
Penggunaan kecerdasan buatan atau AI kini makin umum di pekerjaan sehari-hari, terutama untuk menulis, belajar, membuat kode, hingga bertukar pikiran. Namun, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan terlalu sering memakai AI bisa membuat kemampuan intelektual menurun dan perilaku menjadi lebih cepat menyerah saat harus bekerja tanpa bantuan teknologi.
Temuan itu menjadi perhatian karena dampaknya bukan hanya terasa saat AI dipakai, tetapi juga ketika akses ke AI dihentikan. Studi yang dilakukan tim peneliti dari Amerika Serikat dan Inggris itu menyimpulkan bahwa ketergantungan pada AI dapat mengikis ketekunan, motivasi, dan daya tahan berpikir dalam jangka panjang.
Hasil studi pada 350 peserta
Penelitian tersebut melibatkan 350 warga Amerika Serikat yang diminta menyelesaikan persamaan pecahan singkat. Lebih dari separuh peserta diberi akses ke chatbot AI untuk membantu mereka, sedangkan sisanya mengerjakan tugas tanpa bantuan teknologi itu.
Saat akses AI diputus, perbedaan perilaku langsung terlihat. Peserta yang sebelumnya memakai AI cenderung bekerja lebih buruk dan lebih sering menyerah dibandingkan mereka yang sejak awal tidak memakai AI sama sekali.
Hasil serupa muncul pada dua percobaan lanjutan. Temuan itu membuat peneliti menilai bahwa dampak AI tidak berdiri sendiri pada satu jenis tugas, melainkan dapat memengaruhi cara seseorang menghadapi pekerjaan kognitif yang membutuhkan penalaran.
Cara memakai AI ikut menentukan dampak
Peneliti menemukan bahwa efek AI tidak sama pada semua orang. Sebagian peserta memakai chatbot untuk meminta jawaban langsung, sementara sebagian lain memakainya hanya sebagai petunjuk.
Kelompok yang hanya menggunakan AI sebagai panduan tampak lebih siap saat harus bekerja tanpa bantuan teknologi. Sebaliknya, kelompok yang mengandalkan AI untuk jawaban cenderung kesulitan ketika harus kembali mengerjakan tugas secara mandiri.
Temuan ini menunjukkan bahwa cara penggunaan memiliki peran penting. AI bisa membantu proses belajar dan kerja bila dipakai sebagai alat bantu berpikir, tetapi dapat melemahkan kemampuan jika diperlakukan sebagai pengganti proses berpikir itu sendiri.
Risiko jangka panjang yang dikhawatirkan peneliti
Tim peneliti menyamakan kebiasaan menggunakan AI pada tugas kognitif seperti “katak yang direbus”, yaitu perubahan yang terjadi perlahan sehingga sulit disadari sejak awal. Mereka menilai risiko terbesarnya adalah penurunan motivasi dan ketekunan yang berlangsung lama.
- Ketekunan belajar bisa menurun karena pekerjaan terasa terlalu mudah diserahkan ke mesin.
- Kemampuan memecahkan masalah dapat melemah saat pengguna jarang berlatih mandiri.
- Keinginan untuk bertahan menghadapi tugas sulit bisa berkurang.
- Ketergantungan berlebih berpotensi memicu rasa tidak sabar saat AI tidak tersedia.
Rachit Dubey dari University of California menyoroti bahwa latihan membuat seseorang lebih baik di banyak bidang. “Latihan membuat Anda lebih baik di banyak bidang, dan itu yang diambil AI dari Anda,” ujarnya, seraya mengingatkan bahwa dampaknya bisa mengurangi inovasi dan kreativitas manusia.
AI tetap berguna jika dipakai dengan batasan
Para peneliti tidak menyimpulkan bahwa AI harus dihindari sepenuhnya. Sebaliknya, temuan ini menegaskan bahwa manfaat AI paling besar muncul saat teknologi dipakai untuk memperkuat proses berpikir, bukan menggantikannya.
Dalam praktiknya, AI bisa tetap membantu untuk mencari ide, memeriksa draf, atau memberi penjelasan awal. Namun, pengguna tetap perlu berlatih menyusun argumen, memecahkan soal, dan mengambil keputusan secara mandiri agar kemampuan intelektual tidak bergantung penuh pada mesin.
Kekhawatiran tentang dampak AI juga relevan bagi dunia pendidikan dan kerja profesional, karena keduanya sama-sama menuntut daya pikir, konsistensi, dan kemampuan bertahan menghadapi masalah. Jika kebiasaan menyerahkan semua proses ke chatbot terus meluas, peneliti mengingatkan bahwa biaya jangka panjangnya bisa berupa penurunan kualitas belajar, melemahnya kreativitas, dan hilangnya kemauan untuk berusaha lebih jauh saat tantangan muncul.
Source: www.cnbcindonesia.com








