Sand: Raiders Of Sophie, Sea Of Thieves Di Darat Yang Lebih Kejam Buat Solo Player

Sand: Raiders of Sophie hadir di early access dan langsung menarik perhatian karena menawarkan sensasi yang sangat mirip Sea of Thieves, tetapi di atas daratan. Bedanya, semua kekacauan itu dibawa oleh walking base raksasa bernama trampler, dan pengalaman bermainnya terasa jauh lebih berat bagi pemain solo.

Game ini adalah extraction shooter orang pertama dengan elemen base-building. Latar yang dipakai juga unik, yaitu luar angkasa dengan sebuah planet gurun yang mengorbit di bawah stasiun luar angkasa bergaya Victorian gaslamp.

Trampler jadi pusat permainan

Sebelum turun ke misi, pemain harus menyiapkan diri sekaligus trampler. Kendaraan ini bisa dirakit dari modul atau memakai model yang sudah ada, lalu dipersenjatai dengan berbagai senjata berat.

Pemain membawa senjata tangan seperti pistol, shotgun, atau rifle. Di saat yang sama, ada juga peti berisi senjata berat untuk trampler, termasuk meriam 40mm dan 80mm.

Begitu mendarat di planet, pemain harus bergerak cepat di dalam base berjalan itu. Meriam harus dipasang di beberapa sisi luar, amunisi harus diisi, mesin besar harus dinyalakan secara manual, lalu tuas kemudi harus ditarik satu per satu agar kendaraan mulai bergerak melintasi bukit pasir.

Ukuran trampler juga bukan tanpa konsekuensi. Bahkan unit terkecil tetap butuh waktu untuk dijelajahi karena pemain harus naik tangga dan berlari melewati ruang berbeda untuk mencapai area senjata, mesin, kemudi, dan penyimpanan.

Rasanya seperti Sea of Thieves, tapi di darat

Dalam dua jam awal bermain, kesan utamanya adalah Sea of Thieves versi darat. Pemain harus mengemudikan kendaraan besar, mengatur kecepatan, memeriksa peta, dan tetap waspada terhadap lokasi jarahan serta trampler musuh.

Ancaman itu dibaca lewat kolom asap hitam di kejauhan, bukan lewat layar penuh laut dan layar kapal. Saat keluar dari kendaraan untuk menjarah, pemain juga harus berlari di atas pasir sambil terus khawatir ada mech lain yang datang menghancurkan base berjalan miliknya.

Saat pertempuran meledak, pemain sering harus meninggalkan kemudi untuk mengoperasikan turret. Beberapa turret bahkan berada di sisi kendaraan yang jauh dari posisi mengemudi, sehingga semua tugas terasa seperti perlombaan antara menembak, mengisi ulang, memperbaiki kerusakan, dan menjaga kendaraan tetap berjalan.

Sulit dimainkan sendirian

Sand jelas menuntut banyak koordinasi, dan itu terasa sangat keras ketika dimainkan solo. Pemain harus mengurus kemudi, senjata, peta, logistik, dan ancaman musuh hampir bersamaan, sehingga beban satu orang cepat terasa berlebihan.

Masih ada satu fitur yang cukup membantu bagi pemain tunggal. Jika bermain solo, pemain bisa masuk ke server khusus solo sehingga tidak langsung digempur kru yang lebih besar.

Tetap saja, permainan ini bukan dirancang sebagai pengalaman sendirian. Bahkan dibanding Sea of Thieves, Sand memberi tekanan yang lebih besar karena satu kendaraan bisa hancur dan tidak ada sistem respawn cepat dengan kendaraan baru yang langsung utuh.

Pertempuran, loot, dan ekstraksi

Setelah menjarah dan menyimpan barang di cargo hold trampler, pemain bergerak ke extraction point. Di sana, pemain harus turun dan memanjat menara tinggi untuk memulai proses ekstraksi.

Begitu proses itu dimulai, sebuah kapal akan turun dari orbit selama beberapa menit untuk menjemput. Momen ini otomatis memancing semua pemain di area untuk menyerang, karena mereka bisa mencoba menghentikan ekstraksi sebelum kapal datang.

Ancaman tidak hanya datang dari pemain lain. Ada juga NPC mirip ghoul yang menjaga beberapa lokasi lootable, meski gerak mereka sederhana dan cenderung langsung menyerbu lalu menembak.

Yang lebih berbahaya justru automatons yang turun dari orbit dan mulai mengejar pemain. Dalam satu pertemuan, tiga unit sempat muncul sekaligus, dan meski ukurannya lebih kecil dari trampler buatan pemain, daya tembaknya tetap kuat dan butuh banyak damage untuk menjatuhkannya.

Audio dan atmosfer ikut menguatkan ketegangan

Desain suara menjadi salah satu kekuatan Sand. Suara mekanis trampler terdengar jelas lewat gesekan roda gigi dan kabel yang berderak saat kendaraan bergerak melintasi lanskap.

Ledakan dari senjata berat juga terdengar sangat keras, sehingga bobot senjata besar benar-benar terasa. Bahkan pertempuran di bagian lain peta masih bisa terdengar dari jauh, memberi sinyal bahwa pemain lain ada di sekitar.

Dalam beberapa sesi, server sempat bermasalah di hari peluncuran sehingga dua dari tiga misi berakhir lebih cepat. Namun pada misi terakhir, pemain sempat menjarah bangkai kapal tua di gurun, menembak beberapa ghoul, membombardir pemain lain yang sedang mencoba ekstraksi, lalu tetap berhasil kabur meski ditembaki pemain berbeda.

Terkait