MetaMask memperluas fungsinya di luar penyimpanan dan perdagangan kripto lewat peluncuran Money Account, fitur self-custody yang menggabungkan imbal hasil stablecoin, pembayaran, dan trading dalam satu saldo. Langkah ini menempatkan dompet kripto itu semakin dekat ke peran sebagai antarmuka keuangan utama bagi pengguna.
Peluncuran ini muncul ketika dompet dan bursa makin agresif berebut posisi di layanan keuangan sehari-hari. Mereka menambah fitur pinjaman, pembayaran, dan tabungan di tengah meningkatnya adopsi stablecoin oleh bank dan lembaga keuangan di luar ekosistem kripto.
Dibangun di Monad dan memakai mUSD
Money Account dibangun di blockchain Monad dan menggunakan stablecoin mUSD milik MetaMask yang diperkenalkan tahun lalu. Pengguna yang ikut serta dapat menempatkan deposit ke protokol pinjaman DeFi, dengan Morpho tersedia saat peluncuran dan Aave dijadwalkan menyusul.
MetaMask mengatakan pemilihan Monad didasarkan pada evaluasi sejumlah jaringan blockchain. Perusahaan menyoroti biaya transaksi, kecepatan, dan pengalaman pengguna sebagai alasan utama.
Menurut Johann Bornman, Senior Director of Product di MetaMask, fokus utama perusahaan ada pada pengalaman pengguna. Ia menyebut tujuan akhirnya adalah menghadirkan pengalaman neo-banking dan menyederhanakan kerumitan kripto bagi pengguna.
Cara kerja saldo dan imbal hasil
Money Account tersedia untuk pengguna MetaMask secara global, kecuali di Inggris dan yurisdiksi terbatas lainnya. Pengguna yang memenuhi syarat akan otomatis menerima Money Account di aplikasi mobile MetaMask.
Akun itu bisa didanai dengan memindahkan kripto yang sudah dimiliki atau menyetor fiat melalui jalur on-ramp yang didukung. Bornman menjelaskan bahwa cadangan stablecoin dan sistem pembentukan imbal hasil berjalan terpisah.
Bridge memegang cadangan berupa dolar AS dan surat utang negara jangka pendek yang menopang mUSD dengan rasio 1:1. Saat pengguna menyetor dana ke Money Account, dana itu disalurkan melalui infrastruktur vault Veda ke protokol pinjaman DeFi seperti Aave dan Morpho, lalu imbal hasilnya mengalir terus-menerus setelah dipotong biaya dan tercermin di saldo akun.
Masuk ke tengah perdebatan regulasi
Peluncuran ini terjadi saat stablecoin yang memberi imbal hasil berada di pusat perdebatan regulasi di Washington. Pada Februari, Office of the Comptroller of the Currency mengusulkan aturan untuk menerapkan GENIUS Act yang dapat membatasi sebagian program imbalan stablecoin pihak ketiga.
Perdebatan berlanjut pada April ketika White House Council of Economic Advisers menyimpulkan bahwa larangan produk imbal hasil stablecoin hanya berdampak kecil pada pinjaman bank komunitas. Di bulan yang sama, para senator yang membahas Clarity Act masih berupaya mencari kompromi soal apakah perusahaan kripto boleh menawarkan imbal hasil atas kepemilikan stablecoin.







