Di pedalaman pegunungan Taiwan, sebuah pohon raksasa kini tercatat sebagai yang tertinggi di seluruh Asia Timur. Pohon Taiwania cryptomerioides bernama resmi “Pedang Langit Sungai Da’an” itu menjulang 84,1 meter, lebih tinggi dari gedung bertingkat 20.
Bagi masyarakat adat Rukai, sosok ini punya nama yang lebih puitis: “pohon yang menyentuh bulan.” Julukan itu terasa pas karena pohon ini tumbuh di kawasan terjal, tertutup hutan lebat, dan lama tersembunyi dari perhatian luas.
Pencarian lebih dari satu dekade
Penemuan pohon ini bukan hasil kebetulan. Sebuah tim yang menyebut diri mereka “pencari pohon Taiwan” meneliti hutan-hutan terpencil selama lebih dari sepuluh tahun dengan melibatkan pemanjat pohon profesional, ahli ekologi, geologi, dan spesialis penginderaan jauh.
Upaya resmi mereka dimulai pada Agustus 2014. Ekspedisi awal menuju kawasan konservasi Cilan berfokus pada kelompok pohon legendaris yang dikenal sebagai “Tiga Saudari Chilan”.
Salah satu pohon di kelompok itu tercatat setinggi 69,3 meter dengan diameter batang hampir tiga meter. Pohon tersebut sempat menarik perhatian internasional setelah didokumentasikan tim spesialis dari Australia pada 2017.
Keberhasilan itu mendorong penelusuran ke wilayah yang lebih jauh dan lebih sulit dijangkau. Tim lalu bergerak ke area dekat Gunung Benya dan Danau Hantu Besar, yang dianggap sakral oleh masyarakat adat setempat.
Medan ekstrem dan teknologi LiDAR
Untuk mencapai lokasi, para peneliti harus mendaki selama empat hari sambil membawa peralatan berat. Mereka kemudian menghadapi tantangan lain, karena pengukuran tinggi pohon dari permukaan tanah sulit dilakukan secara akurat di tengah dedaunan rapat dan kontur tanah yang curam.
Tim akhirnya mengandalkan teknologi LiDAR, yaitu pemindaian 3D yang menembakkan laser dari udara untuk memetakan medan dan tinggi pohon. Namun, kondisi permukaan tanah Taiwan yang berlekuk dan curam membuat algoritma komputer sering keliru, dengan tingkat kesalahan yang disebut mencapai 93%.
Solusinya datang dari partisipasi publik. Sejak 2020, ratusan warga Taiwan membantu meneliti data gambar hasil pemindaian LiDAR, menyaring puluhan ribu data yang tidak akurat, dan menandai kandidat pohon yang berpotensi paling tinggi.
Kerja bersama itu melahirkan “Peta Pohon Raksasa Taiwan” pada akhir 2022. Peta tersebut mencatat ada 941 pohon dengan ketinggian lebih dari 65 meter yang tersebar di seluruh pulau.
Ditemukan setelah perjalanan berat
Berkat peta itu, tim akhirnya menemukan target utama pada Januari 2023. Perjalanan menuju lokasi sangat berat, dengan penelusuran aliran sungai sepanjang 20 kilometer dan pendakian lereng curam selama dua hari.
Setibanya di sana, peneliti memanjat pohon hingga ke puncak dan mengukurnya menggunakan tali ukur. Hasilnya menetapkan “Pedang Langit” sebagai pohon tertinggi dengan tinggi 84,1 meter.
Hingga awal 2026, tim telah menemukan sepuluh pohon Taiwania raksasa yang tingginya melebihi 70 meter. Dua di antaranya bahkan menembus 80 meter, menunjukkan masih banyak kandidat raksasa lain di hutan Taiwan.
Hutan penyimpan karbon yang sangat padat
Temuan ini tidak hanya penting dari sisi ukuran. Penelitian pada 2024 menunjukkan kawasan hutan tempat pohon ketiga tertinggi Taiwan tumbuh memiliki densitas karbon 1.384,5 Mg per hektare.
Angka itu menempatkan hutan Taiwan sebagai area carbon storage terpadat di dunia, sejajar dengan hutan tua paling terkenal di muka bumi. Para peneliti menyebut pohon-pohon yang “menyentuh bulan” bukan hanya keajaiban alam, tetapi juga penjaga lingkungan yang sangat penting.
Di dekat Gunung Benya, tim juga menemukan satu hektare hutan yang berisi 11 pohon raksasa. Di sekitar Danau Hantu Besar, mereka melihat kelompok sekitar 30 pohon Taiwania yang tumbuh rapat dan masih utuh.
Taiwan sendiri memiliki 258 puncak gunung di atas 3.000 meter. Medan yang sulit dijangkau membuat sebagian besar wilayah itu tetap lestari dan masih menyimpan kekayaan alam yang luar biasa.
Source: www.cnbcindonesia.com