Gedung Putih menargetkan 4 Juli sebagai tenggat bagi DPR untuk meloloskan Digital Asset Market Clarity Act, menurut Patrick Witt, direktur eksekutif President’s Council of Advisors for Digital Assets. Target itu datang di tengah dorongan cepat dari pemerintahan untuk membawa rancangan aturan kripto tersebut melewati Kongres sebelum batas waktu simbolis itu.
Witt menyebut tenggat itu sebagai momen yang berpotensi menjadi “hadiah ulang tahun yang luar biasa” bagi Amerika saat negara itu merayakan 250 tahun. Ia juga mengakui jadwalnya sangat padat, tetapi tetap menilai lintasan pembahasannya masih mungkin dicapai.
Jadwal yang dikejar Gedung Putih
Rencana pemerintah mengarah pada markup di Senate Banking Committee pada bulan ini, lalu pemungutan suara di Senat pada Juni, sebelum DPR memberikan persetujuan final sebelum 4 Juli. Witt mengatakan waktunya sangat sempit, tetapi menegaskan bahwa jadwal itu masih realistis.
Menurutnya, keberhasilan pengesahan aturan ini penting untuk mempertahankan kepemimpinan Amerika Serikat di sektor aset digital. Ia memperingatkan bahwa bila AS tidak menetapkan standar sendiri, pihak lain yang akan menulis aturannya.
Kompromi stablecoin membuka jalan
Peluang lolosnya Clarity Act membaik setelah Senator Thom Tillis dari North Carolina dan Senator Angela Alsobrooks dari Maryland mencapai kompromi pada Jumat terkait ketentuan imbal hasil stablecoin. Kesepakatan itu melarang imbal hasil yang setara dengan simpanan bank, tetapi tetap mengizinkan hadiah berbasis aktivitas yang terkait dengan belanja.
Witt menggambarkan kompromi itu sebagai titik tengah yang justru membuat kedua kubu sama-sama tidak puas. Menurut dia, kondisi itu menandakan kompromi yang tepat karena baik industri kripto maupun bank sama-sama menanggung konsekuensinya secara seimbang.
Dukungan dan kehati-hatian dari berbagai pihak
Sejumlah pelaku industri dan legislator memberi penilaian yang berbeda soal apakah target waktu itu bisa tercapai. Paul Grewal, chief legal officer Coinbase, mengatakan pada Rabu bahwa ia sangat yakin Clarity Act akan lolos pada musim panas ini, seraya mendesak kelompok perbankan agar tidak menggagalkan peluang yang sudah dekat.
Di sisi lain, Ketua Senate Banking Committee Tim Scott pada pekan lalu menyebut RUU itu sudah berada di “red zone”. Senator Kirsten Gillibrand memberikan perkiraan yang lebih hati-hati dan menyebut pengesahan bisa selesai pada pekan pertama Agustus jika semuanya berjalan lancar.
Risiko politik masih membayangi
Meski ada dorongan baru, jalan menuju pengesahan masih dibayangi pengalaman sebelumnya ketika upaya meloloskan RUU ini tersendat karena kepentingan kripto dan perbankan gagal mencapai titik temu di isu-isu utama. Ripple CEO Brad Garlinghouse mengatakan dua pekan ke depan sangat krusial, karena jika markup di Senat tidak segera terjadi, peluang lolosnya RUU itu akan turun tajam seiring meningkatnya tekanan politik menjelang pemilu paruh waktu.
Dengan jadwal yang semakin rapat, pusat perhatian kini tertuju pada apakah Komite Perbankan Senat dapat bergerak sesuai target bulan ini. Jika itu terjadi, Gedung Putih masih melihat peluang untuk membawa Clarity Act ke garis akhir sebelum 4 Juli.






