Spotify diam-diam mengembalikan ikon aplikasi iPhone ke logo 2D aslinya setelah sekitar sebulan memakai versi disco ball yang memicu banyak keluhan dari pengguna. Perubahan itu terlihat pada pembaruan aplikasi Spotify iOS pada Kamis, 11 Juni, yang menyingkirkan ikon bola cermin hijau menyala yang sempat hadir sejak pekan kedua Mei.
Ikon disco ball tersebut awalnya dipasang sebagai bagian dari perayaan 20 tahun Spotify. Desain itu terhubung dengan pengalaman in-app mobile-only bertajuk “Spotify 20: Your Party of the Year(s)” yang menampilkan kilas balik riwayat mendengarkan musik pengguna.
Spotify sejak awal menyebut perubahan itu bersifat sementara. Namun, bagi banyak pengguna, tampilan baru justru terasa mengganggu karena dianggap kurang enak dilihat di layar ponsel kecil dan dinilai seperti terlihat pixelated.
Reaksi negatif muncul cukup cepat di media sosial. Salah satu pengguna di X bahkan menulis komentar keras terhadap desain itu, sebelum akun resmi Spotify menanggapi pada 17 Mei dengan pesan bahwa “glitter is not for everyone” dan ikon Spotify reguler akan kembali pada minggu berikutnya.
Meski ada juga yang membela langkah itu sebagai upaya kreatif dan perayaan yang meriah, gelombang kritik menunjukkan betapa sensitifnya pengguna terhadap perubahan kecil pada elemen visual yang sangat sering mereka lihat. Dalam kasus ini, perubahan yang tampak sepele justru cukup untuk memicu penolakan luas.
Kembalinya logo lama menandai berakhirnya eksperimen visual yang tidak bertahan lama di perangkat Apple. Spotify kini kembali menggunakan ikon yang lebih dikenal pengguna, dan langkah ini memperlihatkan bahwa bahkan pembaruan desain terkecil pun bisa berdampak besar pada persepsi publik.
