Analis Yang Tepat Memperkirakan Crash 2021, Pasar Dinilai Lebih Aman Saat Powell Masih Memimpin

Analyst Benjamin Cowen, yang pernah tepat memprediksi kejatuhan pasar kripto pada 2021, menilai pasar justru bisa merindukan Jerome Powell. Ia mengatakan euforia atas kepergian Powell dari kursi ketua Federal Reserve berisiko mengulang pola yang sebelumnya juga muncul saat Gary Gensler meninggalkan SEC.

Powell pada 29 April menyampaikan pidato terakhirnya sebagai ketua The Fed dan tetap mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5%–3,75%. Dalam pernyataannya, Powell juga mengatakan akan tetap berada di Dewan Gubernur setidaknya sampai Januari 2028.

Powell dinilai lebih ramah dibanding yang terlihat

Meski sering bersitegang dengan pasar kripto lewat isu suku bunga, masa jabatan Powell disebut tetap memberi sejumlah keuntungan penting bagi industri. Pada testimoni semesterannya di hadapan Kongres pada Juni 2025, Powell menegaskan bahwa bank-bank di Amerika Serikat bebas melayani perusahaan kripto selama mematuhi standar manajemen risiko dan perlindungan konsumen.

Pada saat yang sama, The Fed menghapus istilah “reputational risk” dari kerangka pengawasan perbankan. Kebijakan itu sebelumnya kerap menjadi alasan penilaian subjektif yang menghambat akses bank terhadap perusahaan kripto.

Sikap Powell juga sempat menunjukkan nada yang lebih terbuka terhadap aset digital. Pada 2024, ia menyebut Bitcoin sebagai kemungkinan alternatif digital untuk emas, bukan untuk dolar.

Ia juga mendukung kerangka regulasi formal untuk stablecoin. Powell menyoroti bahwa volume transfer stablecoin telah melampaui Visa dan mencapai hampir $14 triliun pada tahun lalu.

Cowen melihat pola yang sama terulang

Dalam unggahannya di X pada 29 April, Cowen membandingkan situasi Powell dengan kepergian Gary Gensler dari SEC pada Januari 2025. Saat Gensler pergi, Bitcoin berada di level $109.000, sedangkan pada pertemuan FOMC terakhir angkanya berada di $75.000.

Cowen menilai perayaan atas keluarnya Gensler tidak benar-benar membebaskan pasar kripto. Ia menyebut setelah itu muncul apa yang ia sebut sebagai “the grifting age,” ketika influencer dan politisi meluncurkan memecoin serta melakukan rug pull tanpa banyak konsekuensi, sementara likuiditas industri mengalir ke aset yang tidak bernilai.

Menurut Cowen, respons yang terlalu gembira terhadap keluarnya Powell bisa menimbulkan pola serupa. Ia menulis bahwa jika banyak pihak merayakan pencopotan Powell, sejarah bisa kembali berulang seperti sebelumnya.

Kekhawatiran bukan hanya soal harga kripto

Cowen menekankan bahwa persoalan utama tidak berhenti pada pergerakan harga aset digital. Ia menilai kredibilitas institusi menjadi taruhan besar jika Federal Reserve kehilangan independensi dan berubah menjadi, seperti yang ia sebut, “another cabinet of the executive branch.”

Pandangan itu menempatkan Powell bukan hanya sebagai figur kebijakan moneter, tetapi juga sebagai simbol stabilitas kelembagaan. Dalam kerangka itu, perubahan kepemimpinan di The Fed dapat memengaruhi kepercayaan yang menopang sistem keuangan secara lebih luas.

Cowen bahkan menyampaikan bahwa beberapa tahun ke depan pasar mungkin menilai Powell lebih baik daripada yang diperkirakan saat ini. Kevin Warsh, yang dikenal cenderung pro-kripto, dijadwalkan menggantikan posisi ketua pada 15 Mei.

Perdebatan soal Powell kini tidak hanya menyentuh arah suku bunga, tetapi juga hubungan antara bank sentral, regulasi kripto, dan kepercayaan pasar. Di tengah transisi kepemimpinan tersebut, sikap kehati-hatian Powell tetap tercatat sebagai salah satu faktor yang, menurut Cowen, bisa saja baru dihargai sepenuhnya setelah ia tidak lagi memimpin The Fed.

Terkait