Pasar kripto kembali kehilangan lebih dari separuh nilainya dalam waktu yang singkat. Menurut riset The Kobeissi Letter, kapitalisasi pasar kripto yang sempat mencapai rekor $4.3 triliun pada Oct. 6, 2025, kini tinggal $2.0 triliun, atau turun 54% dalam 261 hari.
Penurunan itu setara dengan penghapusan nilai rata-rata $8.8 miliar per hari selama 261 hari berturut-turut. Tekanan tersebut datang saat valuasi dianggap terlalu tinggi, tensi geopolitik meningkat, dan pasar makin sensitif terhadap ekspektasi suku bunga.
Tekanan besar di aset berisiko
Koreksi tajam ini menunjukkan betapa rapuhnya aset kripto ketika sentimen pasar berubah. Dalam kondisi seperti itu, pergerakan harga menjadi sangat rentan terhadap perubahan pandangan soal likuiditas dan risiko.
Di tengah pelemahan pasar, perdebatan soal arah bitcoin tetap menjadi fokus. Yahoo Finance mewawancarai Coinbase co-founder dan CEO Brian Armstrong serta Binance founder Changpeng Zhao dalam episode terpisah podcast Power Players with Brian Sozzi.
Armstrong menilai tidak ada yang tahu pasti titik terendah pasar. Namun ia mengatakan, jika melihat tren sebelumnya dan indikator fear and greed, bitcoin kemungkinan telah menyentuh dasar di sekitar $60K.
Ia juga menyebut beberapa katalis yang bisa mendorong pemulihan bitcoin. Menurut Armstrong, itu mencakup struktur pasar, pengesahan legislasi, serta melantai-nya sejumlah perusahaan AI yang selama ini menyerap banyak modal berisiko.
Pandangan pelaku industri masih terbagi
Changpeng Zhao juga melihat bahwa siklus penurunan dan pemulihan akan terus berulang. Ia mengatakan industri kripto tetap tumbuh dan menilai level $60,000 untuk bitcoin masih sangat rendah.
Zhao menambahkan bahwa kepanikan saat ini mengingatkan pada musim dingin kripto sebelumnya. Menurutnya, empat tahun lalu bitcoin sempat berada di $16,000, dan pasar kini membutuhkan lebih banyak aplikasi serta kasus penggunaan.
Dari sudut pandang itu, masalah utama kripto bukan hanya volatilitas harga, tetapi juga kecepatan adopsi penggunaan nyata. Zhao menyebut lebih banyak use case sedang dikembangkan, yang menurutnya akan membantu memperluas pemakaian aset digital.
Di sisi lain, pasar yang sedang tertekan tidak membuat semua peluang investasi ikut menghilang. Dalam pembahasan yang sama, muncul pandangan bahwa investor tidak perlu terpaku mencari titik terendah kripto ketika ada peluang lain di pasar yang dinilai lebih kuat.
Koreksi tajam di pasar kripto kini menjadi pengingat bahwa aset berisiko bisa kehilangan triliunan dolar nilai hanya dalam hitungan bulan. Untuk saat ini, arah pemulihan masih sangat bergantung pada sentimen, kebijakan, dan kemampuan industri menghadirkan penggunaan yang lebih luas.







