Bitcoin kembali mendekati level $70,000 setelah naik sekitar 3% pada perdagangan 6 April, seiring meningkatnya harapan bahwa Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai gencatan senjata. Pada saat laporan itu disusun, BTC bergerak di $69,500.00 ketika pasar merespons kabar de-eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dorongan sentimen ini juga ikut mengangkat aset berisiko lain, karena pelaku pasar menilai tensi geopolitik yang mereda dapat memperbaiki suasana perdagangan global. Di tengah kondisi itu, Bitcoin kembali menjadi pusat perhatian karena pergerakan harganya sering dipakai sebagai indikator selera risiko investor di pasar kripto.
Pendorong utama reli Bitcoin
Kenaikan BTC muncul setelah media melaporkan bahwa AS dan Iran sedang membahas kemungkinan gencatan senjata selama 45 hari. Laporan yang sama menyebut peran pejabat Pakistan dalam memediasi kesepakatan yang disebut sebagai “Islamabad Accord” antara AS, Israel, dan Iran.
Ekspektasi meredanya konflik membuat pasar kembali menimbang kemungkinan lancarnya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz di sekitar Iran. Jalur ini sangat penting bagi suplai energi dunia, sehingga setiap tanda stabilisasi biasanya cepat terbaca di pasar komoditas dan aset keuangan.
Aset kripto ikut menguat
Bitcoin bukan satu-satunya aset digital yang bergerak naik pada sesi itu. Ethereum (ETH) naik 4% ke $2,150, sementara banyak kripto berkapitalisasi lebih kecil juga menguat sekitar 3% hingga 4% pada 6 April.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kripto menerima dorongan serempak dari faktor makro, bukan hanya dari sentimen spesifik terhadap Bitcoin. Saat ketegangan geopolitik menurun, investor cenderung kembali ke aset yang lebih sensitif terhadap pertumbuhan dan likuiditas.
Mengapa pasar menanggapi cepat
Harga minyak yang tetap berada di atas $110 per barel ikut memperkuat perhatian pasar terhadap risiko konflik di Timur Tengah. Jika gencatan senjata benar-benar terjadi, analis menilai pasar bisa mengalami relief rally yang cukup besar karena tekanan ketidakpastian akan berkurang.
Berikut faktor yang paling memengaruhi sentimen pasar saat itu:
- Potensi gencatan senjata AS-Iran selama 45 hari.
- Laporan mediasi yang melibatkan pejabat Pakistan.
- Harapan berkurangnya gangguan pengiriman minyak di Selat Hormuz.
- Penguatan aset berisiko, termasuk kripto dan saham yang sensitif terhadap sentimen global.
Posisi Bitcoin masih rapuh
Meski kembali mendekati $70,000, pergerakan Bitcoin belum sepenuhnya pulih. Harga BTC masih berada jauh di bawah rekor tertinggi $126,000 yang dicapai pada musim gugur lalu.
Artikel referensi juga menyebut Bitcoin telah turun 26% dalam 12 pekan terakhir, mencerminkan tekanan jual yang masih berlangsung sejak gelombang pelemahan pasar kripto yang dimulai pada Oktober. Artinya, reli terbaru lebih tepat dibaca sebagai pemulihan berbasis sentimen, bukan tanda bahwa tren turun sudah sepenuhnya berakhir.
Tabel ringkas pergerakan pasar
| Aset | Pergerakan | Harga |
|---|---|---|
| Bitcoin (BTC) | +3% | $69,500.00 |
| Ethereum (ETH) | +4% | $2,150 |
| Kripto kecil lainnya | +3% sampai +4% | Tidak disebutkan |
Dalam jangka pendek, arah Bitcoin masih sangat bergantung pada perkembangan negosiasi geopolitik dan respons pasar terhadap harga energi. Jika kabar gencatan senjata menguat, aset kripto berpeluang mendapat dukungan tambahan dari meningkatnya minat investor pada aset berisiko.







