Samsung Messages Disetop, Ini Cara Baru Kirim-Terima SMS Tanpa Gangguan

Author: Qoo Media

Samsung mulai menghentikan aplikasi pesan bawaannya, Samsung Messages, dan pengguna kini diarahkan ke Google Messages untuk mengirim serta menerima SMS. Perubahan ini membuat cara lama perlahan ditutup, karena Samsung tidak lagi menempatkan aplikasi pesan internalnya sebagai jalur utama komunikasi sehari-hari.

Langkah itu juga menandai peralihan yang lebih tegas bagi pengguna Galaxy yang selama ini masih memakai Samsung Messages. Setelah aplikasi tersebut dinonaktifkan, fungsinya hanya tersisa untuk komunikasi layanan darurat, sehingga pengguna perlu segera beralih agar aktivitas berkirim pesan tetap berjalan normal.

Kenapa Samsung Messages dihentikan

Samsung telah mengurangi peran Samsung Messages sejak 2021, ketika Google Messages mulai dijadikan aplikasi bawaan di sejumlah perangkat Galaxy. Kini, perusahaan melangkah lebih jauh dengan menutup aplikasi itu secara bertahap dan menyiapkan Google Messages sebagai pengganti utama.

Samsung menyebut Google Messages membawa sejumlah peningkatan yang tidak lagi diprioritaskan di aplikasi lamanya. Di antaranya adalah dukungan RCS, keamanan yang lebih stabil, dan konektivitas lintas perangkat yang lebih baik.

Fitur baru yang jadi andalan

Google Messages juga dibekali deteksi spam berbasis AI dan filter spam otomatis untuk membantu menyaring pesan yang tidak diinginkan. Selain itu, aplikasi ini memiliki akses lintas perangkat dan integrasi fitur AI Gemini yang menjadi nilai tambah bagi pengguna yang membutuhkan pengalaman komunikasi lebih modern.

Perubahan ini tidak hanya soal tampilan aplikasi, tetapi juga soal arah ekosistem pesan Samsung. Dengan beralih ke Google Messages, pengguna dipusatkan ke layanan yang lebih luas dukungannya dan lebih konsisten pada perangkat Android yang kompatibel.

Cara baru kirim dan terima SMS

Samsung sudah menyediakan panduan resmi agar perpindahan ke Google Messages berjalan lebih mudah. Saat pengguna membuka Samsung Messages, notifikasi akan muncul dan mengarahkan untuk mulai memakai aplikasi baru.

Setelah itu, pengguna hanya perlu membuka atau mengunduh Google Messages. Langkah berikutnya adalah memilih opsi “Set as default” agar aplikasi tersebut menjadi aplikasi SMS utama di perangkat.

Proses ini penting karena setelah masa penghentian berlaku, Samsung Messages tidak lagi bisa dipakai untuk komunikasi normal. Artinya, pesan harian akan bergantung pada aplikasi pengganti yang sudah diatur sebagai default.

Perangkat mana yang terdampak

Samsung menyebut pengguna yang masih memakai Android 12 dan Android 13 tetap mendapat panduan migrasi ke Google Messages. Artinya, perangkat dengan sistem operasi tersebut termasuk yang perlu segera menyesuaikan diri dengan perubahan ini.

Sebaliknya, pengguna dengan Android 11 atau versi yang lebih lama tidak terdampak langsung. Meski begitu, Samsung tetap menyarankan mereka memakai aplikasi pesan yang masih didukung agar tidak menghadapi gangguan layanan di kemudian hari.

Dampaknya ke Galaxy Watch lama

Perubahan ini juga memengaruhi sebagian pengguna Galaxy Watch lama yang masih menjalankan Tizen. Perangkat tersebut tidak lagi bisa membuka riwayat percakapan penuh karena tidak mendukung Google Messages.

Namun, jam tangan itu masih bisa dipakai untuk membaca dan mengirim SMS. Sementara itu, Galaxy Watch 4 dan model yang lebih baru berbasis WearOS tetap dapat mengakses percakapan penuh seperti biasa.

Samsung belum mengumumkan tanggal pasti penghentian Samsung Messages di bulan Juli, tetapi perusahaan sudah menegaskan bahwa setelah masa itu berakhir, aplikasi tersebut tidak lagi dipakai untuk komunikasi normal. Karena itu, pengguna yang masih bergantung pada aplikasi bawaan ini perlu segera memastikan Google Messages sudah aktif sebagai aplikasi SMS utama di perangkat masing-masing.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terbaru