sinis dari Sun, yang menyebut aset tersebut sebagai “central bank of Bitcoin.” Di sisi lain, Coinbase kemudian delisting WBTC dari bursa kriptonya, yang memicu gugatan dari BiT Global atas dugaan tindakan “predatory and unfair move”, meski gugatan itu akhirnya dicabut.

Posisi pasar dan sentimen investor

Di pasar saat ini, WBTC masih menjadi wrapped Bitcoin terbesar dengan kapitalisasi pasar hampir $8 miliar. cbBTC menyusul dengan kapitalisasi pasar hampir $6 miliar, menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk turunan BTC tetap kuat meski persaingan ketat.

Namun, debut cirBTC datang di tengah tekanan pada saham Circle. Saham CRCL ditutup turun 0,53% pada perdagangan Kamis dan terakhir berpindah tangan di sekitar $90.26, setelah melemah hampir 40% dalam enam bulan terakhir.

Apa arti langkah ini bagi ekosistem Bitcoin

  1. Memberi jalur baru bagi Bitcoin untuk masuk ke aplikasi DeFi tanpa harus berpindah dari nilai dasarnya.
  2. Menawarkan alternatif wrapped BTC dengan dukungan infrastruktur Circle yang sudah dikenal lewat USDC.
  3. Membuka peluang integrasi yang lebih erat antara Bitcoin, stablecoin, dan jaringan seperti Ethereum serta Arc.
  4. Menambah kompetisi di pasar wrapped Bitcoin yang sudah sensitif terhadap isu kepercayaan dan kustodian.

Jika cirBTC berhasil menarik perhatian institusi dan pengguna DeFi, token ini bisa memperluas fungsi Bitcoin di luar sekadar penyimpan nilai. Peluncuran di Ethereum mainnet dan Arc juga menempatkan Circle di jalur persaingan langsung dengan pemain besar lain yang sama-sama ingin menjadikan BTC lebih produktif di ekosistem on-chain.

Berita Terkait

Back to top button