Microsoft kini menghentikan lini Surface Go dan Surface Laptop Go yang selama ini dikenal sebagai opsi paling terjangkau di keluarga Surface. Keduanya disebut sudah tidak lagi diproduksi, dan belum ada pengganti yang disiapkan untuk keduanya.
Keputusan ini membuat portofolio Surface menyusut ke dua keluarga utama, yakni Surface Pro dan Surface Laptop. Di dalamnya, Microsoft kini menawarkan beberapa ukuran layar dan kelas performa, termasuk Surface Pro 12 inci dan 13 inci, serta Surface Laptop 13 inci, 13,8 inci, dan 15 inci.
Meski stok Surface Go dan Surface Laptop Go masih mungkin ditemukan di sejumlah ritel dan wilayah tertentu, unit yang tersisa tidak akan diisi ulang. Seorang perwakilan Microsoft yang dimintai komentar justru mengarahkan perhatian ke situs Surface baru, yang sudah tidak lagi menampilkan Surface Go dan Laptop Go.
Bagi banyak pengguna, penghentian Surface Go terasa lebih mengejutkan. Perangkat itu disebut cukup populer di kalangan pelanggan enterprise, bahkan varian terakhirnya dibuat khusus untuk pelanggan komersial.
Surface Go memang punya riwayat yang unik di pasar Microsoft. Surface Go 1 hingga Surface Go 3 tersedia untuk konsumen dan pelanggan komersial, sedangkan Surface Go 4 hanya dirilis untuk segmen komersial.
Awalnya, Surface Go hadir sebagai perangkat yang sangat murah. Saat diluncurkan pada 2018, harganya dimulai dari $399, meski spesifikasi dasarnya tergolong sangat rendah dan sulit direkomendasikan.
Perkembangan berikutnya membuat kualitasnya membaik, tetapi harga ikut naik. Surface Go 3 dan Surface Go 4 menjadi versi pertama yang dinilai punya tenaga cukup untuk menangani tugas harian tanpa penurunan performa yang terasa, namun biaya jualnya juga jauh lebih tinggi.
Surface Go 4 sendiri berada di level $579, dan belum punya penerus yang diumumkan. Microsoft bahkan sempat merencanakan Surface Go 5 dalam beberapa tahun terakhir, dengan chip Snapdragon kelas bawah sebagai dapur pacu.
Rencana itu akhirnya dibatalkan setelah Microsoft meminta masukan dari pelanggan enterprise. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka tidak tertarik pada versi Arm untuk perangkat tersebut.
Surface Laptop Go juga berakhir tanpa penerus langsung. Produk ini selama ini dikenal sebagai laptop termurah Microsoft, tetapi posisinya praktis sudah digantikan oleh Surface Laptop 13 inci.
Peralihan itu masuk akal karena Surface Laptop 13 inci memperbaiki dua kelemahan besar Laptop Go, yakni keyboard tanpa lampu latar dan layar beresolusi rendah. Dengan begitu, Microsoft tampak memilih penyederhanaan lini daripada mempertahankan model murah yang terpisah.
Di sisi lain, Surface Go belum benar-benar mendapat pengganti yang setara. Surface Pro 12 inci memang hadir sebagai opsi yang lebih kecil di jajaran Surface, tetapi harganya disebut jauh lebih mahal dan ukurannya lebih besar dibanding Surface Go 4.
Penghentian dua model murah ini juga menandai kelanjutan pemangkasan portofolio Surface yang sudah berlangsung sejak 2023. Sebelumnya, Microsoft juga telah menyingkirkan Surface Studio, Surface Laptop Studio, Surface Duo, Surface Hub, Surface Book, Surface Headphones, dan Surface Earbuds.
Menurut sumber yang mengetahui roadmap perangkat keras Microsoft, keputusan untuk mengakhiri Surface Go dan Surface Laptop Go tidak terkait dengan masalah RAM yang sedang dihadapi perusahaan. Keputusan itu disebut sudah dibuat berbulan-bulan sebelum lonjakan harga memori menjadi persoalan.
