Bitcoin Anjlok ke Level Terendah Sejak Oktober 2026, Tekanan Bear Market Masuk Bulan Kedelapan

Bitcoin kembali tertekan setelah turun ke $59,023.98 pada Rabu, 24 Juni. Level itu menjadi yang terendah sejak 10 Okt. 2024, sekaligus menandai tekanan baru di tengah bear market yang kini memasuki bulan kedelapan berturut-turut.

Penurunan ini dipicu oleh pelemahan saham teknologi dan arus keluar yang masih berlanjut dari spot ETF Bitcoin. Dalam perdagangan yang sama, BTC sempat turun di bawah $60,000 untuk ketiga kalinya tahun ini.

Arus keluar ETF memperdalam tekanan

Data SoSoValue menunjukkan spot Bitcoin ETF telah mencatat arus keluar sebesar $182 juta sejauh pekan ini. Kondisi itu menempatkannya di jalur untuk mencatat arus keluar bersih selama tujuh pekan berturut-turut.

Total aset yang dikelola dana-dana tersebut juga menyusut menjadi $77.5 miliar dari sekitar $113 billion pada akhir 2025. Penjualan yang terus terjadi menciptakan tekanan mekanis karena penerbit ETF harus segera menjual Bitcoin yang mendasarinya.

Situasi ini menambah suplai ke pasar yang sudah kekurangan sinyal permintaan institusional. Akibatnya, pelemahan harga tidak hanya mencerminkan sentimen, tetapi juga aliran dana yang secara langsung menekan pasar.

Modal bergeser ke aset lain

Di sesi Rabu, investor juga terlihat melakukan reposisi menjelang laporan laba Micron Technology setelah penutupan pasar. Selama 2026, modal disebut terus mengalir dari kripto ke saham AI, IPO, dan pasar prediksi.

Perpindahan modal itu ikut mengurangi likuiditas yang tersedia bagi BTC. Di saat bersamaan, dukungan regulasi yang sempat diharapkan juga belum muncul sesuai jadwal.

CLARITY Act, rancangan utama untuk membentuk kerangka struktur pasar kripto di AS, memiliki waktu sekitar lima pekan untuk melewati tahapan prosedural penting sebelum reses musim panas Kongres. Jika gagal, pembahasan dapat bergeser ke musim gugur dan menghilangkan katalis potensial pada momen yang sensitif bagi pasar.

Bantalan institusional belum cukup menahan tekanan

Meski harga terus melemah, sejumlah pelaku pasar menilai penurunan kali ini tidak setajam siklus bear market sebelumnya. Sam Callahan, direktur strategi dan riset Bitcoin di OranjeBTC, mengatakan basis investor yang lebih besar dan lebih likuid membuat ayunan harga Bitcoin tidak seekstrem dulu.

Ia menyebut kondisi saat ini sebagai bear market yang tetap berat, tetapi dengan volatilitas yang lebih terkendali dibanding periode sebelumnya. Basis kepemilikan yang lebih luas membuat Bitcoin tidak lagi semata-mata aset kecil yang didominasi investor ritel.

Namun, ketahanan lantai institusional itu masih akan diuji. Arah berikutnya akan sangat bergantung pada respons arus ETF terhadap kinerja Micron dan apakah sinyal titik terendah Bitcoin yang dibicarakan analis dalam beberapa pekan terakhir benar-benar memicu pembelian berkelanjutan.

Terkait