Sangfor Indonesia Soroti Celah Keamanan Siber, Banyak Organisasi Baru Fokus Infrastruktur

Ancaman siber dinilai masih belum menjadi prioritas utama bagi banyak industri di Indonesia, meski transformasi digital terus memperluas risiko operasional. Cyber Security Consultant Sangfor Technologies Indonesia, Akhmad Rezha, menilai baru pemerintahan dan sektor perbankan yang memiliki keamanan siber lebih komprehensif.

Rezha mengatakan banyak organisasi masih terlalu fokus pada infrastruktur saat beralih ke sistem digital. Padahal, bisnis yang aman dan berkelanjutan juga memerlukan dukungan IT dan OT yang terintegrasi.

Keamanan siber harus ikut dibangun sejak awal

Pandangan itu disampaikan Rezha dalam CNBC Indonesia Tech & Telco Forum 2026, Rabu (6/5/2026). Ia menekankan bahwa keamanan siber tidak bisa ditempatkan sebagai lapisan tambahan di belakang sistem.

Menurutnya, Sangfor Indonesia menyiapkan solusi terintegrasi untuk keamanan siber. Perusahaan itu sejak awal bergerak di bidang keamanan teknologi, lalu berkembang ke infrastruktur dan virtualisasi.

Rezha menyebut pendekatan Sangfor dibangun secara by design. Dengan cara itu, setiap celah keamanan diharapkan bisa terisi dan terkoneksi secara end to end bersama IT dan OT.

Portofolio yang mencakup keamanan dan infrastruktur

Sangfor Technologies dikenal sebagai vendor global untuk solusi infrastruktur TI dengan spesialisasi di Cloud Computing dan keamanan jaringan. Produk dan layanannya mencakup Hyper-Converged Infrastructure, Virtual Desktop Infrastructure, Next-Generation Firewall, Internet Access Management, Endpoint Protection, Ransomware Protection, Managed Detection and Response, serta WAN Optimization dan SD-WAN.

Fokus perusahaan ini tidak hanya pada perlindungan sistem, tetapi juga pengalaman pengguna dan kebutuhan bisnis pelanggan. Sangfor menempatkan hal itu sebagai pusat strategi perusahaan.

Perusahaan juga menegaskan komitmen untuk terus berinovasi dan menciptakan nilai bagi pelanggan. Sasaran akhirnya adalah membantu pelanggan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

Mengapa isu ini relevan bagi industri

Kebutuhan keamanan siber semakin penting karena transformasi digital membawa lapisan risiko baru ke dalam operasi bisnis. Ketika organisasi hanya mengamankan infrastruktur tanpa memperhatikan IT dan OT, celah keamanan masih bisa muncul di banyak titik.

Rezha melihat pendekatan yang terintegrasi menjadi kunci agar perlindungan tidak terputus di tengah jalan. Ia menilai keamanan siber perlu menyatu dengan desain sistem, bukan dipasang setelah risiko muncul.

Source: www.cnbcindonesia.com

Terkait