Harga Laptop Makin Mahal, Pedagang Ramai-Ramai Beralih ke Laptop Murah Baru Intel

Author: Qoo Media

Harga laptop yang terus naik mulai mengubah perilaku pedagang dan pembeli perangkat elektronik. Di tengah kelangkaan chip memori global, banyak penjual melihat konsumen makin menahan diri untuk membeli laptop dan HP baru.

Situasi itu membuat Intel mencari jalan keluar lewat Project Firefly. Inisiatif ini dirancang untuk menghadirkan laptop murah atau entry-level dengan pendekatan berbeda, termasuk memanfaatkan komponen yang biasa dipakai di smartphone.

Strategi baru di tengah tekanan harga

Project Firefly tidak hanya berfokus pada chip. Intel juga menstandarisasi proses desain laptop agar pengembangan bisa lebih cepat dan lebih sederhana bagi para mitra pembuat perangkat.

Langkah ini ikut mengubah sumber komponen yang dipakai. Intel tidak lagi bertumpu pada rantai pasokan PC tradisional, melainkan memakai pasokan dari smartphone dan tablet.

Perubahan paling penting ada pada memori dan audio. Tech Spot melaporkan bahwa dua komponen itu akan diproduksi dalam volume lebih besar, sehingga memudahkan Intel dan para mitra meningkatkan kapasitas produksi.

Intel juga menggabungkan prosesor dengan memori perangkat mobile ke dalam satu unit yang langsung terintegrasi pada desain laptop. Core Logic Module tersebut dirancang untuk memangkas waktu pengembangan dan menyederhanakan keputusan teknis sejak awal.

Sejumlah merek besar ikut mengadopsi

Beberapa nama besar di pasar laptop disebut sudah mulai mengadopsi Project Firefly. Dell, Asus, Acer, dan Colourful termasuk di antara perusahaan yang dilaporkan memakai pendekatan baru ini.

Sejumlah sistem bahkan sudah tersedia di pasar, sementara model lain diharapkan segera meluncur. Ini menunjukkan strategi tersebut mulai bergerak dari tahap konsep ke implementasi yang lebih luas.

Intel menyasar laptop murah dengan rancangan yang tetap punya kesan premium. Perangkat ini dibuat setebal 12,9 mm dan memakai sasis berbahan logam, karakteristik yang biasanya lebih sering muncul pada laptop dengan harga lebih mahal.

Desain tipis, tampilan bersih

Selain biaya produksi, Intel juga memperhatikan tampilan. Laptop ini dirancang dengan desain yang lebih bersih dan hadir tanpa lubang ventilasi yang terlihat.

Meski dibidik sebagai perangkat murah, konektivitasnya tetap dibuat lengkap. Laptop tersebut masih didukung port modem seperti USB Type-A, Type-C, dan Thuderbolt.

Dorongan Intel lewat Project Firefly memperlihatkan cara baru industri merespons tekanan harga komponen. Saat harga laptop makin mahal dan konsumen menahan pembelian, produsen tampaknya mencari model desain dan rantai pasokan yang lebih hemat untuk menjaga pasar tetap bergerak.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terbaru