KuCoin Australia Bergerak Lebih Dalam, Evolution Regulasi dan KuCard Mastercard Mengubah Cara Pakai Crypto

KuCoin mempercepat langkahnya di Australia dengan fokus yang makin jelas pada kepatuhan regulasi dan penggunaan aset digital untuk belanja harian. Perusahaan kripto ini menyebut pendekatannya sebagai “evolution”, seiring penguatan investasi, penunjukan James Pinch sebagai Managing Director Australia, dan pembukaan kantor baru di Central Business District Sydney.

Dorongan itu datang saat Australia dinilai semakin menarik bagi industri aset digital. Pinch menyebut negara itu sebagai tempat yang “exciting” karena lingkungan regulasinya makin mapan dan pasar aset digital terus berkembang.

Fokus regulasi jadi fondasi ekspansi

Di tengah reformasi aturan yang mulai berlaku dan pengawasan AUSTRAC yang semakin ketat terhadap sektor aset virtual, KuCoin menempatkan kepatuhan sebagai bagian inti dari strateginya. Pinch menegaskan bahwa produk harus cepat beradaptasi agar tetap sesuai dengan regulasi di setiap yurisdiksi.

KuCoin sendiri sudah resmi terdaftar sebagai digital currency exchange di AUSTRAC pada November 2025. Status itu memberi perusahaan ruang operasi di bawah pengawasan formal secara nasional dan membuka akses ke pasar lebih dari 20 juta konsumen dewasa.

CEO KuCoin, BC Wong, menyebut pendaftaran AUSTRAC sebagai tonggak penting dalam memperkuat arsitektur kepatuhan global perusahaan. Pernyataan itu menegaskan bahwa ekspansi ke Australia tidak hanya soal pertumbuhan bisnis, tetapi juga soal infrastruktur kepatuhan.

Australia jadi pasar yang siap menerima crypto

Pinch mengatakan warga Australia biasanya lebih dulu menerima investasi alternatif dibanding banyak pasar lain. Pandangan itu didukung riset internal KuCoin yang menunjukkan sekitar 22% warga Australia kini memiliki aset digital.

Laporan pasar Australia milik KuCoin juga menempatkan akses pendanaan sebagai tema utama bagi pengguna kripto di sana. Calon pengguna mencari platform yang patuh, tepercaya, dan minim gesekan saat melakukan on-ramp maupun off-ramp antara uang fiat dan crypto.

Data yang dikutip perusahaan menunjukkan lebih dari separuh pengguna memakai transfer bank untuk mengisi akun crypto. Sementara itu, sedikit di atas 40% menggunakan kartu kredit dan debit, kurang dari sepertiga memakai dompet digital, dan kurang dari seperempat menggunakan P2P trading.

KuCard diarahkan untuk penggunaan sehari-hari

Untuk menjawab kebutuhan itu, KuCoin meluncurkan KuCard di Australia sebagai kartu debit virtual berbasis crypto. Kartu ini dapat dipakai untuk transaksi di seluruh jaringan yang menerima Mastercard, termasuk lewat Apple Pay dan Google Pay.

Perusahaan menyebut KuCard dirancang agar sesuai dengan kebiasaan pembayaran yang sudah dikenal pengguna Australia. Tujuannya adalah membuat crypto lebih mudah dipakai di luar aktivitas trading dan investasi.

Transaksi KuCard dapat dilakukan menggunakan USDC, dan sejak peluncuran tersedia 37 trading pair yang melibatkan stablecoin tersebut. Aset digital akan langsung dikonversi ke mata uang fiat saat penyelesaian transaksi, sehingga pengguna tidak perlu melakukan konversi manual lebih dulu.

Mastercard ikut masuk ke jalur penggunaan crypto

Mastercard menilai KuCard membuat aset digital lebih nyata kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Christian Rau, senior vice president of digital commercialization Mastercard, mengatakan kartu itu membantu mendorong belanja aset digital dalam skala besar dengan cara yang aman, terjaga, dan sesuai aturan.

Pinch menyebut KuCard menghubungkan aset digital ke transaksi riil lewat pengalaman pembayaran Mastercard yang familiar. Ia menegaskan bahwa untuk pengguna harian, utilitas adalah titik penentunya.

Menurut Pinch, Australia telah menjadi salah satu pasar kunci KuCoin untuk strategi market regulated markets dan lokalisasi global. Peluncuran KuCard juga dipandang sebagai kelanjutan dari upaya membangun ekosistem produk yang mencakup trading, pengelolaan aset, dan pembayaran.

Pihak KuCoin menambahkan bahwa peluncuran KuCard bukan sekadar hadirnya produk pembayaran terpisah. Langkah itu disebut sebagai bagian dari strategi lokal yang lebih luas untuk menghubungkan akun aset digital dengan skenario belanja nyata dan mendorong penggunaan praktis di kehidupan sehari-hari.

Terkait