
Bitcoin menguat ke level tertinggi dalam tiga pekan setelah pasar merespons lebih positif kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Di perdagangan New York, aset kripto terbesar itu sempat naik hingga 5% ke $72,841, level tertinggi sejak 18 Maret, sebelum memangkas sebagian kenaikannya.
Kenaikan Bitcoin terjadi ketika aset berisiko lain juga ikut menguat. Saham melonjak, sementara harga acuan minyak mentah West Texas Intermediate turun di bawah $95 dan mendekati penurunan harian terbesar dalam enam tahun.
Pasar bereaksi terhadap meredanya ketegangan geopolitik
Pergerakan ini mengikuti keputusan Presiden AS Donald Trump yang pada Selasa menunda serangan udara AS ke Iran. Pelaku pasar menilai jeda konflik itu bisa memberi waktu bagi jalur pengiriman minyak penting di Selat Hormuz untuk kembali terbuka.
Bitcoin sempat bergerak searah dengan aset berisiko lain karena investor melihat adanya penurunan sementara dalam ancaman eskalasi di Timur Tengah. Namun, sentimen pasar tetap rapuh karena situasi gencatan senjata masih bisa berubah cepat.
Level harga yang menjadi perhatian trader
Matt Mena, strategi riset kripto di 21shares, mengatakan jika gencatan senjata tidak bertahan, Bitcoin berisiko turun ke $66,000. Pernyataan ini mencerminkan masih tingginya ketergantungan pasar kripto pada stabilitas geopolitik dan harga energi.
Adam Saville-Brown, kepala komersial di Tesseract Group, mengatakan pergerakan Bitcoin di sekitar $72,000 sedang menekan kumpulan besar likuiditas short. Ia menambahkan bahwa jika harga menembus $73,500, reli bisa berlanjut dan mendorong Bitcoin mendekati $80,000.
Data pasar menunjukkan tekanan pada posisi short
Lonjakan harga Bitcoin juga mengejutkan para trader yang memasang taruhan pada penurunan harga. Menurut data CoinGlass, lebih dari $250 juta posisi short dilikuidasi dalam satu hari terakhir, seiring harga Bitcoin terus naik.
Berikut poin penting dari pergerakan pasar terbaru:
- Bitcoin sempat naik 5% ke $72,841.
- Ether sempat menguat 7.5% ke $2,273.
- WTI turun di bawah $95.
- Lebih dari $250 juta posisi short terlikuidasi.
- Spot ETF Bitcoin di AS mencatat arus masuk bersih $471.3 juta pada Senin.
Minat institusional mulai membaik, tetapi belum pulih penuh
Glassnode menilai aktivitas spot masih lemah dan reli harga masih terasa rapuh tanpa dukungan permintaan spot yang kuat. Lembaga itu menyebut kenaikan saat ini lebih terlihat sebagai fase stabilisasi awal daripada kembalinya minat institusional secara penuh.
Data ETF juga menunjukkan perubahan arah yang cukup tajam. Produk spot Bitcoin ETF yang tercatat di bursa AS menarik dana masuk bersih $471.3 juta pada Senin, setelah hanya $22.3 juta masuk di pekan sebelumnya dan sekitar $300 juta keluar pada pekan sebelumnya lagi.
Volatilitas masih membayangi pasar kripto
Pasar kripto memang bergerak liar sejak perang dimulai pada 28 Februari karena investor khawatir gangguan besar pada arus minyak akan memicu inflasi dan menekan pertumbuhan ekonomi. Sejak saat itu, Bitcoin bergerak dalam kisaran sekitar $60,000 hingga $75,000.
Meski sempat reli, Bitcoin masih turun lebih dari 40% dari rekor Oktober di atas $126,000. Kondisi ini membuat pasar tetap sensitif terhadap setiap perubahan sentimen global, terutama yang berkaitan dengan energi, inflasi, dan arus dana institusional.









