Ceasefire Menguat, Bitcoin Langsung Berbalik Arah Setelah Tembus $70 Ribu

Harga Bitcoin kembali bergerak liar setelah sentimen gencatan senjata di Timur Tengah sempat mendorong aset berisiko menguat. Saat kabar mediasi Pakistan untuk kerangka gencatan senjata 45 hari antara Amerika Serikat dan Iran beredar, Bitcoin sempat menembus $70.000 dan pasar kripto menambah sekitar $70 miliar kapitalisasi dalam hitungan jam.

Namun euforia itu cepat memudar ketika harapan de-eskalasi melemah menjelang habisnya hitung mundur 48 jam yang diumumkan Donald Trump. Bitcoin kemudian turun 3% ke sekitar $68.300, sementara minyak melonjak 4% ke $114 dan indeks futures saham melemah 0,5% di tengah ketidakpastian baru.

Sentimen geopolitik langsung menggerakkan pasar kripto

Pergerakan cepat Bitcoin menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap perkembangan geopolitik. Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat, Iran, dan mediator regional membahas kerangka gencatan senjata yang disusun Pakistan, dan kabar itu memicu aksi beli pada kripto, saham, serta minyak.

Di pasar derivatif, sekitar $273 juta posisi short kripto dilikuidasi dalam 24 jam. Angka itu mencerminkan pergeseran tajam dari ekspektasi bearish ke bullish, lalu kembali rapuh ketika konsensus pasar soal gencatan senjata mulai goyah.

Polymarket juga mencatat peluang gencatan senjata pada 30 April naik ke sekitar 28%. Menurut analis Bitget Wallet, de-eskalasi penuh bisa mendorong Bitcoin menembus $90.000, sehingga arah harga tetap sangat bergantung pada perkembangan politik dan risiko global.

Arus institusional tetap kuat meski harga berfluktuasi

Di tengah volatilitas, Strategy kembali membeli Bitcoin setelah sempat jeda selama satu pekan. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor itu mengumumkan pembelian 4.871 BTC senilai $330 juta dengan harga rata-rata $67.700 per koin.

Pendanaan pembelian itu terutama berasal dari STRC, yang menyumbang $227 juta dari total pembelian. Sumber dana lain datang dari saham biasa senilai $72 juta, dan STRC sendiri disebut tetap aktif pada hari yang sama hingga mendukung pembelian tambahan setara sekitar 936 BTC.

Data ini menegaskan bahwa minat korporasi terhadap Bitcoin belum surut meski harga tidak stabil. Dengan total sekitar 767.000 BTC, Strategy kini menguasai kira-kira 3,65% dari suplai Bitcoin yang ada, sebuah posisi yang terus menjadi sorotan pasar.

Pergerakan Ethereum dan strategi akumulasi aset digital

Tidak hanya Bitcoin, Ethereum juga mendapat dorongan dari akumulasi besar oleh BitMine milik Tom Lee. Perusahaan itu membeli 71.252 ETH senilai sekitar $152 juta pekan lalu, sehingga total simpanannya mencapai lebih dari 4,8 juta ETH dengan nilai sekitar $10,3 miliar.

BitMine kini memegang 3,98% dari seluruh suplai Ethereum yang beredar. Perusahaan itu juga melakukan staking terhadap 3,14 juta ETH dan menghasilkan sekitar $272 juta per tahun dari imbal hasil, yang menunjukkan strategi aset digital institusional kini tidak hanya berfokus pada akumulasi, tetapi juga pada pendapatan pasif dari jaringan.

Berikut ringkasan data utama yang memengaruhi pasar kripto hari ini:

  1. Bitcoin sempat menembus $70.000 setelah kabar gencatan senjata muncul.
  2. Bitcoin kemudian turun 3% ke sekitar $68.300 saat optimisme mereda.
  3. Sekitar $273 juta posisi short kripto dilikuidasi dalam 24 jam.
  4. Strategy membeli 4.871 BTC senilai $330 juta dengan harga rata-rata $67.700.
  5. BitMine menambah 71.252 ETH senilai sekitar $152 juta dan mendekati 4% suplai Ethereum.

Pasar menunggu kepastian, bukan sekadar kabar

Kombinasi antara geopolitik, arus likuidasi, dan pembelian institusional membuat pasar kripto bergerak cepat dalam dua arah sekaligus. Investor kini menunggu apakah kabar gencatan senjata benar-benar berkembang menjadi kesepakatan, atau justru berakhir sebagai pemicu volatilitas sesaat yang kembali menekan Bitcoin dan aset berisiko lain.

Exit mobile version