Saham Nvidia dan AMD berpotensi kembali tertekan saat bursa AS dibuka pada Senin setelah Bureau of Industry and Security atau BIS mengeluarkan panduan akhir pekan yang memperluas aturan lisensi untuk chip AI canggih yang dijual ke perusahaan milik China di luar negeri. Pasar kini menilai dampaknya, meski langkah ini lebih berupa pengetatan penegakan daripada larangan baru yang menyeluruh.
Sinyal tekanan itu sudah pernah muncul sebelumnya. Draft aturan yang mewajibkan persetujuan untuk ekspor chip AI global sempat menekan saham Nvidia 1,8% dan AMD 2,2% dalam sesi sebelumnya, sehingga reaksi serupa, meski lebih terbatas, dinilai mungkin terjadi lagi.
Aturan baru menargetkan chip kelas atas
Kebijakan terbaru ini menyasar prosesor AI papan atas, termasuk keluarga Rubin dan Blackwell milik Nvidia serta akselerator MI350x dari AMD. BIS kini mewajibkan lisensi untuk setiap pembeli yang ultimate parent-nya berada di China.
Aturan ini datang setelah rangkaian pembatasan ekspor semikonduktor canggih ke China yang sudah lebih dulu ada. Pemerintahan Trump mencabut kerangka lebih luas buatan era Biden sebelum aturan itu efektif pada Mei 2025, tetapi pembatasan berbasis entitas tetap dipertahankan.
Celat penegakan diduga dimanfaatkan selama setahun
Penghentian aturan era Biden itu menciptakan jeda penegakan selama setahun. Sumber industri menyebut ratusan ribu chip canggih lolos ke pembeli yang terkait China di luar negeri selama periode tersebut.
Singapura dan Malaysia disebut termasuk jalur yang dicurigai sebagai hub perutean. Di saat yang sama, jaksa federal sebelumnya telah menuntut operator jaringan penyelundupan GPU senilai $2,5 miliar yang dikaitkan dengan pola pengalihan serupa.
Dampak langsung ke pendapatan belum tentu besar
Meski sentimennya negatif, dampak ke laba Nvidia disebut mungkin terbatas. Nvidia mengungkapkan nol pengiriman Data Center Hopper ke China pada fiskal Q1 2027, turun dari $4,6 miliar setahun sebelumnya.
Pendapatan Data Center secara total tetap mencetak rekor $75,2 miliar berkat permintaan Blackwell 300. Itu membuat pasar juga menimbang apakah pengetatan baru lebih banyak menggeser kapasitas penjualan ke pelanggan AS dan sekutu, bukan langsung memangkas seluruh permintaan.
Kepatuhan akan makin ketat di jalur distribusi
Aturan baru menuntut eksportir memverifikasi ultimate parent dari setiap pembeli, bukan hanya negara tujuan. Distributor dan reseller cloud juga harus menjalani pemeriksaan know-your-customer yang lebih ketat.
Di atas itu, pembatasan untuk entitas tertentu dan ekspor ke Timur Tengah telah menumpuk di atas kerangka China sejak 2024. Karena itu, pasar melihat tekanan kali ini bukan hanya soal satu pengumuman, tetapi soal jaringan kepatuhan yang makin rumit bagi pemasok chip AI.
Sentimen di saham semikonduktor juga bisa merembet ke aset terkait AI lainnya. Token kripto bertema AI kerap bergerak searah dengan saham semikonduktor AS, sehingga pelemahan sentimen chip berpotensi menekan aset-aset itu saat sesi tunai dimulai.
