Redfall kembali jadi bahan pembicaraan setelah pembaruan finalnya dibedah ulang, dan hasilnya memberi gambaran yang aneh sekaligus menyedihkan tentang game yang nyaris terbentuk. Update itu memang memperbaiki banyak sisi, tetapi juga menegaskan bahwa Redfall sejak awal lebih dekat ke ide yang besar daripada eksekusi yang matang.
Pada peluncurannya di Mei 2023, Redfall datang sebagai looter shooter vampir dari Arkane Austin yang sudah lebih dulu menuai kritik keras. Game ini dipenuhi bug, AI musuh yang buruk, tembak-menembak yang tidak memuaskan, dan dunia terbuka yang terasa kosong serta minim alasan untuk dijelajahi.
Patch final yang datang terlambat
Microsoft tidak langsung menutup pintu setelah peluncuran Redfall yang buruk. Publisher itu masih memberi waktu bagi Arkane Austin untuk merilis patch 1.4, yang disebut sebagai langkah besar karena membawa fitur baru, memperbaiki bug dalam jumlah banyak, dan meningkatkan perilaku AI musuh.
Harvey Smith, direktur kreatif Redfall, bahkan sempat menyatakan bahwa jika game ini rilis dengan isi seperti patch 1.4, hasilnya mungkin bisa berbeda. Pernyataan itu memperkuat kesan bahwa Redfall versi akhir hanya memperlihatkan potongan dari game yang seharusnya hadir sejak awal.
Apa yang sebenarnya diperbaiki
Pembaruan 1.4 menambahkan sistem Community Standing yang menjadi perubahan paling penting. Sistem ini bekerja seperti jalur progres tambahan yang diisi lewat aksi berbasis komunitas, seperti menyelamatkan warga, membuka Safe House, dan menyelesaikan misi terkait Safe House.
Beberapa bonus yang diberikan juga cukup berguna, walau tidak terdengar spektakuler. Berikut rangkuman fitur yang paling menonjol dari pembaruan tersebut.
- Peningkatan pertahanan Safe House.
- Kapasitas amunisi tambahan di Safe House.
- Kemampuan menghilang sementara.
- Kemampuan bangkit kembali setelah mati.
Sistem ini mendorong pemain menjelajahi dunia Redfall dengan lebih teliti, bukan sekadar mendorong misi utama seperti permainan tembak-menembak kooperatif biasa. Dengan begitu, game ini mulai terasa seperti mendorong pemain untuk memperhatikan kota dan isinya, bukan hanya menghabisi musuh.
Kota yang justru lebih menarik daripada gameplay-nya
Redfall ternyata masih menyimpan daya tarik di level atmosfer dan desain tempat. Kota fiksinya menangkap nuansa New England pesisir dengan cukup kuat, lewat langit mendung, suasana musim gugur, jalan bata merah, dan kawasan pinggiran yang terasa nyaman sekaligus muram.
Desain itu menampilkan kontras kelas sosial yang jelas, dari kawasan yang sudah bergentrifikasi hingga sisa-sisa industri perikanan lama. Lokasi seperti Dead Catch Records, gudang ikan tua yang berubah menjadi toko vinyl hipster, menjadi contoh bagaimana Redfall ingin membangun identitas kota yang hidup sebelum serangan vampir terjadi.
Masalah utama tetap tidak berubah
Meski patch final membantu, inti masalah Redfall tetap bertahan. Tembak-menembaknya masih terasa datar, pertarungan melawan kultus dan tentara Bellwether tetap kurang memuaskan, dan perbaikan AI hanya memberi peningkatan kecil.
Masalah lain ada pada struktur narasi dan karakter. Dunia Redfall penuh catatan, jurnal, dan log peristiwa, tetapi cara penyampaian itu terasa canggung untuk game looter shooter yang menuntut aksi cepat dan perpindahan terus-menerus.
Karakter yang dimainkan juga dibuat sebagai orang luar terhadap komunitas Redfall. Tiga karakter utama bahkan baru datang ke kota, sementara Layla pun hanya punya hubungan samar karena ingatannya telah terganggu oleh invasi vampir.
Mengapa Redfall terasa seperti versi bayangan dari ambisinya
Pendekatan itu membuat gagasan utama Redfall sulit berkembang. Game ini ingin menjadi kisah tentang memulihkan komunitas yang hancur, tetapi ia tidak memberi fondasi cukup kuat agar pemain benar-benar merasa terhubung dengan warga kota.
Secara konsep, itu bisa jadi ide yang menarik. Namun dalam praktik, Redfall justru lebih berhasil saat menampilkan suasana kota daripada saat memaksa pemain menganggap dirinya bagian dari komunitas tersebut.
Poin penting dari pembaruan final Redfall
| Elemen | Dampak utama |
|---|---|
| Community Standing | Mendorong eksplorasi dan progres tambahan |
| Safe House upgrades | Memberi manfaat praktis seperti pertahanan dan amunisi |
| Perbaikan AI | Membaik, tetapi belum cukup mengubah rasa tempur |
| Atmosfer kota | Menjadi kekuatan terbesar Redfall |
| Narasi dan karakter | Tetap terasa lemah dan kurang terhubung |
Redfall 1.4 memang lebih baik dibanding versi awal, tetapi belum cukup untuk mengubah identitas dasarnya sebagai game yang gagal mewujudkan ambisinya. Pembaruan final ini justru menegaskan bahwa di balik peluncuran yang kacau, masih ada bayangan game yang lebih padu, lebih berisi, dan mungkin cukup baik untuk memberi Redfall kesempatan hidup yang lebih panjang.






