BMKG kembali mengingatkan warga Jakarta dan sekitarnya untuk bersiap menghadapi hujan lebat hingga sangat lebat pada 15-17 Mei 2026. Peringatan ini muncul saat sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau sejak April 2026, tetapi hujan masih terus turun di sejumlah daerah.
Untuk Jakarta, risiko hujan paling tinggi berlaku pada 15 Mei 2026. BMKG menempatkan Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Kepulauan Seribu dalam status siaga hujan lebat-sangat lebat, sementara Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Depok masuk kategori waspada hujan sedang-lebat.
Jakarta dan Bodetabek masuk zona siaga
Ancaman hujan tidak hanya mengarah ke wilayah inti Jakarta. BMKG juga menaruh Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kota Bogor dalam status siaga pada 15 Mei 2026, sehingga kawasan penyangga ibu kota perlu ikut meningkatkan kewaspadaan.
Pola ini menunjukkan tekanan cuaca yang meluas di Jabodetabek. Dalam praktiknya, kondisi seperti ini kerap berdampak pada aktivitas harian, terutama mobilitas warga di jam berangkat dan pulang kerja.
Peringatan tiga hari berturut-turut
BMKG merilis peringatan dini hujan Indonesia untuk periode 15-17 Mei 2026. Dalam pembaruan itu, wilayah yang perlu waspada dan siaga tersebar di banyak provinsi, dari Sumatra hingga Papua.
Pada 15 Mei 2026, status waspada hujan sedang-lebat berlaku untuk Aceh, Sumut, Jambi, Sumsel, DI Yogyakarta, Bali, NTB, Kalut, Kalsel, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sultra, P. Barat Daya, P. Barat, P. Pegunungan, Papua, dan P. Selatan. Untuk kategori siaga hujan lebat-sangat lebat, BMKG mencantumkan Sumbar, Riau, Kep. Riau, Kep. Babel, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, NTT, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Sulbar, Sulsel, Malut, Maluku, dan P. Tengah.
Ancaman meluas pada 16 dan 17 Mei
Pada 16 Mei 2026, daftar wilayah waspada masih panjang dan mencakup Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kep. Riau, Sumsel, Kep. Babel, Bengkulu, Kampung, Banten, Jakarta, Jabar, Jateng, Yogyakarta, NTB, Kalbar, Kalteng, Kalut, Kalsel, Sulut, Gorontalo, Sultra, P. Barat Daya, P. Barat, P. Tengah, P. Pegunungan, dan P. Selatan.
Di hari yang sama, status siaga hujan lebat-sangat lebat ditetapkan untuk Jatim, NTT, Kaltim, Sulteng, Sulbar, Sulsel, Malut, Maluku, dan Papua. BMKG juga memberi peringatan dini angin kencang untuk Jabar dan NTT.
Pada 17 Mei 2026, wilayah waspada hujan sedang-lebat kembali mencakup banyak daerah, termasuk Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kep. Riau, Sumsel, Bengkulu, Lampung, Jabar, Jateng, Yogyakarta, Jatim, NTB, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kalut, Kalsel, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, Sultra, P. Barat Daya, P. Barat, P. Pegunungan, Papua, dan P. Selatan.
Sulut masuk level paling tinggi
Pada 17 Mei 2026, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat-sangat lebat untuk NTT, Sulteng, Malut, Maluku, dan P. Tengah. Yang paling menonjol, Sulut masuk kategori awas hujan sangat lebat-ekstrem pada hari itu.
Level awas menandakan kondisi yang lebih serius dibanding siaga dan waspada. Karena itu, warga di wilayah yang masuk daftar perlu lebih cermat mengikuti pembaruan cuaca BMKG dan menyesuaikan aktivitas harian saat hujan intensitas tinggi berpotensi turun.
Source: www.cnbcindonesia.com