Niantic Spatial mulai memperluas ambisinya di luar game dengan menawarkan peta dunia nyata yang bisa dipakai AI untuk memahami lingkungan secara lebih akurat. Lewat pembaruan terbaru, perusahaan ini merilis dua produk utama, Scaniverse dan VPS 2.0, yang dirancang untuk mengubah objek, ruang, dan area nyata menjadi model digital yang dapat dianalisis mesin.
Langkah ini penting karena banyak sistem AI saat ini masih bertumpu pada teks dan gambar statis. Niantic Spatial ingin membawa AI ke level yang lebih kontekstual dengan memberi akses ke data spasial, sehingga mesin tidak hanya mengenali apa yang terlihat, tetapi juga memahami posisi, jarak, dan struktur ruang di dunia nyata.
Scaniverse menjadi pintu masuk pengumpulan data
Scaniverse diposisikan sebagai platform mandiri untuk menangkap dan mengunggah data spasial dari ponsel biasa. Aplikasi ini memungkinkan pengguna memindai lingkungan sekitar, lalu membangun ulang area tersebut menjadi model digital yang bisa dipakai bersama oleh pihak lain.
Niantic menyebut Scaniverse dapat menghasilkan peta presisi tinggi, mesh fidelitas tinggi, dan splat dari perangkat sehari-hari. Sistem ini juga mendukung proyek kolaboratif, karena hasil pindai dari banyak pengguna dapat digabungkan menjadi satu model terpadu yang lebih lengkap.
Berikut fungsi utama Scaniverse yang dijelaskan Niantic Spatial:
- Menangkap kondisi ruang nyata melalui ponsel biasa.
- Mengunggah data untuk proses rekonstruksi digital.
- Menggabungkan hasil pindai dari beberapa pengguna dalam satu proyek.
- Memungkinkan validasi data lewat pratinjau peta VPS.
Pendekatan ini relevan untuk sektor konstruksi dan logistik, dua bidang yang sering membutuhkan pemetaan lokasi secara cepat dan akurat. Niantic juga menekankan bahwa aplikasi ini tetap bisa digunakan di area dengan konektivitas rendah, sehingga pekerja lapangan tetap dapat mengumpulkan data tanpa harus bergantung penuh pada jaringan stabil.
VPS 2.0 membawa posisi visual yang lebih presisi
Jika Scaniverse fokus pada pengumpulan data, VPS 2.0 berperan sebagai sistem penentuan posisi visual yang memanfaatkan data tersebut. Niantic mengatakan VPS 2.0 kini mampu memberikan “precise visual positioning” pada skala global tanpa perlu hasil pindai sebelumnya.
Namun, ketika sebuah area sudah pernah dipindai melalui Scaniverse, akurasinya bisa meningkat hingga “near centimeter-accurate 6DoF localization.” Istilah 6DoF merujuk pada enam derajat kebebasan dalam pelacakan posisi dan orientasi, yang sangat penting untuk robotika, navigasi ruang dalam ruangan, dan aplikasi industri.
Niantic juga menyebut VPS 2.0 lebih tahan terhadap degradasi GPS. Hal ini penting karena GPS sering melemah di dalam gedung, lorong sempit, area padat bangunan, atau lokasi dengan hambatan sinyal lain.
Mengapa pendekatan ini menarik bagi AI dan industri
Niantic Spatial melihat data geospasial sebagai fondasi untuk membangun “map of the real world” bagi AI. Dengan model seperti ini, sistem cerdas tidak lagi hanya memproses kata dan foto, tetapi juga memahami bentuk fisik ruang, hubungan antarobjek, dan konteks lokasi secara langsung.
Pendekatan itu punya nilai besar untuk robot, kendaraan otomatis, dan perangkat industri yang bekerja di ruang nyata. Dalam banyak kasus, robot kehilangan orientasi saat hanya mengandalkan GPS, terutama di dalam ruangan, sehingga positioning visual dapat mengisi celah yang selama ini menjadi kendala.
Teknologi ini juga sejalan dengan tren yang lebih luas di sektor AI, yaitu pergeseran dari model berbasis konten menuju model berbasis dunia nyata. Jika data dari banyak pengguna terus dikumpulkan dan dipadukan, peta spasial tersebut bisa menjadi lapisan penting bagi aplikasi masa depan yang menuntut akurasi lokasi tinggi.
Apa yang tersedia untuk pengembang dan pengguna
Niantic Spatial juga membuka dokumentasi NDSK untuk pengembang yang ingin memperbarui aplikasi mobile atau sistem robotik mereka. Dukungan ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya menargetkan pengguna umum, tetapi juga ekosistem teknis yang lebih luas.
Secara keseluruhan, kombinasi Scaniverse dan VPS 2.0 menempatkan Niantic Spatial pada jalur baru yang berfokus pada pemetaan dunia fisik sebagai data dasar AI. Dengan modal dana US$250 juta dan strategi yang kini lebih mengarah ke geospatial intelligence, perusahaan ini sedang mencoba membangun fondasi agar mesin bisa membaca realitas dengan cara yang lebih dekat ke cara manusia memahami ruang.









