Jakarta Dikelilingi Gedung Harta Karun Kelas Dunia, Ini Lokasi Data Center Premiumnya

Di tengah padatnya Jakarta, ada infrastruktur digital yang berperan seperti gudang bernilai tinggi bagi layanan internet dan aplikasi modern. Gedung itu adalah data center, dan di ibu kota, fasilitas semacam ini justru berdiri di kawasan dalam kota agar bisa lebih dekat dengan pelanggan dan end-user.

Salah satu operator yang punya fasilitas seperti itu adalah Digital Realty Bersama. Perusahaan ini mengoperasikan dua data center di Jakarta, yakni CGK 10 di Jakarta Barat dan CGK 11 di Jakarta Timur, yang sama-sama berada di lingkungan perkotaan dan dirancang untuk kebutuhan pusat data kelas dunia.

Lokasi yang dipilih ada di dalam kota

Pemilihan lokasi di Jakarta bukan keputusan biasa karena data center umumnya dibangun di daerah dengan lahan luas serta kebutuhan listrik dan air yang besar. Namun, Digital Realty Bersama menempatkan fasilitasnya di dalam kota dengan pendekatan premium midtown data center agar layanan bisa lebih cepat dan lebih dekat dengan pengguna.

Director Business and Commercial Digital Realty Bersama, Andha Yudha Permana, mengatakan fasilitas tersebut memang ditujukan untuk berada di dalam kota. Ia menegaskan tujuan utamanya adalah mendekatkan layanan ke pelanggan dan mempercepat pengiriman data.

CGK 10 nyaris penuh, CGK 11 masih berkembang

Dari dua fasilitas yang sudah beroperasi, CGK 10 memiliki kapasitas 1,4 MW dan sudah terisi 95 persen. Sementara itu, CGK 11 memiliki kapasitas 5 MW dan saat ini terisi sekitar 60 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap ruang dan layanan pusat data di Jakarta masih tinggi. Keberadaan dua fasilitas tersebut juga memperlihatkan bagaimana pusat aktivitas digital kini tidak lagi hanya berada di pinggiran kota, tetapi masuk ke kawasan inti bisnis dan permukiman padat.

Ekspansi besar disiapkan di Jakarta Barat dan Jakarta Timur

Digital Realty Bersama tidak berhenti pada dua lokasi itu. Perusahaan menyiapkan ekspansi di dua wilayah yang sama, dengan tambahan satu data center lagi di Jakarta Timur berkapasitas hingga 27 MW yang direncanakan mulai dibangun tahun ini.

Di Jakarta Barat, rencananya akan ada tiga data center dengan total kapasitas kurang lebih 62 MW. Bila seluruh pengembangan berjalan sesuai rencana, skala infrastrukturnya akan jauh lebih besar dan memperkuat posisi Jakarta sebagai lokasi penting bagi layanan data center.

Skala infrastruktur yang disiapkan sangat besar

Yudha menjelaskan bahwa dari sisi IT load, seluruh fasilitas tersebut akan memiliki kapasitas rak lebih dari 9.000 unit dengan total area lebih dari 20.000 meter persegi. Angka ini menunjukkan bahwa fasilitas yang dibangun bukan sekadar ruang server biasa, melainkan infrastruktur digital berskala besar yang disiapkan untuk kebutuhan beragam pelanggan.

Kapasitas sebesar itu juga menggambarkan tingginya kebutuhan akan penyimpanan data, konektivitas, dan layanan digital yang stabil di wilayah metropolitan. Jakarta pun menjadi salah satu titik strategis untuk mendukung lalu lintas data yang terus meningkat.

Dirancang sejak awal, bukan bangunan alih fungsi

Salah satu keunggulan yang ditekankan Digital Realty Bersama adalah konsep purpose-built. Artinya, data center tersebut dibangun dari nol khusus untuk pusat data, bukan hasil ubahan dari gedung lain yang semula punya fungsi berbeda.

Menurut Yudha, pendekatan ini penting karena desain bangunan, sistem pendukung, dan tata ruangnya memang disesuaikan untuk operasional data center yang mumpuni. Dengan model seperti ini, fasilitas dapat lebih optimal dalam mendukung stabilitas layanan, interkoneksi, dan skalabilitas.

Selain co-location untuk menempatkan perangkat pelanggan di dalam fasilitas, data center ini juga menawarkan interkonektivitas dalam satu lokasi. Layanan tersebut menjadi nilai tambah karena mempertemukan kebutuhan konektivitas, efisiensi, dan akses yang terhubung dalam lingkungan yang sama.

Dengan posisi di Jakarta Barat dan Jakarta Timur, dua data center ini menegaskan bahwa “harta karun” digital tidak selalu berada jauh dari pusat kota. Justru di tengah padatnya ibu kota, infrastruktur semacam ini menjadi tulang punggung yang menopang layanan data, aplikasi, dan konektivitas bagi banyak pengguna.

Source: www.cnbcindonesia.com

Terkait