Lara Croft kembali dengan wajah baru, suara baru, dan pendekatan yang lebih besar dari sebelumnya. Melalui Tomb Raider: Legacy of Atlantis, karakter ikonik itu tidak sekadar dihidupkan ulang, tetapi dibangun lagi sebagai reimagining dari debutnya pada 1996 untuk generasi pemain yang berbeda.
Proyek ini pertama kali diumumkan di The Game Awards 2025, lalu kembali mencuri perhatian saat Summer Game Fest 2026 dibahas menjelang rilisnya pada 2027. Alix Wilton Regan menjadi pusat sorotan karena ia mengisi suara sekaligus melakukan full performance capture untuk Lara Croft.
Proses casting yang panjang dan tertutup
Regan menggambarkan proses perekrutan itu sebagai casting yang sangat tradisional, tetapi juga penuh kerahasiaan. Agen resminya menghubunginya saat ia sedang liburan di Italia dan menekankan bahwa proyek itu wajib diikuti tanpa kompromi.
Saat itu, identitas proyek masih disamarkan dengan kode. Baru setelah ditanya lebih jauh, Regan mengetahui bahwa peran tersebut adalah Lara Croft untuk game Tomb Raider yang baru.
Ia menjalani empat putaran audisi selama sekitar delapan bulan sebelum akhirnya mendapat peran itu. Bagi Regan, hasil tersebut terasa seperti momen yang menutup lingkaran setelah nama dirinya pernah masuk daftar kandidat Lara Croft versi PlayStation Magazine pada pertengahan 2010-an.
Fisik, suara, dan tuntutan performance capture
Karena menjalani full performance capture, Regan tidak hanya dituntut mengisi suara. Ia juga harus menyiapkan tubuhnya agar mampu membawa gestur, gerak, dan intensitas Lara dalam adegan-adegan yang direkam langsung.
Persiapan itu mencakup latihan beban tiga kali seminggu, lari, dan boxing. Ia juga memanfaatkan rutinitas pagi di Los Angeles dengan bangun pukul 5 pagi, membalas pesan dari London, lalu berlari di Baldwin Hills atau pergi ke gym sebelum masuk ke sesi capture.
Menurut Regan, tuntutan fisik itu penting agar ia benar-benar terasa kuat di dalam adegan. Ia mencontohkan kebutuhan untuk tetap bisa melawan saat karakter sedang digambarkan ditahan beberapa pria dalam sebuah scene.
Dari sisi suara, Regan memilih pendekatan yang berangkat dari fisik terlebih dahulu. Ia membangun groundedness, rasa percaya diri, dan energi yang lebih berakar di tubuh, lalu membiarkan itu memengaruhi warna vokalnya.
Ia menyebut Lara berada di register yang lebih rendah, dengan karakter suara chest voice yang tegas. Selain itu, ia juga memberi perhatian pada humor kering dan gaya bicara khas Inggris yang selama ini melekat pada Lara Croft.
Lara yang lebih unapologetic
Regan menilai daya tahan Lara Croft dalam budaya pop datang dari kombinasi yang jarang dimiliki karakter perempuan lain saat pertama kali muncul. Lara hadir sebagai protagonis perempuan yang kuat, mandiri, percaya diri, cerdas, dan memiliki daya tarik global melalui kepribadian serta identitas British-nya.
Ia juga menyoroti bagaimana Lara menyeberang dari video game ke sampul majalah, lalu ke film-film yang dibintangi Angelina Jolie, sebelum kembali hadir dalam berbagai game berikutnya. Bagi Regan, pengaruh itu membuat Lara tetap relevan bahkan setelah tiga dekade.
Dalam proyek baru ini, ia menggambarkan Lara sebagai sosok yang semakin unapologetic. Ia menilai ada sesuatu yang sangat unik saat seorang perempuan bisa menyampaikan kalimat dengan tegas tanpa rasa minta maaf, dan itulah kualitas yang menurutnya melekat pada Lara versi terbaru.
Reimagining, bukan remake
Regan menegaskan bahwa Legacy of Atlantis bukan remake atau remaster. Game ini dirancang sebagai reimagining yang tetap setia pada inti petualangan pertama, tetapi diberi banyak twist, kejutan, dan pengembangan karakter yang lebih luas.
Ia menyebut game ini akan terasa familiar bagi pemain yang pernah menikmati Lara Croft di 1996. Namun, cerita dan presentasinya juga dibentuk ulang agar cocok untuk audiens modern tanpa kehilangan identitas dasar seri Tomb Raider.
Bagi Regan, satu kalimat merangkum Lara yang ia mainkan kali ini: “bigger, bolder than ever.” Ia juga menyebut karakter itu sebagai versi klasik yang kembali tampil dengan kepercayaan diri penuh, sesuatu yang menurutnya membuat Lara tetap menonjol di era sekarang.
Desain karakter yang jadi perhatian
Salah satu detail yang ikut mencuri perhatian adalah desain baru Lara, termasuk kostum ikoniknya yang direimajinasikan. Regan mengatakan ia melihat langsung bagaimana tim animasi dan desain membentuk sosok Lara agar terlihat kuat, menarik, dan tetap sesuai dengan karakter seorang petualang yang sibuk menjelajah makam.
Ia bahkan memuji bentuk tubuh Lara dalam desain baru itu sebagai sangat meyakinkan untuk seorang pemburu artefak. Menurut Regan, tampilan itu terasa seperti versi tubuh perempuan yang memang hidup untuk tomb raiding, bukan sekadar tampil gaya.
Tom Raider: Legacy of Atlantis dijadwalkan hadir di PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan PC pada 12 Februari 2027. Sementara itu, game original lain berjudul Tomb Raider: Catalyst juga disiapkan untuk debut pada 2027 dengan latar bencana mistis yang membawa Lara ke India Utara.
