Bitcoin ETFs Terkuras $630 Juta, Inflasi AS Memicu Pelarian Institusional dari Bitcoin

Arus keluar besar dari ETF spot Bitcoin di AS kembali menegaskan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap perubahan ekspektasi suku bunga. Pada Rabu, produk ini kehilangan $630.4 juta, menjadi penarikan harian terbesar dalam lebih dari tiga bulan.

Tekanan jual itu muncul setelah rangkaian data inflasi AS mengguncang sentimen investor institusional. Lonjakan kekhawatiran soal kebijakan Federal Reserve membuat banyak pelaku pasar beralih menjauh dari aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Dana terbesar datang dari produk unggulan

Data Farside Investors menunjukkan BlackRock lewat IBIT menanggung penarikan paling besar dengan $284.7 juta. ARK Invest melalui ARKB menyusul dengan kehilangan $177.1 juta.

Fidelity FBTC juga mencatat arus keluar $133.2 juta. Bitwise BITB keluar $35.4 juta, dan keempatnya menyumbang seluruh kerugian ETF Bitcoin spot pada hari itu.

Pembalikan cepat setelah lima minggu inflow

Penurunan ini memutus tren inflow selama lima pekan yang sebelumnya membawa sekitar $3.8 miliar net inflows hingga pekan yang berakhir pada 6 Mei. Arus keluar Rabu itu juga menjadi yang terbesar sejak 29 Januari, ketika dana-dana tersebut kehilangan $817.8 juta.

Tekanan jual sudah terlihat sebelum lonjakan terbaru. ETF Bitcoin tercatat melepas $268.5 juta pada 7 Mei dan $233.2 juta lagi pada 12 Mei.

Inflasi AS memicu perubahan sentimen

Illia Otychenko, Lead Analyst di CEX.IO, mengatakan sebagian besar arus keluar dipicu data inflasi AS pekan ini yang mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Ia menyebut inflasi April di level 3.8%, lebih tinggi dari perkiraan dan tertinggi sejak September 2023.

Sehari kemudian, indeks harga produsen atau PPI tercatat 6%, level tertinggi sejak Februari 2023. Menurut Otychenko, dua rilis itu memperkuat kekhawatiran bahwa The Fed bisa mempertimbangkan kenaikan suku bunga tahun ini.

Ia menilai tekanan inflasi tersebut memicu penghindaran risiko secara luas. Dampaknya, Bitcoin ikut terkena imbas dan ETF mengalami arus keluar yang lebih tinggi.

Sinyal bearish ikut menguat

Otychenko juga menyoroti meningkatnya posisi derivatif bearish sebagai tanda tambahan. Ia menyebut ada peningkatan deleveraging pada posisi long dan naiknya rasio put/call, yang sama-sama mengarah pada sentimen hati-hati.

Ke depan, ia menilai arah pasar akan sangat dipengaruhi harga minyak dan perkembangan di Selat Hormuz. Gangguan berkepanjangan bisa mendorong biaya energi naik dan memicu “gelombang inflasi tambahan” yang memberi tekanan lebih besar pada pasar kripto.

Ia juga menyebut hasil hearing Clarity Act hari ini berpotensi menambah volatilitas di sektor tersebut. Di pasar prediksi Myriad, pengguna hanya memberi peluang 24% bahwa blokade Selat Hormuz akan berakhir sebelum Juni.

Pada saat yang sama, peluang harga minyak mentah melonjak ke $120 turun dari 76% pada Rabu menjadi 65% hari ini. Untuk Bitcoin, pengguna Myriad menilai ada peluang lebih dari 84% bahwa langkah berikutnya akan menuju $84,000, bukan anjlok ke $55,000.

Meski begitu, sentimen jangka pendek masih berhati-hati. Pengguna hanya memberi peluang 41% bahwa BTC bisa ditutup di atas $80,000 pada Jumat pukul 4 sore UTC, sementara data CoinGecko menunjukkan Bitcoin diperdagangkan di $79,540, turun 1.6% dalam 24 jam setelah sempat menyentuh kisaran $82,000 pada akhir pekan lalu.

Pandangan lain: koreksi bisa jadi bagian normal pasar

Peter Chung, head of research di Presto Labs, meminta pasar tidak membaca terlalu dalam satu hari penarikan besar itu. Menurutnya, institusi adalah kelompok yang beragam, dan penguatan harga sering mendorong sebagian investor lain untuk mengambil untung.

Ia menggambarkan pergerakan tersebut sebagai konsolidasi yang sehat. Dalam kerangka itu, arus keluar besar tidak selalu berarti perubahan arah jangka panjang, melainkan penyesuaian posisi setelah reli sebelumnya.

Exit mobile version