Bitcoin Halving 2028 Sudah Separuh Jalan, Sinyal Langka di Tengah Arus Institusi

Hitungan menuju halving Bitcoin berikutnya kini telah mencapai titik tengah, dengan sekitar 105.000 blok tersisa sebelum hadiah blok dipotong setengah lagi. Siklus halving yang saat ini berjalan dimulai pada April 2024, dan jaringan Bitcoin diperkirakan mencapai blok 1.050.000 pada April 2028.

Pada titik itu, hadiah blok akan turun dari 3,125 BTC menjadi 1,5625 BTC per blok. Mekanisme ini sudah tertanam dalam protokol Bitcoin dan terjadi setiap 210.000 blok, atau kira-kira setiap empat tahun.

Mengapa angka 50% ini penting

Halving tidak hanya menjadi penanda teknis, tetapi juga menentukan laju masuknya pasokan baru Bitcoin ke pasar. Saat ini, penambang menghasilkan sekitar 450 BTC per hari, dan angka itu akan turun menjadi kira-kira 225 BTC per hari setelah halving berikutnya.

Dengan jumlah Bitcoin yang sudah ditambang sekitar 19,7 juta unit dari suplai maksimum 21 juta, setiap pengurangan suplai baru makin terasa dampaknya. Lebih dari 98% seluruh Bitcoin diproyeksikan sudah ditambang pada 2030, sehingga sisa penerbitan akan semakin terbatas.

Dampak pada struktur pasokan Bitcoin

Model pasokan Bitcoin yang tetap dan dapat diprediksi menjadi salah satu alasan utama aset ini kerap dipandang sebagai aset digital langka. Tidak seperti mata uang fiat yang pasokannya bisa disesuaikan oleh bank sentral, jadwal penerbitan Bitcoin berjalan transparan dan tidak bisa diubah sembarangan.

Berikut gambaran sederhana perubahan hadiah blok Bitcoin dari waktu ke waktu:

Periode halving Hadiah blok
Halving pertama 50 BTC
Halving kedua 25 BTC
Halving ketiga 12,5 BTC
Halving keempat 6,25 BTC
Halving terbaru 3,125 BTC
Halving berikutnya 1,5625 BTC

Setiap pemotongan hadiah blok mengurangi tekanan suplai baru yang masuk ke pasar. Dalam kondisi permintaan tetap kuat atau meningkat, mekanisme ini dapat memperkuat narasi kelangkaan yang selama ini melekat pada Bitcoin.

Riwayat harga dan ekspektasi pasar

Secara historis, halving sering diikuti kenaikan harga yang besar, walau besarnya keuntungan cenderung menurun dari siklus ke siklus. Pola itu membuat event halving selalu menjadi sorotan investor ritel maupun institusi.

Halving pertama terjadi pada November 2012, saat reward turun dari 50 BTC menjadi 25 BTC. Halving kedua berlangsung pada Juli 2016, lalu disusul Mei 2020, dan yang terbaru pada April 2024.

Dalam setiap siklus, pergerakan harga terbesar cenderung muncul sekitar 12 hingga 18 bulan setelah halving. Namun, performa masa lalu tidak otomatis menjadi acuan untuk siklus berikutnya karena kondisi pasar selalu berubah.

Peran institusi membuat siklus kali ini berbeda

Siklus dari April 2024 hingga 2028 dinilai berbeda dari periode sebelumnya karena hadirnya permintaan institusional yang lebih kuat. Spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat kini memegang lebih dari 1,3 juta BTC, dengan nilai sekitar $92 miliar pada harga saat ini.

Keterlibatan investor institusional ini menciptakan dasar permintaan yang dulu belum ada. Investor ETF umumnya cenderung memegang lebih lama, termasuk penasihat keuangan, dana pensiun, dan family office yang membangun alokasi portofolio.

Di sisi lain, Strategy terus menambah kepemilikan Bitcoin dengan laju yang melampaui pasokan baru dari penambangan. Perusahaan itu kini memegang lebih dari 780.000 BTC dan menyerap lebih banyak Bitcoin per bulan daripada yang diproduksi miner.

Tekanan baru bagi industri penambangan

Bagi miner, halving berarti pendapatan per blok kembali turun dan margin keuntungan bisa tertekan. Karena itu, operasi penambangan perlu terus menekan biaya lewat perangkat yang lebih efisien dan akses listrik yang lebih murah.

  1. Mengoptimalkan perangkat keras agar konsumsi energi lebih rendah.
  2. Memilih sumber listrik berbiaya rendah untuk menjaga profitabilitas.
  3. Menata ulang strategi penjualan Bitcoin hasil tambang agar arus kas tetap sehat.
  4. Meningkatkan efisiensi operasional sebelum hadiah blok dipangkas lagi.

Jadwal halving memang bergeser mengikuti tingkat kesulitan tambang dan hashrate jaringan. Estimasi saat ini menempatkan momen tersebut di sekitar April 2028, meski sebagian proyeksi memberi rentang dari Maret hingga Mei.

Dengan sekitar dua tahun tersisa menuju halving kelima, pasar mulai kembali memantau dinamika suplai dan permintaan Bitcoin. Di tengah pasokan yang makin terbatas dan permintaan institusional yang tetap aktif, siklus berikutnya diperkirakan menjadi salah satu fase paling krusial dalam sejarah monetisasi Bitcoin.

Exit mobile version