Panggung TV tahun ini bergerak cepat, dan sejumlah model baru sudah menampilkan arah teknologi yang akan mendominasi pasar kelas atas hingga kelas menengah. Dari panel OLED generasi baru, Mini LED RGB, hingga fitur gaming yang makin agresif, beberapa televisi yang sudah dipamerkan menunjukkan lompatan yang cukup signifikan.
Berdasarkan rangkaian sesi hands-on di CES, Berlin, Paris, Munich, dan Suwon, ada lima model yang paling menonjol untuk dipantau konsumen yang mencari TV premium maupun alternatif lebih terjangkau. Berikut daftar yang paling menarik perhatian karena kombinasi kualitas gambar, fitur, dan nilai jualnya.
1. Philips OLED911
Philips OLED911 menjadi salah satu model paling mencolok karena hadir sebagai penerus OLED910, TV yang sebelumnya dinilai mampu menyaingi Sony Bravia 8 II dalam kualitas gambar. Model baru ini memakai panel Primary RGB Tandem OLED generasi kedua dengan klaim tingkat kecerahan yang lebih tinggi dan kemampuan anti-refleksi yang lebih baik.
Philips juga memberi peningkatan besar untuk gamer. TV ini membawa empat port HDMI 2.1, masing-masing mendukung 4K/165Hz, VRR, dan ALLM, serta menjadi TV OLED pertama di dunia yang mendukung Dolby Vision 2 Max.
2. TCL C7L
TCL C7L menargetkan pasar menengah, tetapi spesifikasinya cukup ambisius untuk kelasnya. TV ini merupakan penerus C7K yang meraih banyak pujian, dan TCL membekalinya dengan panel Super Quantum Dot Mini LED atau SQD-Mini LED.
Menurut informasi yang dipamerkan, teknologi ini menjanjikan lebih banyak zona dimming, kecerahan lebih tinggi, dan akurasi warna yang lebih baik. Bagi pasar yang sensitif harga, posisi C7L penting karena menawarkan peningkatan nyata tanpa harus masuk ke segmen flagship.
3. Samsung S99H / S95H
Samsung S99H, atau S95H untuk pasar Amerika Serikat, tampil sebagai kandidat TV OLED paling mewah di daftar ini. Samsung menyebut panel QD-OLED barunya mendapat peningkatan 700 nit pada mode gambar film, disertai perbaikan pada reproduksi warna dan pengurangan banding di konten berkualitas rendah.
Dari sisi konektivitas, TV ini punya empat HDMI 2.1 penuh di bodi utama. Saat dipasangkan dengan wireless One Connect box opsional, total port HDMI 2.1 melonjak menjadi delapan, sebuah angka yang sangat agresif untuk pengguna konsol dan perangkat hiburan beresolusi tinggi.
4. Hisense UR8
Hisense UR8 menjadi sorotan karena membawa RGB Mini LED ke level yang lebih terjangkau. Teknologi ini sebelumnya hanya hadir di TV berukuran sangat besar dan berharga mahal, termasuk model 115 inci dan 116 inci yang muncul lebih dulu pada generasi sebelumnya.
Hisense menyebut UR8 sebagai model paling murah di jajaran RGB Mini LED miliknya, dengan ukuran 55, 65, dan 75 inci. Perusahaan juga mengeklaim TV ini akan hadir dengan harga yang kompetitif, sambil tetap menawarkan kecerahan tinggi dan warna yang lebih murni.
5. Panasonic Z86C / Z85C
Panasonic Z86C, atau Z85C di Eropa, hadir sebagai OLED kelas awal yang menarik bagi pengguna yang ingin masuk ke dunia OLED dengan biaya lebih rendah. TV ini memakai panel OLED SE dari LG Display yang menghilangkan polariser untuk menekan biaya produksi.
Konsekuensinya, kemampuan menahan pantulan cahaya akan berkurang, tetapi untuk ruang gelap, kualitas hitam dan kontras OLED tetap menjadi daya tarik utama. TV ini juga mendukung refresh rate 120Hz dan dua port HDMI 2.1 yang membuatnya tetap relevan untuk gamer.
Bonus: Sony Bravia 3 II
Sony Bravia 3 II layak dipantau karena memperbaiki banyak keluhan dari pendahulunya. Model lama dinilai kurang memuaskan karena memakai panel LED direct-lit 60Hz tanpa lapisan QLED, sedangkan versi baru naik ke panel 120Hz, menambah empat HDMI 2.1, dan membawa prosesor XR yang selama ini dikenal efektif meningkatkan ketajaman gambar.
Perubahan itu belum menjadikannya penantang langsung TV premium, tetapi langkah Sony jelas mengarah ke perangkat yang lebih kompetitif di kelas pemula sampai menengah. Jika Sony menata harga dengan tepat, Bravia 3 II bisa menjadi salah satu opsi paling menarik untuk pembeli yang menginginkan fitur gaming modern tanpa harus naik ke segmen atas.
