Bitcoin sempat melonjak ke $62,000 per token setelah laporan pekerjaan bulanan datang jauh lebih lemah dari perkiraan. Kenaikan itu mencerminkan sensitivitas besar aset kripto ini terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Data ketenagakerjaan Juni menunjukkan ekonomi hanya menambah 57,000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi ekonom yang berada di 113,000. Angka yang lebih dingin ini memicu harapan bahwa bank sentral tidak perlu menaikkan suku bunga lagi pada akhir tahun.
Pada perdagangan terbaru, Bitcoin berada di $61,318.37, naik $1,248.61 atau 2.08%. Pergerakan itu terjadi saat pasar masih menimbang apakah perlambatan tenaga kerja cukup untuk meredam kekhawatiran soal pengetatan moneter.
Tekanan dari kebijakan The Fed
Dalam beberapa pekan terakhir, kekhawatiran sempat meningkat bahwa The Fed mungkin harus menaikkan suku bunga lagi pada akhir tahun. Bitcoin selama ini sangat peka terhadap sinyal kebijakan tersebut karena perubahan suku bunga bisa mengubah selera risiko investor.
Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, mengatakan di Portugal pada Rabu bahwa para pembuat kebijakan tetap fokus membawa inflasi kembali ke target 2%. Ia tidak memberi arahan ke depan, tetapi menyebut ukuran ekspektasi inflasi di pasar obligasi sudah mereda sejak konferensi persnya awal bulan ini.
Brian Jacobsen, kepala ekonom dan strategis di Annex Wealth Management, menilai data tenaga kerja Juni mendukung pandangan bahwa bank sentral mungkin tidak perlu kembali menaikkan suku bunga. Menurutnya, pasar tenaga kerja belum menunjukkan tanda overheating, sehingga The Fed tidak berada dalam posisi terdesak untuk bergerak agresif.
Masih dibayangi pelemahan besar
Meski ada lonjakan harian, Bitcoin baru saja mencatat penurunan 20% pada Juni. Itu menjadi kinerja bulanan terburuknya dalam empat tahun, seiring naiknya ekspektasi kenaikan suku bunga.
Sentimen investor juga masih tertekan oleh arus keluar dari spot ETF dan pergeseran modal ke investasi terkait AI. Dua faktor itu ikut membebani performa Bitcoin sepanjang tahun ini.
Secara year to date, token ini masih turun sekitar 29%. Dari level tertinggi sepanjang masa pada Oktober lalu, Bitcoin juga masih terpaut sekitar 50%.
