
Prada kini bukan hanya soal panggung mode Milan, tetapi juga soal perlengkapan yang bisa dipakai manusia di Bulan. Bersama Axiom Space, rumah mode Italia itu memperkenalkan Liquid Cooling and Ventilation Garment (LCVG), lapisan dalam berteknologi tinggi yang akan dikenakan astronaut NASA pada misi lunar mendatang.
Peluncuran ini menandai langkah terbaru dari kerja sama yang semakin penting dalam program Artemis milik NASA. Program itu menargetkan kembalinya manusia ke permukaan Bulan untuk pertama kalinya sejak Apollo 17 pada 1972.
Lapisan dalam yang menentukan keselamatan
Meski tidak terlihat dari luar, LCVG memegang peran krusial dalam sistem pakaian antariksa. Menurut Axiom Space, pakaian ini dirancang untuk mengatur suhu tubuh dan aliran udara saat astronaut bekerja di lingkungan ekstrem.
Di dalamnya terdapat tubing yang mengalirkan cairan pendingin, sementara saluran ventilasi terpisah membantu memasok oksigen dan membuang karbon dioksida. Fungsi ini menjadi sangat penting saat astronaut berada di permukaan Bulan dalam durasi panjang.
Kebutuhan itu makin besar karena wilayah kutub selatan Bulan dapat menghadirkan perubahan suhu yang sangat ekstrem. Axiom menyebut astronaut bisa menghadapi selisih suhu ratusan derajat antara area yang terkena sinar matahari dan area yang berada di bayangan.
Prada tetap meninggalkan jejak desain
Walau fokus utamanya adalah keselamatan dan performa, desain LCVG tetap membawa ciri khas Prada. Pakaian yang pas di tubuh itu memiliki detail seperti lengan dengan lubang untuk ibu jari, bagian kaki model stirrup, serta aksen garis merah khas Prada.
Jonathan Cirtain, CEO dan Presiden Axiom Space, menyebut perpaduan estetika dan fungsi ini jarang terjadi. Dalam acara peluncuran di Prada pada 7 Juni, ia mengatakan bahwa ini adalah “safety suit” yang sekaligus merupakan “a really remarkable piece of technology.”
Pernyataan itu menegaskan bahwa tampilan futuristis bukan satu-satunya tujuan. Axiom dan Prada menempatkan kebutuhan astronaut sebagai pusat pengembangan desain.
Kolaborasi yang melampaui dunia mode
Kerja sama Prada dan Axiom pertama kali diumumkan pada 2023, ketika Prada engineers disebut akan membantu mengembangkan komponen sistem pakaian luar angkasa AxEMU. Setahun kemudian, keduanya memperlihatkan desain bagian luar pakaian lunar yang akan melindungi astronaut dari suhu ekstrem dan debu Bulan yang abrasif.
Kini, publik mendapat gambaran lebih dekat tentang lapisan yang paling melekat ke tubuh astronaut. Lapisan inilah yang menjadi fondasi agar jalan di Bulan dapat dilakukan lebih lama dan lebih aman.
Lorenzo Bertelli, Chief Marketing Officer Prada Group sekaligus Head of Sustainability, mengatakan kolaborasi ini akan berlanjut melampaui tonggak pertama tersebut. Ia menyebut proyek itu lahir dari kombinasi keahlian Axiom Space dan pengetahuan Prada dalam desain, pembuatan pola, serta material canggih.
Teknologi, material, dan kebutuhan manusia
Axiom dan Prada menekankan bahwa tim teknik dan material Prada bekerja bersama spesialis aerospace untuk mengembangkan tekstil dan teknik manufaktur yang mampu bertahan di kondisi lunar ekstrem. Pendekatan itu membuat proyek ini tidak sekadar kerja sama branding, melainkan penggabungan kemampuan industri yang berbeda.
Prada dinilai membawa keahlian yang relevan dalam material canggih, konstruksi pakaian, dan desain yang berpusat pada manusia. Di sisi lain, Axiom membawa pengalaman antariksa yang dibutuhkan untuk memastikan setiap detail tetap aman bagi astronaut.
Russell Ralston, Senior Vice President of Spacecraft Development di Axiom Space, mengatakan LCVG bekerja setiap menit astronaut berada di luar kendaraan mereka. Ia menyebut lapisan ini menjaga lingkungan termal, mendukung pernapasan, dan membantu astronaut saat mereka mendorong kemampuan fisik ke batasnya.
Dengan kolaborasi ini, masa depan eksplorasi Bulan mungkin akan mempertemukan dua dunia yang selama ini tampak berjauhan. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, astronaut Artemis bisa menjadi manusia pertama dalam sejarah yang mengenakan Prada di Bulan.









