LG G6 Makin Lebih Terang, Tapi Warna dan Hitamnya Justru Tergelincir

Author: Qoo Media

LG kembali menempatkan diri di pusat persaingan TV OLED premium lewat G6, model flagship terbaru yang diposisikan sebagai salah satu kandidat utama untuk pembeli kelas atas. TV ini memang tampil lebih terang daripada pendahulunya, tetapi temuan awal pengujian menunjukkan bahwa peningkatan tersebut datang bersama kompromi yang justru mengulang masalah lama di pasar TV modern.

Kecerahan naik, tetapi akurasi gambar ikut tertekan

Dalam pengujian yang dilakukan What Hi-Fi?, LG G6 disebut mampu tampil “notably brighter” dan menyajikan gambar yang sangat mencolok. Klaim LG soal peningkatan kecerahan hingga 20 persen dibanding G5 juga terbukti di lapangan, namun efek visual yang dramatis itu tidak datang tanpa biaya.

Masalah utama muncul saat warna dan detail tonal diperiksa lebih dekat. Pada adegan dari disk uji Civil War, langit yang seharusnya kaya gradasi justru terlihat lebih pucat, sehingga gambar terasa datar dibandingkan G5.

OLED yang mulai meniru kebiasaan Mini LED

Keluhan terbesar terhadap G6 bukan hanya soal warna. TV ini juga dinilai menaikkan level hitam secara artifisial untuk menampilkan detail area gelap, dan itu membuat bagian yang semestinya benar-benar hitam tampak agak abu-abu.

Langkah seperti itu lazim ditemui pada TV Mini LED yang mengejar detail bayangan dengan pengorbanan pada kedalaman hitam. Pada OLED, keputusan tersebut terasa janggal karena salah satu daya tarik utama teknologi ini justru ada pada kontrol cahaya per piksel dan kemampuan menghadirkan hitam yang nyaris sempurna.

Masalahnya tidak mudah diperbaiki

Pengujian juga menunjukkan bahwa penyesuaian ke menu pengaturan tidak memberi solusi berarti. Bahkan setelah mencoba beberapa mode, termasuk Filmmaker Mode yang biasanya dipakai untuk mematikan pemrosesan berlebihan, hasilnya tetap tidak berubah.

Ini menjadi catatan penting karena pembeli OLED premium umumnya menginginkan televisi yang akurat, konsisten, dan mudah dituning. Ketika gambar terang terlihat lebih mencolok tetapi kehilangan kedalaman dan keseimbangan, nilai premium dari OLED bisa terasa berkurang.

Mengapa ini penting bagi pembeli TV kelas atas

Situasi pasar membuat temuan ini semakin relevan. Menurut laporan tersebut, Sony sangat kecil kemungkinan merilis penerus Bravia 8 II dalam waktu dekat karena siklus rilis dua tahunnya dan kemitraan baru dengan TCL, sementara Panasonic hanya menghadirkan satu OLED baru tahun ini, yaitu Z86C atau Z85C di daratan Eropa.

Artinya, pada kelas flagship OLED, pilihan konsumen kemungkinan menyempit ke beberapa model utama berikut.

  1. LG G6
  2. Samsung S95H
  3. Philips 911

Dengan kompetisi yang terbatas, keputusan teknis LG menjadi semakin penting karena satu pendekatan yang keliru bisa memengaruhi arah pasar premium secara lebih luas.

Antara tampilan “wow” dan kualitas sinematik

LG G6 tetap dianggap sebagai TV yang bagus dan berpotensi memuaskan pengguna yang menyukai gambar kontras tinggi dan efek visual yang kuat. Namun, untuk penonton yang lebih mementingkan akurasi warna, konsistensi hitam, dan hasil yang mendekati referensi studio, langkah LG ini dinilai bergerak ke arah yang kurang ideal.

Masalah utamanya bukan semata kecerahan, melainkan prioritas yang tampak bergeser. Saat pabrikan terlalu fokus mengejar angka nit yang besar, ada risiko fitur dasar OLED yang paling dihargai justru tersisih, dan itulah kritik terbesar yang kembali diarahkan ke flagship terbaru LG ini.

Terbaru